siaranbola – Erling Haaland memulai musim ini dengan performa luar biasa. Gol demi gol mengalir deras, membuatnya kembali menjadi tumpuan utama Manchester City dan tim nasional Norwegia. Namun, seiring berjalannya waktu, ketajaman striker berusia 25 tahun itu justru mengalami penurunan yang cukup mengkhawatirkan.
Situasi ini membuat banyak penggemar yang mengikuti perkembangan lewat siaranbola mulai bertanya-tanya: apakah Haaland kelelahan dan perlu diistirahatkan?
Baca juga : Ambisi Besar Persija Jakarta: Strategi Perekrutan Menyambut HUT Ke-500 Ibu Kota

Statistik Masih Mentereng, Performa Menurun
Secara statistik, Haaland masih terlihat impresif. Ia telah mencetak 39 gol dalam 36 pertandingan bersama klub dan negaranya musim ini. Namun, di balik angka tersebut, tersimpan fakta lain yang tak kalah penting.
Dalam delapan pertandingan terakhirnya, Haaland hanya mampu mencetak satu gol. Lebih parah lagi, ia belum mencetak gol dari permainan terbuka dalam periode tersebut. Ini menjadi catatan terburuknya sejak membela Borussia Dortmund hingga Manchester City, dengan satu-satunya gol datang dari titik penalti.
Momen Gagal yang Merangkum Krisis
Kesulitan Haaland di depan gawang terlihat jelas saat Manchester City bertandang ke markas Bodo/Glimt di Lingkaran Arktik. Dalam kondisi tertinggal 2-0, City sangat membutuhkan gol untuk bangkit.
Peluang emas datang tepat sebelum turun minum. Haaland berdiri bebas sekitar delapan yard dari gawang, posisi yang biasanya hampir mustahil ia lewatkan. Namun, sentuhan pertamanya justru membuat bola melenceng dari sasaran. Sebuah peluang yang hampir pasti berbuah gol di awal musim, kini menjadi simbol krisis kepercayaan diri sang striker.
Guardiola dan Isu Energi Tim
Pep Guardiola menyoroti kurangnya energi timnya, terutama setelah kekalahan derby melawan Manchester United. Penurunan performa City dalam perburuan gelar Liga Premier dan hasil mengejutkan di Liga Champions semakin memperkuat dugaan bahwa skuad mulai kelelahan.
Haaland sendiri telah bermain 31 pertandingan dengan total 2.568 menit di semua kompetisi klub. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ke-12 pemain Liga Premier dengan menit bermain terbanyak musim ini. Beban fisik dan mental yang besar pun sulit dihindari.
Haaland Bertanggung Jawab Penuh
Usai pertandingan, Haaland berbicara jujur kepada media. Ia mengakui kegagalannya dan meminta maaf kepada para pendukung Manchester City yang hadir.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik setiap kali berada di lapangan, meski jadwal pertandingan sangat padat. Pernyataan ini menunjukkan profesionalisme tinggi, namun juga membuka diskusi: apakah saatnya Guardiola menarik Haaland sejenak dari lini depan untuk mengembalikan ketajamannya?
Bagi para penggemar yang rutin mengikuti siaranbola, jawaban atas pertanyaan ini akan sangat menentukan nasib City di sisa musim.










