Manchester City Bangkit: Dari Musim Tanpa Trofi ke Ambisi Treble Domestik

siaranbola – Setahun lalu, Manchester City berada dalam situasi yang tidak biasa. Klub yang identik dengan kesuksesan itu harus menghadapi kenyataan pahit: musim tanpa trofi pertama sejak 2017. Namun, hanya dalam waktu 12 bulan, Pep Guardiola berhasil membalikkan keadaan secara drastis.

Kini, City kembali menjadi salah satu tim paling ditakuti di Inggris, dengan peluang besar untuk mencetak sejarah sebagai tim Inggris kedua yang meraih treble domestik prestasi yang pernah mereka capai sendiri pada 2019.

Baca juga : Hasil Liverpool Vs Palace 25 April: Kemenangan dengan Harga Mahal

Man City Vs Southampton: Haaland Menangkan Citizens 1-0

Transformasi Cepat di Bawah Guardiola

Perubahan besar yang dilakukan Guardiola terlihat jelas musim ini. City sudah mengamankan trofi Piala Carabao di Wembley dan tetap menjadi penantang kuat dalam perburuan gelar Liga Premier.

Tak hanya itu, mereka juga berhasil mencapai final Piala FA untuk keempat kalinya secara berturut-turut sebuah rekor yang menegaskan konsistensi luar biasa tim ini.

Bagi para penggemar siaranbola, performa City musim ini menjadi salah satu cerita paling menarik untuk diikuti.


Jalan Terjal Menuju Final Piala FA

Perjalanan menuju final tidaklah mudah. Dalam laga semifinal, City harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan mengejutkan dari Southampton.

Tertinggal lebih dulu, mereka menunjukkan mental juara dengan mencetak dua gol di menit-menit akhir. Kemenangan dramatis ini memastikan tempat mereka di final yang akan digelar pada Sabtu, 16 Mei di Wembley.


Rekam Jejak Final yang Beragam

Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan City di Piala FA penuh warna:

  • Menang atas Manchester United pada 2023 sebagai bagian dari treble bersejarah
  • Kalah dari rival yang sama di tahun berikutnya
  • Dikejutkan oleh Crystal Palace pada Mei lalu

Hasil yang naik turun ini menunjukkan bahwa meskipun dominan, City tetap menghadapi tantangan serius di kompetisi domestik.


Guardiola: “Masih Terlalu Jauh”

Meski peluang treble terbuka, Guardiola tetap bersikap realistis.

Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim liga, khususnya menghadapi Aston Villa. Setelah itu, barulah mereka bisa menilai peluang meraih tiga gelar.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi Guardiola yang selalu menekankan fokus dan konsistensi.


Dari Kekecewaan ke Kebangkitan

Musim lalu menjadi salah satu periode paling sulit bagi City. Mereka tertinggal hingga 18 poin di liga dan gagal meraih trofi besar.

Meski sempat memenangkan Community Shield, Guardiola menganggap musim tersebut sebagai kekecewaan besar. City hanya memastikan tiket Liga Champions di hari terakhir, sebelum kembali mengalami hasil kurang memuaskan di Piala Dunia Klub.

Kini, situasinya berbeda. City telah bangkit dan kembali menjadi kekuatan utama di sepak bola Inggris sesuatu yang terus menjadi sorotan utama dalam dunia siaranbola.