siaranbola – Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mewarisi sejumlah persoalan yang belum terselesaikan sejak era Enzo Maresca. Situasi ini semakin terlihat setelah hasil imbang 1-1 melawan Burnley, yang diwarnai gol penyeimbang dramatis pada menit ke-93.
Hasil tersebut membuat Chelsea kembali kehilangan poin penting di kandang sendiri. Padahal, secara statistik, The Blues justru menjadi tim dengan poin kandang terbanyak di Liga Premier musim ini, yakni 17 poin.
Bagi penggemar yang rutin mengikuti perkembangan Skor Bola 365, performa inkonsisten Chelsea tentu menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga : Hasil Manchester City 2-1 Newcastle United 22 Februari 2026

Masalah Disiplin Jadi Sorotan
Salah satu persoalan terbesar Chelsea musim ini adalah disiplin pemain. Kartu merah Wesley Fofana pada menit ke-72 menjadi kartu merah keenam Chelsea musim ini jumlah terbanyak di Liga Premier saat ini.
Kondisi tersebut menyamai rekor kartu merah terbanyak klub dalam satu musim Liga Premier, terakhir terjadi pada musim 2007-08. Ironisnya, musim ini masih menyisakan 11 pertandingan, sehingga potensi bertambahnya kartu merah masih terbuka.
Bermain dengan 10 pemain jelas memengaruhi stabilitas tim. Setelah Joao Pedro membuka keunggulan, Chelsea kehilangan kontrol permainan dan akhirnya harus puas dengan hasil imbang.
Rosenior Akui Tim “Membakar Empat Poin”
Sebelumnya, Chelsea juga bermain imbang 2-2 melawan Leeds di Stamford Bridge. Rosenior menyebut timnya telah “membakar empat poin” dari dua pertandingan kandang terakhir.
Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan selalu dievaluasi secara menyeluruh.
“Ada penyelidikan setelah setiap pertandingan, baik kita menang atau kalah,” ujar Rosenior.
Namun, kali ini reaksi sang pelatih terlihat lebih emosional dibanding laga-laga sebelumnya. Sejak ditunjuk menggantikan Maresca yang hengkang pada Hari Tahun Baru akibat konflik dengan manajemen, Rosenior memang masih dalam tahap memahami karakter para pemainnya.
“Saya sedang mempelajari para pemain. Saya ingin tahu siapa yang bisa diandalkan saat situasi sulit dan ketika kami harus mengamankan pertandingan,” tambahnya.
Kesalahan Penjagaan Berujung Petaka
Gol penyeimbang Burnley yang dicetak Zian Flemming terjadi akibat kesalahan koordinasi di lini pertahanan. Ia mendapatkan ruang bebas untuk menyundul bola di tengah kotak penalti.
Tak lama berselang, pemain pengganti Burnley Jacob Bruun Larsen hampir mencetak gol lewat situasi serupa.
Rosenior mengakui adanya kesalahan dalam penugasan penjagaan.
“Ada kesalahan dalam penugasan penjagaan. Saya di sini bukan untuk menjatuhkan pemain saya akan selalu melindungi mereka. Tapi ada pemain yang ditugaskan menjaga pemain yang salah.”
Evaluasi mendalam pun dijanjikan akan dilakukan selama pekan berjalan.
Tantangan Berat di Sisa Musim
Menariknya, satu-satunya kemenangan Chelsea saat bermain dengan 10 orang musim ini terjadi saat bertandang ke Nottingham Forest, ketika mereka tetap mampu mengamankan tiga poin meski kehilangan pemain pada menit ke-87.
Konsistensi jelas menjadi pekerjaan rumah utama Rosenior jika ingin membawa Chelsea kembali stabil di papan klasemen. Dengan 11 pertandingan tersisa, setiap poin akan sangat menentukan.
Para pengamat dan pembaca setia Skor Bola 365 tentu akan terus memantau apakah Chelsea mampu bangkit atau justru semakin terpuruk di fase akhir musim ini.










