Jepang vs Belanda 2-2 via siaranbola, Moriyasu Kecewa

siaranbola: Hasil imbang Jepang vs Belanda 2-2, pelatih Hajime Moriyasu kecewa

siaranbola – Timnas Jepang sukses menahan imbang Belanda 2-2 dalam laga uji coba internasional di Amsterdam Arena, Senin (15/6/2026). Namun pelatih Hajime Moriyasu justru kecewa berat. Ia menilai anak asuhnya kehilangan dua poin akibat kelalaian di menit akhir.

BACA JUGA : Prediksi Swedia vs Tunisia: Laga Penentu Grup F yang Sengit


Jalan Pertandingan: Dua Kali Unggul, Dua Kali Dikejar

Laga berlangsung sengit sejak awal. Jepang bermain berani melawan skuad De Oranje.

Belanda mendominasi penguasaan bola. Tapi Jepang lebih efektik dalam transisi.

Gol pertama datang dari Takefusa Kubo pada menit ke-23. Pemain Real Sociedad itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang.

siaranbola mencatat assist cantik dari Kaoru Mitoma. Winger Brighton itu menusuk dari sisi kiri sebelum memberikan umpan terobosan.

Belanda menyamakan skor di menit ke-38. Cody Gakpo menjadi aktor utama. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti Jepang. Tendangan volinya tak bisa dihentikan kiper Zion Suzuki.

Babak kedua berjalan lebih agresif. Jepang kembali unggul di menit ke-62. Ayase Ueda menyundul umpan silang Yukinari Sugawara. Skor 2-1 untuk Samurai Biru.

Namun keunggulan itu bertahan hanya 15 menit. Memphis Depay mencetak gol penyeimbang di menit ke-77. Ia lolos dari jebakan offside setelah umpan terobosan Frenkie de Jong.

Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.


Statistik Kunci Pertandingan

Berikut data penting dari laga Jepang vs Belanda:

  • Penguasaan bola: Belanda 63% – 37% Jepang

  • Total tembakan: Belanda 18 – 9 Jepang

  • Tembakan tepat sasaran: Belanda 7 – 5 Jepang

  • Pelanggaran: Jepang 12 – 8 Belanda

  • Kartu kuning: Masing-masing 2 kartu

  • Offside: Jepang 3 – 1 Belanda

Data ini menunjukkan berita bola terkini bahwa Jepang lebih efisien. Tapi efisiensi saja tidak cukup.


Reaksi Hajime Moriyasu: Kecewa Bukan Marah

Pelatih Hajime Moriyasu tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia memberikan pernyataan tegas usai laga.

“Saya tidak marah kepada pemain. Tapi saya kecewa. Kami kehilangan konsentrasi dua kali. Itu tidak boleh terjadi di level ini.”

Moriyasu menekankan evaluasi segera. Ia ingin perbaikan sebelum Piala Dunia 2026.

Menurut siaranbola, ini adalah sisi tegas pelatih berusia 57 tahun tersebut. Ia tidak pernah puas dengan hasil imbang. Targetnya selalu kemenangan.

“Kami bisa menang 2-0. Tapi kami malah bermain lambat setelah unggul. Itu kesalahan taktis dan mental,” tambah Moriyasu.


Analisis Mendalam: Masalah Klasik Jepang di Lini Belakang

Hasil imbang ini membuka kelemahan struktural Jepang. Ada tiga masalah utama yang terlihat jelas.

1. Fokus Menurun Setelah Unggul

Jepang dua kali unggul. Dua kali pula kehilangan keunggulan dalam waktu singkat.

Gol pertama Depay terjadi hanya 180 detik setelah Ueda mencetak gol kedua. Ini indikasi rapuhnya mental tim.

2. Koordinasi Bek Sayap Lemah

Yukinari Sugawara dan Hiroki Ito sering terlambat mundur. Denzel Dumfries dan Cody Gakpo berkali-kali menusuk dari sisi sayap.

Statistik siaranbola menunjukkan 12 dari 18 tembakan Belanda berasal dari sisi sayap. Itu angka yang mengkhawatirkan.

3. Duet Gelandang Bertahan Belum Solid

Wataru Endo dan Hidemasa Morita tampil kurang agresif. Mereka kehilangan duel udara melawan Tijani Reijnders dan Jerdy Schouten.

Akibatnya, lini kedua Belanda bebas bergerak. Frenkie de Jong mencatatkan 92% akurasi umpan. Ia mengatur ritme permainan dengan bebas.


Entity Penting dalam Laga Ini

Tiga entitas utama yang mewarnai pertandingan:

  • Hajime Moriyasu – Pelatih yang dikenal disiplin. Ia membawa Jepang ke 16 besar Piala Dunia 2022. Kini targetnya adalah perempat final 2026.

  • Cody Gakpo – Penyerang Liverpool yang jadi momok bagi Asia. Ia mencetak 4 gol dalam dua laga terakhir kontra tim AFC.

  • Zion Suzuki – Kiper muda Parma. Ia melakukan 5 penyelamatan penting. Tapi tetap kebobolan dua gol akibat kelalaian lini depan.


Respons Pemain: Kubo dan Gakpo Bicara

Takefusa Kubo mengakui timnya kurang beruntung. “Kami bermain bagus. Tapi sepak bola soal hasil akhir. 2-2 terasa seperti kekalahan.”

Sementara itu, Cody Gakpo memuji ketangguhan Jepang. “Mereka tidak pernah menyerah. Tapi kami pantas menang berdasarkan peluang.”

siaranbola mencatat ini adalah hasil imbang keempat Jepang dalam tujuh laga terakhir. Pola ini mengkhawatirkan.


Dampak Hasil Imbang bagi Ranking FIFA

Hasil imbang 2-2 ini berdampak langsung pada ranking FIFA Jepang.

  • Jepang turun 1 poin dari 1.524 menjadi 1.523

  • Peringkat Jepang stagnan di posisi 18 dunia

  • Belanda tetap di peringkat 7 dengan tambahan 0,5 poin

Berita bola dari UEFA dan AFC menyebut laga ini sebagai uji coba Kelas A. Artinya berdampak penuh pada ranking.


Prediksi Moriyasu ke Depan

Pelatih Hajime Moriyasu akan melakukan perubahan besar. Targetnya adalah laga melawan Australia di Kualifikasi Piala Dunia bulan depan.

siaranbola merangkum tiga langkah yang kemungkinan diambil:

  • Mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 3-4-2-1

  • Memasangkan Ko Itakura dan Takehiro Tomiyasu sebagai bek tengah

  • Menurunkan Daichi Kamada sebagai gelandang serang penuh

Moriyasu juga akan memanggil dua pemain naturalisasi baru. Mereka adalah bek kiri berdarah Jepang-Brasil dan gelandang bertahan dari Jerman.


FAQ

1. Mengapa Hajime Moriyasu kecewa meski timnya imbang melawan Belanda?

Moriyasu kecewa karena Jepang dua kali unggul dan dua kali gagal mempertahankan keunggulan. Ia menilai timnya kehilangan konsentrasi di momen krusial. Target pelatih adalah kemenangan, bukan sekadar hasil imbang.

2. Apa kelemahan utama Jepang dalam laga ini menurut analisis siaranbola?

Kelemahan utama ada di koordinasi lini belakang dan fokus setelah unggul. Bek sayap sering terlambat mundur. Gelandang bertahan juga kalah duel udara. Akibatnya, Belanda leluasa menusuk dari sisi sayap.

3. Kapan pertandingan selanjutnya bagi Timnas Jepang setelah lawan Belanda?

Jepang akan menghadapi Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga dijadwalkan pada 10 September 2026. Ini laga krusial untuk merebut tiket otomatis ke putaran final.


Kesimpulan

Hasil imbang 2-2 Jepang vs Belanda adalah sinyal peringatan. siaranbola menilai kualitas ofensif Jepang sudah setara elite Eropa. Tapi masalah konsistensi dan fokus masih menghantui.

Hajime Moriyasu tidak bisa menerima hasil ini. Ia menginginkan perubahan mental dan taktik. Jika tidak segera diperbaiki, mimpi Jepang menembus perempat final Piala Dunia 2026 akan sulit terwujud.

Pantau terus siaranbola untuk update eksklusif seputar berita bola internasional. Jadwalkan laga, hasil akhir, hingga analisis taktik hanya bersama portal berita terpercaya Anda.