Kekalahan Mengejutkan di Etihad: Manchester City vs Bayer Leverkusen 0-2

siaranbola – Berita dari siaranbola, Manchester City menjamu Bayer Leverkusen dalam laga matchday ke-5 fase grup UEFA Champions League 2025/2026 di Stadion Etihad  sekaligus menjadi laga ke-100 sang pelatih, Pep Guardiola, di kompetisi ini.

Namun malam itu berubah menjadi mimpi buruk bagi The Citizens. Lewat kemenangan meyakinkan 2-0, Leverkusen memupus rekor tak terkalahkan City di kandang dalam fase grup UCL, sekaligus memunculkan banyak tanda tanya terhadap keputusan taktis yang diambil Guardiola.

Baca juga : Mimpi yang Pahit: Mengurai Benang Kusut Kegagalan Kepulangan Messi ke Barcelona

siaranbola


Gol-gol dan Momen Krusial

  • Gol pembuka datang pada menit ke-23 dari sundulan tajam Alejandro Grimaldo, memanfaatkan bola kiriman rekan setimnya, Christian Kofane.

  • Leverkusen lalu menggandakan keunggulan di menit ke-54 melalui sundulan Patrik Schick, memaksimalkan umpan silang dari Ibrahim Maza.

  • Meski City mencoba bangkit lewat pergantian pemain termasuk memasukkan Erling Haaland dan pemain lain seperti Phil Foden  mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Leverkusen. Beberapa peluang sempat tercipta, tapi kegigihan kiper Leverkusen, Mark Flekken, membuat gawang tim tamu tetap perawan sampai peluit akhir dibunyikan.


Faktor Kekalahan — Rotasi, Tekanan, dan Efektivitas Leverkusen

Keputusan Guardiola untuk merotasi hingga 10 pemain menyusul kekalahan City di Premier League akhir pekan lalu menjadi bahan sorotan utama. Keputusan tersebut rupanya berbalik menjadi bumerang, karena rotasi besar membuat tim kehilangan ritme dan chemistry, terutama di lini tengah dan pertahanan.

Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Leverkusen, yang bermain dengan disiplin dalam bertahan serta tajam dalam serangan balik. Efektivitas mereka dalam memanfaatkan peluang jadi pembeda  dua peluang jadi dua gol, sementara City meski menciptakan banyak peluang gagal memaksimalkannya.


Implikasi Kekalahan — Tekanan Baru Bagi City

Kekalahan ini membuat persentasi kemenangan Manchester City semakin menurun.

Di klasemen sementara grup, kekalahan membuat posisi City terjun ke peringkat keenam, dengan 10 poin dari lima laga. Sementara Leverkusen mendapatkan dorongan moral besar dan momentum penting di persaingan perebutan tiket fase berikutnya.


Kesimpulan

Menurut siaranbola Malam di Etihad menjadi pengingat keras bahwa di level tertinggi seperti Liga Champions, kesalahan sekecil apa pun  rotasi yang terlalu agresif, kehilangan ritme, atau kurang tajam dalam penyelesaian akhir  bisa berujung fatal. Kemenangan 2-0 Bayer Leverkusen atas Manchester City bukan hanya soal dua gol, tetapi juga soal disiplin, efektivitas, dan determinasi.