Rodri Tetap Percaya Manchester City di Tengah Kasus 115 Pelanggaran Keuangan

siaranbola – Mantan gelandang Manchester City, Rodri, menegaskan bahwa dirinya masih percaya kepada klub tersebut terkait kasus dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Manchester City sebelumnya dinyatakan bersalah atas sebagian besar dari 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan yang diajukan Premier League. Namun, klub masih akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Berbicara dalam konferensi pers jelang pertandingan UEFA Nations League antara Spanyol dan Inggris di Wembley, Rodri menyatakan bahwa ia akan tetap mempercayai Manchester City sampai klub tersebut benar-benar terbukti bersalah melalui proses hukum.

Baca juga : Debut Luke Vickery di Timnas Indonesia: Assist dan Kemenangan 2-0 atas Singapura

Six and the City for Rodri

Rodri Percaya pada Pembelaan Manchester City

Rodri mengatakan Manchester City sejak awal selalu menyatakan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. Karena itu, ia memilih untuk mempercayai sikap klub tersebut.

“Mereka selalu menyatakan keyakinan bahwa mereka tidak pernah melakukan kesalahan dan kami percaya akan hal itu,” ujar Rodri.

“Sampai mereka terbukti salah, kami akan mempercayai klub. Mereka selalu memberi tahu kami tentang keyakinan mereka bahwa klub tidak bersalah.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Rodri masih memegang kepercayaan terhadap klub yang pernah menjadi bagian penting dalam kariernya.

Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan sepak bola Inggris melalui siaranbola, kasus Manchester City menjadi salah satu persoalan hukum paling besar yang pernah dihadapi klub Premier League.

Rodri Mengingat Kasus UEFA pada 2020

Rodri juga menyinggung kasus berbeda yang pernah dihadapi Manchester City pada 2020. Saat itu, klub sempat mendapat larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim dari UEFA karena dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play.

Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Menurut Rodri, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya tetap percaya kepada Manchester City dalam menghadapi kasus terbaru.

“Kita punya contoh pada 2020 ketika prosesnya sama dan pada akhirnya tidak terjadi apa-apa,” jelasnya.

“Kita pernah menghadapi hal serupa dan menjalani proses peradilan yang serupa. Tuduhannya memang berbeda, tetapi prosesnya serupa.”

Rodri menambahkan bahwa Manchester City pada saat itu juga sempat dinyatakan bersalah sebelum akhirnya mendapatkan keputusan yang menguntungkan klub.

“Di sana juga, pada awalnya kita dinyatakan bersalah, tetapi kita percaya pada klub dan ketidakbersalahan yang dipertahankan klub. Pada akhirnya, kita dibebaskan,” lanjutnya.

“Jadi, saya percaya pada sistem peradilan dan saya percaya pada ketidakbersalahan klub.”

Rodri Tak Khawatir Trofi Manchester City Dicabut

Manchester City berhasil meraih sejumlah trofi selama periode yang tercakup dalam kasus Premier League tersebut.

Klub memenangkan delapan trofi, termasuk tiga gelar Premier League, tiga Piala Liga, satu Community Shield, dan satu Piala FA.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan gelar-gelar tersebut dicabut sebagai bagian dari hukuman, Rodri menunjukkan keyakinan bahwa pencapaian di lapangan tidak akan hilang begitu saja.

“Apa yang telah kita lakukan, mereka tidak dapat mengambilnya dari kita,” tegasnya.

Pernyataan Rodri menegaskan keyakinannya bahwa prestasi Manchester City harus dilihat berdasarkan apa yang telah mereka capai di lapangan, sembari tetap menunggu proses hukum terkait kasus tersebut.

Perkembangan kasus ini masih menjadi perhatian besar di sepak bola Inggris dan kemungkinan akan terus menjadi sorotan hingga seluruh proses banding dan hukum selesai.