siaranbola. – Dalam berita bola terkini, AC Milan mendapat kabar tidak mengenakan. Bek andalan mereka, Matteo Gabbia, dipastikan absen pada laga semifinal Supercoppa Italiana melawan Napoli. Kepastian ini muncul meski hasil pemeriksaan menunjukkan cedera lututnya tidak separah yang ditakutkan. Tim Rossoneri kini harus mencari solusi cepat di jantung pertahanan untuk pertandingan krusial di Riyadh ini.
BACA JUGA : Hugo Ekitike Jadi Pembeda dalam Kemenangan Liverpool
Detail Diagnosis dan Timeline Pemulihan Gabbia
Cedera Gabbia terjadi pada menit ke-55 saat Milan menghadapi Sassuolo. Lutut kirinya mengalami tekanan berlebih saat kakinya tertanam di rumput untuk melakukan tekel. Hasil pemindaian kemudian membawa kelegaan. Tidak ada kerusakan pada ligamen atau meniskus. Diagnosis resmi klub menyebutnya sebagai trauma hiperekstensi pada lutut kiri.
Pemulihan diperkirakan tidak memakan waktu lama. Namun, jadwal yang padat membuatnya mustahil tampil di semifinal. Gabbia berpeluang kembali jika Milan lolos ke final pada 22 Desember. Target yang lebih realistis adalah laga Serie A melawan Hellas Verona pada 28 Desember mendatang.
Dampak Besar Kehilangan Sang Wakil Kapten
Absennya Gabbia bukan sekadar masalah pergantian pemain. Ia adalah wakil kapten yang memberikan stabilitas dan kepemimpinan alami di lini belakang. Kehilangannya berarti Milan kehilangan:
-
Pemimpin yang mengorganisir pertahanan.
-
Penghadang yang kuat dalam duel udara.
-
Ancaman dari bola mati, seperti gol penentunya melawan Inter.
Kekosongan ini menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Milan di momen penting.
Opsi Pengganti: Siapa yang Akan Mengisi Posisi Gabbia?
Pelatih Massimiliano Allegri memiliki beberapa opsi untuk mengisi posisi Gabbia. Setiap pilihan membawa konsekuensi taktis yang berbeda.
1. Koni De Winter: Pengganti Langsung yang Paling Realistis
Semua indikasi mengarah pada Koni De Winter sebagai pengganti utama. Bek muda Belgia ini langsung masuk menggantikan Gabbia saat cedera terjadi. Ia memiliki profil fisik yang mirip dan pengalaman bermain dalam formasi tiga bek Allegri. Tantangannya adalah ia perlu beradaptasi cepat dengan Fikayo Tomori dan Marco Pavlovic untuk menjaga soliditas.
2. Davide Bartesaghi: Opsi Versatil dari Sisi Kiri
Nama lain yang mungkin dipertimbangkan adalah Davide Bartesaghi. Pemain muda Italia ini memiliki keunggulan dalam versatilitas dan pemahaman taktik. Ia bisa beroperasi sebagai bek tengah kiri atau bek sayap. Meski bukan pengganti natural di posisi tengah, ia bisa menjadi solusi jika Allegri ingin menjaga keseimbangan.
3. Penyesuaian Formasi: Mengubah Sistem Pertahanan
Allegri juga bisa mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-3-3. Opsi ini akan memangkas satu bek tengah dan mengandalkan duet Tomori-Pavlovic. Perlindungan ekstra kemudian datang dari lini tengah. Namun, mengubah sistem utama jelang laga besar adalah keputusan yang berisiko.
Strategi Allegri: Menjaga Keseimbangan Tanpa Pilar Andalan
Tantangan bagi Allegri adalah menutupi kekosongan kepemimpinan Gabbia. Ia perlu mendorong kiper Mike Maignan dan bek senior seperti Tomori untuk lebih vokal. Koordinasi dan komunikasi di lini belakang harus ditingkatkan. Allegri juga harus memastikan De Winter atau pengganti lainnya mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan setim.
Prediksi dan Tantangan Menghadapi Napoli
Tanpa Gabbia, lini belakang Milan akan diuji oleh serangan Napoli. Victor Osimhen dan kawan-kawan akan mencoba mengeksploitasi setiap celah. Kunci kemenangan Milan terletak pada:
-
Soliditas trio bek tengah.
-
Perlindungan efektif dari gelandang seperti Youssouf Fofana.
-
Kemampuan memanfaatkan transisi untuk menyerang.
Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain pengganti. Kesempatan emas untuk menjadi pahlawan.
Kesimpulan: Ujian Kedalaman Skuad di Riyadh
Kehilangan Matteo Gabbia adalah pukulan untuk AC Milan. Namun, bukanlah akhir dari perjalanan mereka di Supercoppa. Cedera yang dialaminya termasuk ringan dan tim memiliki opsi pengganti. Koni De Winter diprediksi akan menjadi pilihan utama Allegri. Performa bek muda Belgia itu akan sangat menentukan nasib Milan. menurut siaranbola jika lini belakang tampil kompak, peluang lolos ke final tetap terbuka lebar. Semua akan terjawab di Riyadh.










