SIARANBOLA – Mencatat Tottenham Hotspur finis di peringkat 17 Premier League 2025/26. Dari 38 laga, Spurs menang 10 kali, seri 11 kali, dan kalah 17 kali. Total 41 poin. Perayaan selamat dari degradasi tidak bisa menutupi fakta memalukan ini.
SIARANBOLA menyoroti statistik yang mengerikan. Klub London Utara itu kebobolan 57 gol dan hanya mencetak 48 gol. SEPAK BOLA INGGRIS musim ini menyaksikan kemunduran paling tajam dari mantan raksasa.
Baca Juga: Mohamed Salah dan Warisan Besarnya di Liverpool
Angka Brutal di Balik 41 Poin Spurs
SIARANBOLA merangkum data Premier League resmi musim 2025/26 untuk Tottenham. Ini bukan performa tim papan tengah, melainkan tim zona degradasi.
Fakta cepat dari SIARANBOLA:
-
17 kekalahan dari 38 pertandingan (44.7% laga berakhir kalah)
-
Hanya 10 kemenangan sepanjang musim
-
5 kemenangan kandang dari 19 laga (terburuk ke-4 di liga)
-
Selisih gol -9 (48 gol untuk, 57 gol kemasukan)
-
7 kali kalah dengan selisih 2 gol atau lebih
Rata-rata gol per laga Spurs: 1.26 (terendah sejak 2015). Rata-rata kebobolan: 1.5 per laga.
SIARANBOLA menilai 41 poin hanyalah 4 poin di atas zona degradasi (posisi ke-18 mendapat 37 poin). Spurs selamat karena faktor keberuntungan, bukan karena kualitas.
Update Skuad 2025/26 – Para Pemain yang Gagal Total
SIARANBOLA menyoroti tiga entity penting yang menjadi biang kegagalan musim ini.
James Maddison – Cedera dan Performa Buruk
Maddison hanya tampil 21 kali karena cedera ACL di pertengahan musim. Sebelum cedera, ia mencatat 3 gol dan 2 assist. Angka ini sangat buruk untuk seorang playmaker utama.
Micky van de Ven – Cepat Tapi Ceroboh
Bek Belanda itu mencetak 2 gol, tetapi 8 kartu kuning dan 1 kartu merah. Van de Ven sering tertinggal dalam skema high line. Ia menjadi penyebab langsung 5 gol lawan.
Richarlison – Gagal sebagai Ujung Tombak
Striker asal Brasil itu hanya mencetak 7 gol dari 29 laga. Ia kehilangan 11 peluang emas (big chances missed) terbanyak di tim.
Wajah Baru 2025 yang Tak Membawa Perubahan
Musim panas 2025, Spurs merekrut beberapa nama. Hasilnya nihil.
-
Mohammed Kudus (dari West Ham): 6 gol, 2 assist – tidak konsisten
-
Mathys Tel (permanen dari Bayern): 5 gol, 4 assist – masih hijau
-
Xavi Simons (pinjaman dari PSG): 3 gol, cedera 4 bulan
-
Joao Palhinha (pinjaman dari Bayern): 1 gol, kartu kuning 9
SIARANBOLA menilai kegagalan rekrutmen adalah akar masalah. Tidak ada pemimpin di lapangan setelah kepergian Son Heung-min ke LAFC pada Januari 2026.
Analisis: 41 Poin, Peringkat 17 – Bukan Keberhasilan
SIARANBOLA menegaskan perbedaan antara bertahan dan berprestasi. Spurs hanya unggul 4 poin dari tim degradasi (Burnley, 37 poin).
Dengan 41 poin, Spurs seharusnya finis di peringkat 14 atau 15 dalam musim normal. Namun kompetisi musim 2025/26 sangat ketat. Tim peringkat 15 (Everton) mengoleksi 43 poin.
SEPAK BOLA INGGRIS memiliki standar tinggi. Ekspektasi minimal Spurs adalah peringkat 10 besar. Kenyataannya, mereka finis di bawah Bournemouth (42 poin, peringkat 16) dan Fulham (44 poin, peringkat 14).
“41 poin adalah angka tim degradasi dalam 5 dari 10 musim terakhir. Spurs beruntung musim ini tim terbawah sangat buruk.” – Jamie Carragher, analis Sky Sports, Mei 2026
Fakta Cepat – 17 Kekalahan dan 57 Kebobolan
SIARANBOLA menyusun daftar fakta yang tak bisa dibantah:
-
Kekalahan terbesar: 1-5 dari Newcastle United (tandang)
-
Kekalahan kandang terbesar: 0-4 dari Aston Villa (Maret 2026)
-
8 kekalahan tandang dari 19 laga
-
4 kali kalah beruntun di bulan Maret (rekor terburuk klub)
-
Kebobolan 3+ gol dalam 7 pertandingan
-
Hanya 3 clean sheet sepanjang musim (terburuk di liga bersama Burnley)
Tidak ada satu pun statistik positif yang menonjol dari musim ini.
Tiga Pelatih dalam Satu Musim – Kekacauan Total
SIARANBOLA mencatat Spurs berganti pelatih tiga kali pada 2025/26.
-
Thomas Frank (Agustus – November 2025): 12 laga, 3 menang, 2 seri, 7 kalah. Dipecat setelah kekalahan 0-3 dari Brentford.
-
Igor Tudor (November 2025 – Maret 2026): 15 laga, 4 menang, 4 seri, 7 kalah. Rekor 1.07 poin per laga.
-
Roberto De Zerbi (Maret – Mei 2026): 11 laga, 3 menang, 5 seri, 3 kalah. Berhasil selamatkan tim dari degradasi.
SIARANBOLA menilai pergantian pelatih ini menghancurkan konsistensi taktik. Setiap pelatih membawa filosofi berbeda. Pemain bingung.
Dampak Jangka Panjang – Reputasi dan Finansial
SIARANBOLA memprediksi efek domino dari musim memalukan ini. Peringkat 17 adalah noda hitam di papan nama Tottenham.
Pemain bintang tak akan mau datang. SEPAK BOLA INGGRIS terlalu kompetitif. Tanpa tiket Eropa, Spurs kehilangan £40-50 juta pendapatan.
Kepergian Son Heung-min (ke LAFC, Januari 2026) dan Cristian Romero (ke Real Madrid, Agustus 2025) meninggalkan lubang kepemimpinan. Tidak ada pengganti setara.
SIARANBOLA memperkirakan musim panas 2026 akan sulit bagi Spurs. Mereka harus berkompetisi dengan Leicester dan Southampton yang promosi. Tanpa investasi £150 juta lebih, Spurs akan kembali berjuang di papan bawah.
Perbandingan dengan Musim Sebelumnya
SIARANBOLA menyajikan data komparatif:
| Musim | Peringkat | Poin | Menang | Kalah | Kebobolan |
|---|---|---|---|---|---|
| 2024/25 | ke-5 | 63 | 18 | 12 | 45 |
| 2025/26 | ke-17 | 41 | 10 | 17 | 57 |
Penurunan 22 poin dan 8 kemenangan lebih sedikit. Ini bukan fluktuasi. Ini adalah keruntuhan sistemik.
SEPAK BOLA INGGRIS mencatat ini sebagai kemunduran tercepat ketiga dalam sejarah Premier League, setelah Leicester City (2023/24) dan Leeds United (2021/22).
FAQ – Pertanyaan Populer tentang Spurs 2025/26
Q: Apakah 41 poin cukup untuk bertahan di Premier League?
SIARANBOLA menjawab cukup, tapi hanya karena musim ini tim degradasi sangat lemah. Dalam 5 musim sebelumnya, 41 poin seringkali berarti peringkat 16 atau 17.
Q: Siapa pelatih Spurs untuk musim depan?
SIARANBOLA mengonfirmasi Roberto De Zerbi akan melanjutkan kontrak. Manajemen ingin stabilitas setelah tiga pergantian pelatih musim ini.
Q: Pemain mana yang paling mengecewakan selain Maddison?
SIARANBOLA menilai Richarlison adalah yang terburuk. 7 gol dari 29 laga dengan harga £60 juta adalah kegagalan besar.
Q: Bisakah Spurs bangkit musim depan?
SIARANBOLA memprediksi sangat sulit tanpa perombakan besar. Spurs butuh setidaknya 5 pemain starter baru dan sistem taktik yang jelas.
Rekomendasi Internal & Eksternal
SIARANBOLA merekomendasikan pembaca untuk melihat analisis detail di SEPAK BOLA INGGRIS.
Untuk data resmi Premier League, kunjungi premierleague.com. Untuk laporan finansial klub, lihat situs UEFA (uefa.com).
SIARANBOLA juga menyarankan membaca analisis dari The Athletic dan Sky Sports untuk perspektif tambahan.
Kesimpulan – 41 Poin dan Peringkat 17 Adalah Kegagalan Total
SIARANBOLA menegaskan: 41 poin, 10 kemenangan, dan 57 kebobolan bukanlah prestasi. Ini adalah kegagalan total sebuah klub besar.
Data Premier League resmi tidak bisa dibantah. Spurs hanya unggul 4 poin dari zona degradasi. Mereka kalah 17 kali – hampir separuh musim.
SIARANBOLA memprediksi musim panas 2026 akan menjadi titik kritis. Jika Roberto De Zerbi tidak diberi dana besar, musim depan Spurs bisa benar-benar terdegradasi. SEPAK BOLA INGGRIS tidak kenal ampun. Satu hal yang pasti: perayaan selamat sudah usai. Kini saatnya kerja nyata.










