Hasil Pisa vs AC Milan: Gol Modrić Selamatkan Rossoneri di Menit Akhir
SIARANBOLA – AC Milan berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Pisa setelah menang dramatis 2-1 dalam lanjutan Serie A, Kamis (13/2/2026) dini hari WIB. Gol penentu kemenangan dicetak oleh gelandang veteran Luka Modrić pada menit ke-85, setelah kedua tim sebelumnya bergantian mencetak gol melalui Ruben Loftus-Cheek dan Loyola. Kemenangan ini sangat krusial bagi AC Milan untuk mempertahankan posisi di empat besar klasemen.
Laga pekan ke-25 Serie A ini menyajikan drama lengkap: gol, penalti gagal, hingga kartu merah di injury time. AC Milan menunjukkan mental juara dengan bangkit setelah sempat kebobolan dan gagal mengeksekusi penalti. Berikut laporan lengkap jalannya pertandingan, analisis taktik, serta dampaknya bagi perjalanan AC Milan musim ini.
Baca Juga :
1. Ringkasan Pertandingan: Kemenangan Penting AC Milan di Kandang Pisa
Pertandingan antara Pisa dan AC Milan berlangsung sengit sejak menit awal. Tuan rumah Pisa tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, AC Milan yang mengincar poin penuh langsung mengambil inisiatif serangan. Berikut statistik kunci laga ini:
Fakta Cepat Pisa vs AC Milan:
-
Skor Akhir: Pisa 1-2 AC Milan
-
Pencetak Gol: Ruben Loftus-Cheek (39′), Loyola (71′), Luka Modrić (85′)
-
Penalti Gagal: Niclas Füllkrug (AC Milan) menit ke-57
-
Kartu Merah: Adrien Rabiot (AC Milan) menit ke-91
-
Stadion: Arena Garibaldi – Stadio Romeo Anconetani, Pisa
-
Wasit: Fabbri dari Ravenna
-
Penguasaan Bola: Pisa 42% – 58% AC Milan
-
Tembakan: Pisa 10 – 15 AC Milan
AC Milan tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis sempat membuat mereka hampir kehilangan poin. Beruntung, pengalaman Modrić menjadi pembeda di menit-menit krusial.
2. Jalannya Laga: Drama Penalti Gagal hingga Comeback AC Milan
Babak Pertama: AC Milan Kuasai Permainan dan Unggul Cepat
Sejak peluit dibunyikan, AC Milan langsung menunjukkan taringnya. Formasi 3-5-2 racikan Massimiliano Allegri berhasil mendominasi lini tengah. Youssouf Fofana dan Adrien Rabiot bekerja keras merebut bola, sementara Luka Modrić menjadi pengatur serangan.
Pada menit ke-39, gol yang dinanti akhirnya tiba. Ruben Loftus-Cheek menerima umpan terobosan dari Modrić, lalu dengan tenang menaklukkan kiper Pisa. Gol ini menjadi bukti nyata kelas AC Milan dalam memanfaatkan peluang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. AC Milan tampil disiplin dan mampu menekan sejak awal.
Babak Kedua: Pisa Bangkit, Penalti Gagal, dan Gol Kontroversial
Memasuki babak kedua, Pisa meningkatkan intensitas tekanan. Mereka tidak ingin menyerah di kandang sendiri. Hasilnya, pada menit ke-71, Loyola yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyamakan kedudukan. Gol bermula dari sepak pojok yang gagal diantisipasi lini belakang AC Milan. Bola liar disambar Loyola dengan tendangan first time yang tak mampu dihalau Maignan.
Keadaan semakin menegangkan ketika AC Milan mendapatkan hadiah penalti di menit ke-57. Niclas Füllkrug yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Bola hanya melambung tipis di atas mistar. Ini adalah momen kritis yang bisa saja mengubah jalannya pertandingan. AC Milan harus bekerja ekstra keras untuk menembus pertahanan Pisa yang semakin rapat.
Kemenangan di Ujung Laga dan Kartu Merah Rabiot
Di saat banyak pihak menduga laga akan berakhir imbang, Luka Modrić muncul sebagai pahlawan bagi AC Milan. Pada menit ke-85, gelandang Kroasia berusia 40 tahun itu melepaskan tembakan akurat dari dalam kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang, tak mampu dijangkau kiper. Selebrasinya yang penuh semangat menunjukkan betapa berarti gol ini.
Namun, drama belum berakhir. Di masa injury time menit ke-91, Adrien Rabiot melakukan pelanggaran keras dan langsung dihadiahi kartu merah oleh wasit. AC Milan harus bermain dengan 10 pemain di sisa waktu yang ada. Beruntung, pertahanan AC Milan mampu bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan 2-1 pun menjadi milik Rossoneri.
3. Analisis Pemain Kunci: Modrić, Loftus-Cheek, dan Pahlawan Lain
Luka Modrić: Maestro yang Tak Lekang oleh Waktu
Di usianya yang ke-40, Luka Modrić kembali membuktikan mengapa ia tetap menjadi andalan AC Milan. Gol penentu kemenangannya menunjukkan ketenangan dan kualitas yang luar biasa. Selain gol, ia juga mencatatkan akurasi umpan mencapai 92% dan menciptakan tiga peluang emas. Modrić adalah jantung permainan AC Milan di laga ini.
Ruben Loftus-Cheek: Motor Serangan dari Lini Kedua
Gelandang asal Inggris ini membuka keunggulan AC Milan dengan golnya di babak pertama. Selain mencetak gol, Loftus-Cheek juga aktif dalam transisi serangan dan membantu pertahanan. Ia memenangkan 7 duel dan melakukan 3 tebersihan penting.
Adrien Rabiot: Pahlawan yang Tercoreng
Rabiot tampil impresif sepanjang laga dengan kerja kerasnya di lini tengah. Namun, kartu merah di menit akhir mencoreng performanya. Ia akan absen di laga berikutnya, sebuah kerugian besar bagi AC Milan.
Loyola: Mimpi Buruk bagi Pertahanan AC Milan
Pemain pengganti Pisa ini menjadi momok bagi lini belakang AC Milan. Golnya yang indah sempat membuat harapan tuan rumah hidup. Ia juga beberapa kali merepotkan Tomori dan Gabbia dengan pergerakannya.
Niclas Füllkrug: Hari yang Buruk di Depan Gawang
Striker Jerman ini gagal memanfaatkan peluang emas dari titik putih. Ini adalah penampilan yang kontras dengan performa impresifnya sebelumnya. Ia tetap bekerja keras, tetapi kegagalan penalti akan menjadi catatan tersendiri.
4. Dampak Hasil Laga pada Klasemen dan Perburuan Scudetto
Kemenangan ini membawa AC Milan melesat ke posisi yang lebih nyaman di papan atas. AC Milan kini mengoleksi 48 poin dari 25 pertandingan, mantap di peringkat ke-4 klasemen sementara Serie A. Mereka hanya tertinggal tiga poin dari Inter di posisi kedua dan enam poin dari Napoli di puncak.
Berikut posisi AC Milan setelah pekan ke-25:
-
Peringkat: 4
-
Poin: 48
-
Selisih Gol: +22
-
Poin dari 5 laga terakhir: 12
Bagi Pisa, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-11 dengan 34 poin. Mereka sebenarnya tampil impresif, tetapi kurang beruntung. Kemenangan AC Milan ini juga memperlebar jarak dari para pesaing seperti Juventus dan Atalanta yang juga meraih kemenangan di pekan ini.
5. Evaluasi Taktik Allegri dan Proyeksi AC Milan ke Depan
Strategi Allegri yang Berhasil meski Nyaris Gagal
Massimiliano Allegri menerapkan formasi 3-5-2 yang fleksibel. Saat menyerang, Theo Hernandez dan Athekame naik sebagai wing-back. Saat bertahan, mereka membentuk lima bek. Strategi ini cukup efektif menguasai lini tengah. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang dan koordinasi pertahanan yang kurang rapat pada gol Pisa menjadi catatan.
Jadwal Berikutnya: Ujian Kedalaman Skuad
AC Milan akan menghadapi Empoli di kandang pada pekan depan. Mereka harus kehilangan Rabiot akibat akumulasi kartu. Allegri kemungkinan akan menurunkan Ricci sebagai pengganti. Pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menjaga momentum positif.
Target Musim Ini: Finis di Zona Liga Champions
Dengan 13 laga tersisa, AC Milan berada di jalur yang tepat untuk meraih tiket Liga Champions. Performa impresif di laga-laga besar seperti ini menjadi modal berharga. Konsistensi adalah kunci. Jika AC Milan mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Pisa, finis di tiga besar bukanlah hal mustahil.










