siaranbola – Charles De Ketelaere sedang menikmati momen terbaik dalam kariernya. Pemain Atalanta berusia 25 tahun ini menjadi bintang kemenangan Belgia 4-1 atas Amerika Serikat di 16 besar Piala Dunia 2026. Dua gol dan satu assist dalam satu pertandingan membuat namanya bersinar di panggung dunia. siaranbola menyajikan analisis mendalam tentang kebangkitan pemain yang sempat gagal di AC Milan ini.
BACA JUGA : Hasil Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026: Comeback Lewat Siaranbola
Dari Gagal di AC Milan Menjadi Bintang Piala Dunia
Perjalanan karier Charles De Ketelaere penuh dengan lika-liku. Pada 2022, AC Milan merekrutnya dengan nilai transfer sekitar 35 juta euro. Banyak yang membandingkannya dengan legenda Kaká karena gaya bermainnya yang elegan. Namun harapan tinggi itu sirna. De Ketelaere gagal mencetak satu gol pun di musim pertamanya bersama AC Milan.
Kebangkitannya dimulai setelah pindah ke Atalanta. Pada musim debutnya, ia mencatatkan 14 gol dan 11 assist serta membantu tim menjuarai Liga Europa 2024. Musim berikutnya ia terlibat dalam 25 gol sebelum cedera lutut memaksanya menjalani operasi.
Statistik kunci karier Charles De Ketelaere:
-
AC Milan (2022-2023): 0 gol, 1 assist dalam satu musim
-
Atalanta (2023-2024): 14 gol, 11 assist, juara Liga Europa
-
Atalanta (2024-2025): 25 keterlibatan gol (gol+assist)
-
Serie A 2025/2026: 3 gol dalam 31 penampilan
-
Piala Dunia 2026: 2 gol dalam 1 laga (16 besar)
Malam Bersejarah di Seattle Melawan Amerika Serikat
Pada 7 Juli 2026, Charles De Ketelaere menulis sejarah. Ia menjadi pemain Belgia pertama yang mencetak 2 gol dan 1 assist dalam satu pertandingan knockout Piala Dunia atau Piala Eropa.
Rentetan aksi De Ketelaere melawan AS:
-
Menit ke-9: Gol pembuka dari umpan silang Nicolas Raskin
-
Menit ke-33: Gol kedua lewat sundulan dari umpan Leandro Trossard
-
Babak kedua: Assist untuk gol Hans Vanaken setelah kiper AS melakukan kesalahan
-
Rating FIFA: 8.5 dari Sofascore, dinobatkan sebagai Man of the Match
Belgia hanya menguasai bola 40% dibandingkan 53% milik AS. Namun efisiensi luar biasa: 15 tembakan, 7 tepat sasaran, 4 gol. De Ketelaere membuktikan bahwa kualitas mengalahkan kuantitas.
Kutipan De Ketelaere: “Hari Terbaik dalam Karier Saya”
Usai pertandingan, Charles De Ketelaere berbagi perasaannya kepada La Gazzetta dello Sport.
“Ini adalah hari terbaik dalam karier saya dan penampilan terbaik dengan seragam ini. Saya belum pernah mencetak gol di pertandingan knockout dan ini perasaan yang fantastis—untuk saya, tim, dan seluruh negeri.”
Ia juga menanggapi kritik mengenai perannya sebagai striker utama:
“Saya mendengar kritik, tapi saya tidak membiarkannya memengaruhi perasaan saya. Dalam karier saya, saya sudah melewati ini berkali-kali dan saya hanya berpikir untuk terus maju.”
Pelatih Belgia Rudi Garcia tetap memberinya kepercayaan meski sempat ada keraguan. De Ketelaere membalasnya dengan performa terbaik sepanjang kariernya.
Analisis: Mengapa Momen Ini Begitu Spesial?
Charles De Ketelaere bukan sekadar mencetak gol. Ia menunjukkan transformasi mental yang luar biasa. Dari pemain yang kehilangan kepercayaan diri di AC Milan, ia kini menjadi penerus Kevin De Bruyne di tim nasional.
Tiga faktor kunci kebangkitan De Ketelaere:
-
Peran yang tepat – Di Atalanta, ia ditempatkan sebagai striker utama, posisi yang memaksanya lebih sering berada di kotak penalti
-
Lingkungan yang mendukung – Atalanta memberinya waktu dan kepercayaan untuk berkembang
-
Pengalaman pahit – Kegagalan di AC Milan membentuk ketahanan mentalnya
Atalanta sendiri mendapat keuntungan dari penampilan ini. De Ketelaere adalah pemain Atalanta pertama yang mencetak gol di Piala Dunia sejak Claudio Caniggia pada 1990.
Tantangan Berikutnya: Menghadapi Spanyol di Perempat Final
Belgia kini akan menghadapi Spanyol di perempat final. De Ketelaere sudah menyiapkan diri:
“Spanyol? Saya akan melakukan yang terbaik. Kami tahu seberapa kuat mereka, tapi jika Belgia bermain di level terbaiknya, kami bisa bersaing dengan siapa pun.”
Prediksi siaranbola: Jika De Ketelaere mempertahankan performanya, Belgia punya peluang besar menembus semifinal. Ia telah membuktikan dirinya sebagai pemain big-match yang bisa tampil di momen-momen krusial.
FAQ
1. Apa yang membuat Charles De Ketelaere disebut pewaris Kevin De Bruyne?
De Ketelaere memiliki postur tinggi 192 cm, kaki kiri terampil, dan mampu bermain di multiple posisi serang seperti gelandang serang, sayap, maupun striker. Gaya bermainnya yang serba bisa dan visi lapangannya mengingatkan pada De Bruyne.
2. Mengapa De Ketelaere gagal di AC Milan?
De Ketelaere kesulitan menemukan posisi terbaik di AC Milan dan tidak mendapat kepercayaan penuh dari pelatih. Ia gagal mencetak gol dalam satu musim penuh, yang menghancurkan kepercayaan dirinya.
3. Berapa nilai transfer De Ketelaere ke Atalanta?
Atalanta awalnya meminjam De Ketelaere dari AC Milan pada 2023 dengan biaya €3 juta, kemudian mempermanenkannya pada 2024 dengan nilai sekitar €24 juta.
Kesimpulan
Charles De Ketelaere telah menemukan kembali jati dirinya. Dari pemain yang dianggap gagal di AC Milan, ia kini menjadi bintang Piala Dunia 2026 dan pahlawan Belgia. Dua gol dan satu assist melawan Amerika Serikat bukan sekadar statistik itu adalah pernyataan bahwa ia telah tiba di puncak kariernya. siaranbola akan terus memantau perjalanannya di perempat final melawan Spanyol. Satu hal yang pasti: De Ketelaere bukan lagi prospek masa depan. Ia adalah bintang masa kini.










