Gordon: Inggris Harus Berhenti Meniru Spanyol, Kembali ke DNA Sendiri

SIARANBOLA – Anthony Gordon tidak ingin Inggris terus terjebak dalam pencarian identitas yang salah. Winger Barcelona itu menegaskan bahwa mengendalikan pertandingan lewat penguasaan bola bukan bagian dari “DNA” sepak bola Inggris — dan Three Lions tidak perlu memaksakan diri meniru Spanyol untuk memenangkan turnamen besar.

Pernyataan itu disampaikan Gordon di St George’s Park, menjelang laga Nations League melawan Spanyol di Wembley, Sabtu (26/9/2026). Ini adalah pertemuan pertama Inggris dengan sang juara dunia sejak kekalahan di semifinal Piala Dunia 2026 dari Argentina.

Baca Juga: Christian Eriksen Tinggalkan Wolfsburg dengan Kesepakatan Bersama

Apa yang Sebenarnya Dikatakan Gordon?

Gordon berbicara dengan nada tenang, tetapi pesannya tajam. Ia menilai Inggris selama ini terlalu sibuk melihat ke luar, mencoba meniru negara lain yang lebih dulu sukses, alih-alih mengenali kekuatan sendiri.

“Sebagai sebuah bangsa, kita tidak punya kekuatan itu seperti Spanyol, di mana kita mengendalikan pertandingan seperti yang mereka lakukan,” kata Gordon. “Itu bukan bagian dari kami”.

Ia menambahkan bahwa pengalamannya bermain di La Liga bersama Barcelona membuka matanya. Menurut Gordon, cara pemain Spanyol mengambil keputusan di atas bola sangat berbeda — bukan sesuatu yang bisa diajarkan begitu saja

Mengapa Tuchel dan Gordon Sepakat soal DNA?

Perdebatan ini bukan hal baru. Setelah Inggris kalah 2-1 dari Argentina di semifinal Piala Dunia, Thomas Tuchel melontarkan komentar yang memicu kontroversi. Ia menyebut penguasaan bola “mungkin tidak ada dalam DNA kami seperti halnya DNA Spanyol atau Argentina-Brasil”.

Kritik datang dari berbagai pihak, termasuk Gary Neville. Namun Gordon justru membela sang manajer. Menurutnya, Tuchel hanya mengungkapkan apa yang selama ini terlihat di lapangan: Inggris kesulitan mempertahankan kontrol ketika tekanan meningkat.

Gordon bahkan mengakui bahwa para pemain turut bertanggung jawab atas kekalahan itu. “Kami sebagai pemain bisa berbuat lebih banyak untuk mengambil inisiatif, mengendalikan pertandingan,” ujarnya.

Ironi di Balik St George’s Park

Ada satu detail yang sering terlewat. Gordon menyampaikan pernyataan ini di St George’s Park — fasilitas yang justru dibangun untuk mengembangkan pemain Inggris dengan gaya teknis yang terinspirasi dari negara-negara seperti Spanyol. Konsep “England DNA” yang digagas mantan petinggi FA, Dan Ashworth, memang bertujuan mencetak pemain yang nyaman dengan bola.

Ironisnya, Gordon adalah produk dari sistem itu. Ia menonjol di tim muda Inggris, tetapi sekarang justru mempertanyakan apakah sistem tersebut membawa Inggris ke arah yang tepat.

Spanyol vs Inggris: Dua Cara Berbeda Menguasai Pertandingan

Spanyol dan Inggris sama-sama ingin mengendalikan pertandingan, tetapi caranya bertolak belakang.

Aspek Spanyol Inggris
Fokus utama Menguasai bola, mengatur tempo Transisi cepat, serangan langsung
Kekuatan fisik Kelihaian teknis dan positioning Kecepatan, duel, intensitas
Sumber pemain La Liga, akademi tiki-taka Premier League, atletis dan dinamis
Cara bertahan Menekan tinggi, merebut bola cepat Bertahan dalam blok, serang balik
Identitas Kontrol lewat bola Kontrol lewat momen

Apa yang Spanyol Lakukan Lebih Baik?

Spanyol tidak sekadar menguasai bola. Mereka tahu kapan harus memperlambat, kapan harus mempercepat, dan bagaimana membuat lawan kelelahan tanpa menyentuh bola. Di final Piala Dunia 2026, Spanyol menguasai 65% bola dan membatasi Argentina — tim yang diperkuat Lionel Messi — hanya dengan dua tembakan sepanjang 120 menit.

Itu bukan kebetulan. Itu hasil dari pendidikan sepak bola yang menekankan pengambilan keputusan, bukan sekadar kemampuan teknis.

Apa Kekuatan Asli Inggris?

Inggris punya hal yang tidak dimiliki Spanyol: kedalaman atletis di hampir setiap posisi. Pemain Inggris tumbuh di lingkungan Premier League yang menuntut intensitas tinggi, duel fisik, dan transisi cepat. Gordon menyebut kekuatan itu secara eksplisit: “bermain fisik, bermain direct, dan serangan balik”.

Apa Artinya “Bermain Sesuai Kekuatan Sendiri”?

Banyak orang salah paham ketika mendengar “berhenti meniru Spanyol”. Itu bukan berarti Inggris harus menendang bola panjang tanpa arah. Yang dimaksud Gordon adalah Inggris perlu berhenti memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Fisik, Direct, dan Serangan Balik

Inggris bisa menang tanpa harus menguasai 60% bola. Lihat bagaimana mereka mencapai semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan 6-4 atas Prancis di perebutan tempat ketiga menunjukkan bahwa Inggris mampu mencetak banyak gol ketika bermain terbuka dan memanfaatkan ruang.

Kuncinya bukan menghindari bola, tetapi menggunakan bola dengan cara yang sesuai dengan karakter pemain.

Bukan Berarti Anti-Possession

Yang perlu dipahami: tidak ada tim elite yang benar-benar anti-possession. Bahkan tim counter-attack terbaik tetap butuh menguasai bola pada momen-momen tertentu, terutama ketika mereka tertinggal atau ketika lawan menutup ruang.

Masalah Inggris bukan “tidak bisa” menguasai bola. Masalahnya adalah mereka tidak cukup nyaman melakukannya di bawah tekanan tinggi. Itu perbedaan yang penting.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meninggalkan pendekatan possession sepenuhnya juga bukan tanpa risiko.

Pertama, Inggris akan lebih sering kehilangan kendali pertandingan melawan tim yang sabar. Jika mereka hanya menunggu serangan balik, lawan bisa mengatur tempo sesuka hati.

Kedua, pemain seperti Jude Bellingham, Cole Palmer, dan Phil Foden — yang secara alami nyaman dengan bola — bisa kehilangan peran optimalnya. Tuchel memang sempat meninggalkan beberapa pemain teknis dari skuad Piala Dunia, dan itu memicu kritik.

Ketiga, “DNA” bukan takdir. Spanyol dulu dikenal sebagai tim underachiever sebelum era tiki-taka. Jerman mengubah identitas mereka setelah Euro 2000. Jadi, identitas sepak bola bisa berevolusi — asal evolusinya didasarkan pada sumber daya yang tersedia, bukan sekadar meniru.

Dampaknya untuk Laga Inggris vs Spanyol di Nations League

Laga di Wembley akhir pekan ini akan menjadi ujian langsung. Spanyol datang sebagai juara dunia. Inggris datang dengan pertanyaan besar: apakah mereka akan mencoba melawan Spanyol dengan cara Spanyol, atau dengan cara mereka sendiri?

Gordon tidak ingin menjawab pertanyaan taktis — itu tugas Tuchel. Tetapi ia sudah memberikan sinyal yang jelas. Ia ingin Inggris berhenti membandingkan diri dengan negara lain dan mulai bangga dengan apa yang mereka miliki.

“Kami orang Inggris. Kami bukan Spanyol atau Prancis atau negara lain yang sudah sukses,” katanya.

5. FAQ

Apakah Anthony Gordon benar-benar mengatakan Inggris tidak bisa menguasai bola?
Bukan. Gordon mengatakan Inggris tidak memiliki kekuatan mengendalikan pertandingan seperti Spanyol. Ia menegaskan pemain Inggris tahu cara menjaga bola, tetapi pengambilan keputusan di bawah tekanan berbeda.

Mengapa Thomas Tuchel ikut disorot dalam perdebatan ini?
Tuchel yang pertama kali melontarkan komentar tentang “DNA” setelah kekalahan dari Argentina. Gordon hanya mendukung pernyataan itu dengan perspektif pemain yang kini bermain di Spanyol.

Apakah Gordon menyarankan Inggris bermain bola panjang?
Tidak. Ia menyarankan Inggris memainkan sepak bola fisik, direct, dan serangan balik — bukan sekadar menendang bola tanpa tujuan.

Kapan Inggris akan melawan Spanyol?
Laga Nations League berlangsung di Wembley, Sabtu 26 September 2026, pukul 19.45 waktu setempat.

Apakah Gordon bermain untuk Barcelona sekarang?
Ya. Gordon pindah dari Newcastle United ke Barcelona pada musim panas 2026 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai £69,3 juta