siaranbola – Dunia SEPAK BOLA INGGRIS dikejutkan oleh keputusan radikal Everton. Manajemen klub memecat pelatih Brian Sorensen pada Rabu, 4 Februari 2026. Keputusan ini hanya berselang tiga hari setelah tim meraih kemenangan kandang perdananya musim ini.
Everton mengalahkan Aston Villa 2-1 berkat gol telat Martina Fernandez. Kemenangan itu tidak cukup menyelamatkan posisi Sorensen. Asistennya, Stephen Neligan dan Ashley Tootle, juga ikut diberhentikan.
CEO Everton Angus Kinnear mengonfirmasi berita ini. Ia menyebut perubahan arah dibutuhkan untuk kemajuan tim. Scott Phelan, pelatih tim Under-18, ditunjuk sebagai pelatih interim. Ia akan dibantu Jennifer Foster dan pelatih kiper Ian McCaldon.
Baca Juga: Barcelona Bangkit, Yamal Bersinar, Rashford Jadi Kreator Kunci
Kronologi Keputusan Mengejutkan di Liga Inggris
Keputusan pemecatan sudah matang sebelum kemenangan atas Aston Villa. Performa buruk telah memicu pertanyaan internal terhadap Sorensen. Kabar pemecatan diberikan kepada Sorensen pada Rabu pagi.
Staf dan pemain kemudian diberi tahu dalam pertemuan terpisah. Pernyataan resmi klub menyoroti pentingnya kemenangan di Goodison Park. Namun, perubahan dinilai mutlak diperlukan.
Peristiwa ini menjadi sorotan utama pemberitaan SEPAK BOLA INGGRIS. Keputusan Everton menjadi pembahasan hangat di berbagai media. Analisis mendalam tersedia di portal berita olahraga terpercaya, SIARANBOLA.
Analisis Penyebab: Statistik Buruk dan Tekanan Performa
Pemecatan Sorensen didorong oleh rangkaian faktor. Data statistik dan situasi internal klub menjadi pemicu utamanya.
Rekor Kandang yang Sangat Memprihatinkan
Statistik paling mencengangkan adalah rekor kandang yang buruk. Dalam 100 pertandingan, Everton hanya menang 10 kali di kandang sendiri di bawah asuhan Sorensen.
Legenda sepak bola Ian Wright mengomentari statistik ini. Ia mengatakan statistik tersebut tidak baik untuk kemajuan klub. Wright menambahkan, ia biasanya tidak ingin seseorang kehilangan pekerjaan. Namun, ia akan membuat perubahan berdasarkan fakta tersebut.
Performa Musim yang Jauh dari Ekspektasi
-
Awal Musim Menjanjikan: Everton membuka musim dengan kemenangan spektakuler 4-1 atas Liverpool.
-
Kemunduran Drastis: Dalam 12 pertandingan WSL berikutnya, mereka cuma menang sekali. Kemenangan itu pun diraih atas juara bertahan Chelsea.
-
Tekanan Degradasi: Everton terperangkap dalam pertarungan degradasi. Mereka hanya unggul empat poin dari zona play-off degradasi.
Masalah Internal dan Nasib Sang Bintang
-
Konflik dengan Pemain Bintang: Striker Prancis Kelly Gago menyerahkan permintaan transfer. Dalam sebuah wawancara, Gago menuduh Everton tidak profesional.
-
Epidemi Cedera: Tim kehilangan pemain kunci seperti kapten Megan Finnigan dan penyerang Katja Snoeijs.
-
Bursa Transfer yang Rumit: Everton merekrut sembilan pemain baru musim panas lalu. Namun, anggaran skuad mereka tetap termasuk yang terendah di WSL.
Masa Depan Everton di Tangan Pelatih Interim
Scott Phelan, 37 tahun, kini memegang kendali. Ia adalah produk akademi Everton dengan pengalaman melatih di Finch Farm. Tugas utamanya adalah memastikan Everton bertahan di WSL.
Pertandingan pertamanya adalah lawatan ke London City Lionesses. Tantangan terbesarnya adalah mengintegrasikan pemain baru. Everton baru saja memecahkan rekor transfer klub untuk mendatangkan Zara Kramzar.
Situasi ini ironis. Sorensen baru memperpanjang kontraknya hingga 2027 pada April 2025. Kini, proyek jangka panjangnya harus berakhir lebih cepat.
Prospek dan Tantangan Berat bagi SIARANBOLA
Masa depan Everton Women berada di ujung tanduk. Beberapa faktor kritis akan menentukan nasib klub di panggung SEPAK BOLA INGGRIS.
-
Pertarungan Hindari Degradasi: Posisi kesembilan Everton belum aman. Tim terbawah WSL harus menjalani play-off melawan tim dari WSL.
-
Keputusan Kepemilikan Baru: The Friedkin Group harus memutuskan visi jangka panjang klub. Apakah mereka akan mencari pelatih permanen segera?
-
Stabilitas Skuad: Masalah dengan Gago bisa menjadi preseden buruk. Menjaga pemain inti lainnya adalah tantangan besar bagi Phelan.
-
Warisan Sorensen: Pelatih Denmark itu meninggalkan tim dengan fondasi taktis. Namun, hasil akhir yang buruk berbicara lebih lantang.
Pelajaran dari Krisis Everton untuk Sepak Bola Indonesia
Drama di Everton memberi pelajaran berharga. Kasus ini relevan dibahas dalam forum-forum SIARANBOLA lokal.
-
Kesabaran vs. Tuntutan Hasil: Sorensen diberi waktu tiga setengah musim. Namun, statistik buruk akhirnya berbicara.
-
Investasi dan Realitas: Everton berinvestasi pada pemain seperti Ruby Mace. Cedera dan masalah internal menggagalkan rencana mereka.
-
Peran Analisis Statistik: Komentar ahli seperti Ian Wright berbasis data keras. Ini menunjukkan pentingnya analisis dalam evaluasi modern.
Titik Balik Bersejarah bagi Everton Women
Keputusan memecat Brian Sorensen adalah titik balik. Era yang dibangun sejak 2022 resmi berakhir. Kisah ini adalah babak baru dalam sejarah SEPAK BOLA INGGRIS.
Perjalanan Sorensen mencerminkan dilema sepak bola modern. Di satu sisi, ada keinginan membangun proyek jangka panjang. Di sisi lain, tekanan untuk hasil instan sangat besar.
Tujuh pertandingan tersisa akan menentukan segalanya. Scott Phelan punya tugas berat membawa stabilitas. Hasilnya akan menjawab apakah perubahan ini awal kebangkitan atau malah kemunduran. Pantau terus perkembangan terbaru seputar SEPAK BOLA INGGRIS hanya di SIARANBOLA.










