Dari Pahlawan ke Cadangan: Bisakah Bellingham Bangkit di Piala Dunia 2026?

SIARANBOLA Jawabannya: mungkin, tetapi jalan menuju ke sana terjal. Jude Bellingham memasuki Piala Dunia 2026 dengan status yang sangat berbeda dari dua tahun lalu. Dari pahlawan Euro 2024 yang tak tersentuh, ia kini harus berjuang keras membuktikan dirinya di mata Thomas Tuchel. SIARANBOLA melihat secara mendalam peluang dan tantangan bagi bintang Real Madrid ini untuk bersinar lagi di panggung terbesar dunia.

Dari Pahlawan Euro 2024 ke Tekanan Piala Dunia 2026

Siapa yang bisa melupakan momen magis Bellingham di Euro 2024? Gol salto spektakulernya di menit 90+4 melawan Slovakia menyelamatkan Inggris dari kekalahan memalukan. Statusnya sebagai “putra emas” sepak bola Inggris tampak tak tergoyahkan saat itu. Namun dua tahun berselang, ceritanya berubah drastis.

Baca Juga: Thomas Tuchel Tetap Pertahankan Gaya Fisik Inggris di Piala Dunia Meski Cuaca Panas

Sejak awal 2026, Jude Bellingham hanya mencetak dua gol dan satu assist untuk Real Madrid di semua kompetisi. SIARANBOLA mencatat, performanya di La Liga juga jauh dari ekspektasi. Dari 28 penampilan liga, ia baru mengoleksi 6 gol dan 4 assist—angka yang layak, tetapi jauh dari standar superstar 19 gol di musim debutnya.

Faktor Penyebab Penurunan Performa Bellingham

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Ada tiga faktor utama yang memengaruhinya:

Cedera dan Beban Kerja Berlebih
Bellingham melewatkan awal musim 2025/26 karena operasi bahu. Ia juga absen karena cedera hamstring. Akumulasi cedera dan jadwal padat membuat tubuhnya kehilangan ketajaman optimal.

Efek Kedatangan Mbappé di Real Madrid
Kedatangan Kylian Mbappé mengubah struktur taktik Real Madrid secara fundamental. Bellingham yang dulu bebas bergerak sebagai “nomor 10” kini harus turun lebih dalam untuk menjaga keseimbangan tim. Ia mengorbankan insting mencetak gol demi tugas bertahan.

Persaingan di Timnas Inggris
Di bawah Tuchel, Bellingham hanya menjadi starter dalam 4 dari 13 pertandingan. Morgan Rogers dari Aston Villa justru tampil dalam 12 dari 13 laga dan menjadi satu-satunya pemain yang tampil di seluruh 8 laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Persaingan dengan Morgan Rogers: Ancaman Nyata

Nama Morgan Rogers menjadi kata kunci dalam perdebatan posisi Bellingham di timnas. Pemain Aston Villa ini dianggap lebih cocok dengan filosofi Tuchel yang mengutamakan disiplin taktik dan spesialisasi posisi.

Statistik perbandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan kesenjangan yang mencolok:

  • Jude Bellingham: Hanya tampil di 4 dari 8 laga kualifikasi

  • Morgan Rogers: Tampil di 8 dari 8 laga kualifikasi (100%)

  • Menit bermain Bellingham dalam 12 bulan terakhir untuk Inggris: hanya 128 menit

Tuchel sendiri mengakui situasi ini dengan blak-blakan: “Dia adalah salah satu starter, dia tahu itu, tapi kami memiliki 14 atau 15 calon starter. Peran selalu bisa berubah.”

Luka dan Pemulihan Hubungan dengan Tuchel

Hubungan Bellingham dengan Tuchel sempat retak. Pelatih asal Jerman itu pernah menggambarkan perilaku Bellingham saat dikalahkan Senegal sebagai “menjijikkan”—komentar yang kemudian ia minta maaf. Tuchel juga sempat “meninjau” reaksi Bellingham saat ditarik keluar dalam laga melawan Albania.

Namun kabar baiknya, hubungan itu mulai membaik menjelang Piala Dunia 2026. Bellingham tampil impresif dalam laga uji coba melawan Selandia Baru di Tampa, masuk sebagai pemain pengganti di babak pertama dan dipercaya mengenakan ban kapten. Tuchel memuji kondisi Bellingham: “Dia sebenarnya berada di ‘sweet spot’. Dia kembali, segar, ingin bermain, dan dalam performa terbaik.”

Peluang Bellingham di Piala Dunia 2026

Inggris memulai kampanye Piala Dunia 2026 di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Laga pembuka melawan Kroasia di AT&T Stadium, Dallas, pada 18 Juni 2026 akan menjadi ujian besar

Bellingham saat ini memiliki 48 caps untuk Inggris. Jika tampil dua kali di turnamen ini, ia akan menjadi pemain termuda Inggris yang mencapai 50 caps, melampaui rekor Wayne Rooney (23 tahun 159 hari).

Dukungan datang dari mantan kiper Inggris Paul Robinson: “Dari apa yang kami lihat di sini dan dari apa yang kami dengar dari kamp dan rekan setimnya, Inggris mendapatkan kembali Jude Bellingham yang dulu. Dia terlihat bugar dan fokus seperti yang sudah lama tidak terlihat.”

Analisis: Bisakah Bellingham Bersinar Lagi?

SIARANBOLA melihat tiga skenario untuk Bellingham di Piala Dunia 2026:

  1. Skenario Terbaik: Ia tampil sebagai pemain pengganti yang menentukan di fase grup, kemudian merebut posisi starter di fase gugur dan menjadi bintang turnamen seperti di Euro 2024.

  2. Skenario Realistis: Ia menjadi bagian penting dari rotasi skuad, tampil solid namun tidak spektakuler, dengan 1-2 gol dan performa konsisten.

  3. Skenario Terburuk: Cedera kambuh atau persaingan dengan Rogers terlalu ketat, membuatnya hanya menjadi penghangat bangku cadangan sepanjang turnamen.

Faktor kunci yang akan menentukan: Kebugaran fisiknya, kemampuan beradaptasi dengan sistem Tuchel, dan momen-momen besar yang bisa ia ciptakan seperti di Euro 2024.

Fakta Cepat Jude Bellingham Menuju Piala Dunia 2026

  • Usia: 22 tahun (akan berusia 23 saat turnamen berlangsung)

  • Caps Inggris: 48 penampilan, 6 gol, 7 assist

  • Rekor kemenangan: 32 kemenangan dari 48 caps—setara dengan rekor yang dicapai beberapa pemain senior dalam 50 caps pertama mereka

  • Target: Menjadi pemain termuda Inggris dengan 50 caps

  • Laga pembuka: Inggris vs Kroasia, 18 Juni 2026, Dallas

FAQ

1. Apakah Bellingham pasti menjadi starter di Piala Dunia 2026?
Tidak. Thomas Tuchel secara terbuka menyatakan Bellingham harus berjuang untuk posisinya. Ia hanya menjadi starter dalam 4 dari 13 pertandingan di bawah Tuchel. Persaingan dengan Morgan Rogers sangat ketat.

2. Apa penyebab utama penurunan performa Bellingham?
Tiga faktor: cedera bahu dan hamstring yang berkepanjangan, perubahan peran taktik di Real Madrid akibat kedatangan Mbappé, dan beban kerja berlebih yang menguras energi fisiknya.

3. Bagaimana peluang Inggris di Piala Dunia 2026 dengan atau tanpa Bellingham?
Inggris tetap menjadi salah satu kandidat juara dengan skuad yang dalam. Namun Bellingham adalah pemain dengan “X Factor” yang bisa menjadi pembeda antara sukses dan kegagalan di turnamen besar.

Kesimpulan

Jude Bellingham memasuki Piala Dunia 2026 bukan sebagai superstar yang tak tersentuh, melainkan sebagai pemain yang harus membuktikan dirinya kembali. Cedera, perubahan taktik, dan persaingan ketat dari Morgan Rogers telah menggerus status istimewanya. Namun SIARANBOLA menilai, bakat dan mentalitas juara Bellingham tidak pernah hilang. Jika ia bisa memanfaatkan momen di Dallas melawan Kroasia pada 18 Juni 2026, jalan untuk kembali menjadi ikon Inggris terbuka lebar. Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung kebangkitannya—atau justru akhir dari era kejayaannya. Kita tunggu jawabannya di lapangan hijau Amerika Utara.

Informasi lebih lengkap seputar jadwal, skuad, dan analisis mendalam Piala Dunia 2026 hanya di SIARANBOLA dan portal berita bola kami.