Hasil Vietnam Wanita vs Timnas Indonesia Wanita: Pelajaran Pahit di Semifinal SEA Games 2025

siaranbolaHasil Vietnam Wanita vs Timnas Indonesia Wanita di semifinal SEA Games 2025 sungguh mengecewakan. Garuda Pertiwi takluk telak 0-5 dari sang juara bertahan. Pertandingan di Stadion IPE Chonburi, Thailand, pada Minggu (14/12) itu memupus mimpi Indonesia melangkah ke final. Kini, satu misi tersisa: berebut medali perunggu.

Baca Juga: Pertandingan Alaves vs Real Madrid, 15 Desember 2025 – Siaranbola

Ringkasan Pertandingan: Dominasi Mutlak Vietnam

Timnas Indonesia menghadapi tekanan berat sejak menit awal. Vietnam, tim peringkat 37 dunia, langsung menunjukkan keunggulan teknis. Mereka menguasai alur permainan dengan umpan-umpan pendek yang akurat4. Pertahanan Indonesia yang dikomandani Remini Rumbewas dan Gea Yumanda harus bekerja ekstra.

Babak Pertama: Tekanan yang Akhirnya Berbuah Gol
Dominasi Vietnam akhirnya membuahkan hasil di menit ke-28. Wasit menganugerahkan penalti setelah Gea Yumanda dinilai melakukan handball di kotak terlarang. Nguyen Thi Bich Thuy maju sebagai eksekutor dengan percaya diri. Ia sukses menaklukkan kiper Iris De Rouw dan membawa Vietnam unggul 1-0. Skor itu bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Keruntuhan dan Pesta Gol Vietnam
Babak kedua justru membawa mimpi buruk. Hanya tiga menit setelah dimulai, Vietnam menggandakan keunggulan. Sebuah blunder kiper Iris De Rouw berakhir dengan gol Pham Hai Yen-1. Gol itu meruntuhkan mental pertahanan Indonesia. Pham Hai Yen kembali mencetak gol di menit ke-58. Nguyen Thi Bich Thuy menambah jadi 4-0 di menit 80 melalui sundulan. Legenda Vietnam, Huynh Nhu, menutup pesta gol di menit ke-86. Skor akhir 5-0 untuk kemenangan Vietnam.

Analisis Penyebab Kekalahan Garuda Pertiwi

Kekalahan telak ini bukan tanpa sebab. Beberapa faktor kunci tampak jelas selama laga berlangsung. Analisis ini penting untuk evaluasi ke depannya.

Kesenjangan Kualitas Teknis dan Fisik
Tim Vietnam tampil lebih matang dalam segi organisasi permainan. Kecepatan perpindahan bola dan ketajaman dalam final third menjadi pembeda mencolok. Secara fisik, pemain Vietnam juga terlihat lebih siap menghadapi intensitas laga besar. Mereka mampu menjaga tekanan tinggi selama 90 menit.

Kesalahan Individual dan Tekanan Mental
Beberapa momen kritis berasal dari kesalahan individual Indonesia. Penalti di babak pertama dan blunder kiper di babak kedua menjadi titik balik yang mahal. Tim juga terlihat gugup dan kesulitan bangkit setelah kebobolan gol cepat. Mentalitas menghadapi tim sekelas Vietnam masih perlu ditempa.

Jalan ke Depan: Fokus pada Perebutan Medali Perunggu

Meski pahit, perjalanan Timnas Putri di SEA Games 2025 belum berakhir. Masih ada satu pertandingan sangat berarti yang menanti.

Target dan Pernyataan Pelatih Akira Higashiyama
Pelatih Akira Higashiyama langsung mengalihkan fokus tim usai laga. “Perunggu adalah target kami. Besok adalah pertandingan terakhir kami,” tegasnya. Ia menyatakan akan fokus memulihkan mental dan fisik pemain. Semangat untuk memberikan yang terbaik di laga penutup harus dikobarkan.

Peluang Menciptakan Sejarah
Laga perebutan perunggu bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah kesempatan emas untuk menorehkan sejarah. Timnas sepak bola putri Indonesia belum pernah membawa pulang medali SEA Games. Medali perunggu akan menjadi pencapaian monumental. Prestasi itu bisa menjadi pondasi kuat bagi perkembangan sepak bola wanita Indonesia.

Dukungan dan Harapan untuk Laga Penutup

Dukungan dari seluruh elemen sangat dibutuhkan. Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, telah menyatakan dukungan penuh. Dukungan suporter dari rumah juga dapat menjadi penyemangat tambahan. Garuda Pertiwi diharapkan bisa bangkit dari keterpurukan. Mereka harus menunjukkan karakter dan kebanggaan sebagai tim nasional. Laga melawan pecundang semifinal Thailand vs Filipina akan jadi ujian terakhir. Semoga hasil lebih baik dapat diraih.