Tiga Kali Runner-up, Ancaman Pemecatan untuk Mikel Arteta di Arsenal

siaranbola – Ancaman pemecatan mulai membayangi Mikel Arteta. Manajer asal Spanyol itu disebut bakal kehilangan kursinya di Arsenal apabila gagal membawa The Gunners meraih gelar Liga Inggris musim ini dan kembali harus puas sebagai runner up. Tekanan ini menjadi topik hangat di kalangan penggemar SEPAK BOLA INGGRIS, di mana SIARANBOLA melaporkan bahwa kesabaran petinggi klub mulai diuji setelah tiga musim beruntun finis di posisi kedua.

Mimpi Buruk Runner-up yang Terulang

Arsenal sebenarnya sedang berada di puncak klasemen Premier League 2025/2026. Namun, sejarah buruk tiga musim terakhir kembali menghantui. Mikel Arteta tercatat tiga kali membawa Arsenal finis sebagai runner-up, yaitu pada musim 2022-2023, 2023-2024, dan 2024-2025. Kini, di musim keempatnya memimpin proyek jangka panjang klub, ancaman finish di posisi yang sama kembali membayangi setelah performa tim anjlok di awal tahun 2026.

Baca Juga: Bek Barcelona Tegaskan Tak Akan Pernah Gabung Real Madrid: Siaranbola Eksklusif soal Loyalitas

Fakta dan Data Penurunan Performa

Krisis mulai terlihat nyata sejak pergantian tahun. Arsenal hanya mampu meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan liga sepanjang tahun 2026. Puncaknya adalah saat The Gunners menyerahkan dua poin berharga kepada Wolverhampton Wanderers, tim juru kunci klasemen, setelah unggul 2-0 terlebih dahulu.

  • 2 kemenangan dari 7 laga terakhir di Liga Inggris.

  • 5 poin keunggulan dari Manchester City, yang masih memiliki satu tabungan pertandingan.

  • 2 gol keunggulan atas Wolves yang buyar di babak kedua.

Kegagalan mempertahankan keunggulan ini memicu kritik tajam terkait mentalitas tim. “Kami harus menyalahkan diri sendiri. Performa di babak kedua tidak menunjukkan standar yang dibutuhkan,” ujar Mikel Arteta setelah laga melawan Wolves, mengakui timnya kehilangan kendali.

Tekanan dan Spekulasi Pengganti

Jika Arsenal kembali finis sebagai runner-up musim ini, pakar sepak bola Inggris meyakini bahwa pemecatan Arteta bukan lagi sekadar wacana. Mantan kepala pencari bakat Manchester United, Mick Brown, menyatakan bahwa “pertanyaan serius akan diajukan” jika Arsenal gagal juara, dan Arteta “benar-benar bisa dipecat”.  Kritik juga datang dari suporter yang menilai tim ini tidak memiliki ‘mentalitas juara’.

Situasi ini memanas karena para rivalnya, seperti Enzo Maresca di Chelsea, baru saja dipecat meski berhasil memberikan dua trofi. Ironisnya, Arteta sendiri mengakui bahwa dirinya tidak dinilai berdasarkan gelar, melainkan progres tim. Namun, setelah empat kali nyaris dan menginvestasikan dana besar untuk pemain seperti Declan Rice, manajemen diyakini akan berpikir ulang.

Nama-nama besar pun mulai dikaitkan dengan kursi panas Emirates. Simone Inzaghi dikabarkan menjadi kandidat terkuat, diikuti oleh Zinedine Zidane dan Hansi Flick . Flick dinilai cocok untuk melepas “handbrake” atau gaya bermain pragmatis yang selama ini diterapkan Arteta .

Analisis: Antara Pragmatisme dan Mentalitas

Masalah Arsenal di musim ini bukan sekadar soal mencetak gol. Kompas.id mencatat bahwa The Gunners sering kali merusak momentum mereka sendiri dengan memperlambat tempo permainan setelah unggul. Pendekatan pragmatis Arteta yang mengedepankan hasil justru membuat tim kehilangan identitas agresif seperti dua musim lalu. Mentalitas bermain aman ini berbalik menjadi bumerang ketika lawan mulai menekan.

Masa Depan Arteta di Tepi Jurang

Laga melawan Tottenham Hotspur dalam Derby London Utara akhir pekan ini akan menjadi batu ujian pertama. Jika Arsenal kembali kehilangan poin dan Manchester City terus mendekat, tekanan untuk memecat Arteta bisa terjadi sebelum musim berakhir. Manajemen Arsenal harus segera memutuskan: bertahan dengan manajer yang membangun fondasi tetapi gagal berbuah gelar, atau memulai era baru dengan juru taktik baru yang siap membawa SEPAK BOLA INGGRIS ke pangkuan Arsenal?

FAQ: Tanya Jawab Seputar Masa Depan Arteta

1. Berapa kali Arsenal menjadi runner-up di bawah Mikel Arteta?
Arsenal telah finis sebagai runner-up Liga Inggris sebanyak tiga kali di bawah Mikel Arteta, yaitu pada musim 2022-2023, 2023-2024, dan 2024-2025.

2. Siapa kandidat pengganti Arteta jika dipecat?
Beberapa nama yang beredar di media Inggris antara lain Simone Inzaghi, Hansi Flick, dan Zinedine Zidane.

3. Apa penyebab utama krisis Arsenal di tahun 2026?
Penurunan performa disebabkan oleh manajemen permainan yang buruk setelah unggul, serta kepanikan pemain di menit-menit krusial yang mengakibatkan hilangnya poin dari posisi menang .

Kesimpulan

Musim 2025/2026 adalah penentuan bagi era Mikel Arteta di Arsenal. Setelah tiga kali finish sebagai runner up, predikat tersebut tidak lagi cukup. Arsenal membutuhkan gelar, dan jika kembali gagal, manajemen diprediksi akan menarik tuas darurat. SIARANBOLA akan terus memantau perkembangan situasi di kubu The Gunners, apakah sang arsitek asal Spanyol mampu membalikkan tekanan menjadi trofi, atau justru menjadi korban dari ambisi klub yang sudah 22 tahun haus gelar liga.