Mason Greenwood dan Dilema Seleksi Skuad Inggris Piala Dunia 2026

siaranbola. –

Gosip seputar dunia sepak bola Inggris kembali memanas belakangan ini. Nama Mason Greenwood mencuat kuat dalam pembicaraan tentang komposisi skuad Inggris Piala Dunia 2026. Setelah menunjukkan performa impresif bersama Marseille di Ligue 1 Francis, banyak pengamat mulai bersuara lantang. Mereka menilai striker berusia 22 tahun itu pantas mendapat kesempatan kedua untuk membela Three Lions. Tapi benarkah sesederhana itu? Atau ada pertimbangan lain yang lebih kompleks di balik meja seleksi Gareth Southgate?

Buat saya pribadi, ini salah satu topik tersulit untuk dibahas. Di satu sisi, kita melihat seorang talenta muda yang nyaris sirna karena masalah di luar lapangan. Di sisi lain, ada tanggung jawab moral yang harus dipikul oleh federasi. Saya masih ingat betul bagaimana reaksi publik ketika kasus Greenwood pertama kali mencuat. Media heboh, fans terbelah, dan karirnya yang cemerlang seakan runtuh dalam semalam.

BACA JUGA : Pelatih Chelsea Frustrasi dengan Inkonsistensi Wasit: “Sulit untuk Dipahami”

Performa di Marseille: Modal Utama Menuju Panggung Global

Mason Greenwood: Fantastic talent, but stay far away West Ham - The West  Ham Way

Kalau kita bicara murni soal kemampuan sepak bola, argumen untuk memanggil Greenwood ke skuad Inggris Piala Dunia 2026 sangatlah kuat. Mari kita lihat fakta-faktanya:

  • Statistik Mengagumkan: Di musim pertamanya dengan Marseille, Greenwood langsung menjadi penyerang utama. Dalam 30 penampilan, ia menyumbang 8 gol dan 5 assist. Angka yang solid untuk pemain yang baru beradaptasi dengan liga baru.

  • Kemampuan Teknis: Keahliannya mengolah bola, kecepatan, dan finishing masih tajam. Beberapa gol yang ia ciptakan mengingatkan kita pada masa kejayaannya di Manchester United.

  • Peningkatan Mental: Menurut beberapa rekan setimnya di Spanyol, Greenwood menunjukkan kedewasaan yang lebih baik. Ia lebih fokus pada latihan dan cenderung menghindari sorotan media.

Saya sempat menonton beberapa laga Getafe melalui siaran bola langsung di siaranbola.net. Yang mengejutkan, Greenwood tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Gerakan tanpa bolanya lebih cerdas, dan ia tak segan membantu pertahanan. Ini menunjukkan perkembangan yang positif dari sisi kepribadian sebagai pemain tim.

Kontroversi dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Tapi di sini letak masalahnya. Sepak bola Inggris, terutama tim nasional, bukan hanya tentang siapa yang paling berbakat. Ada faktor “kesesuaian” dengan nilai-nilai yang dipegang tim. The FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) memiliki sejarah panjang dalam menekankan pentingnya karakter pemain.

Gareth Southgate sendiri dikenal sebagai manajer yang sangat memperhatikan dinamika ruang ganti. Sejak menangani Timnas Inggris, ia membangun budaya tim yang solid dengan pemain-pemain yang tak hanya hebat secara teknis, tapi juga menjadi panutan. Memasukkan Greenwood ke dalam skuad berarti Southgate harus:

  1. Memastikan pemain lain menerima kehadirannya

  2. Menyiapkan strategi menghadapi badai media

  3. Mempertimbangkan dampak terhadap sponsor timnas

Beberapa mantan pemain Inggris yang saya wawancarai secara informal memiliki pendapat berbeda-beda. Ada yang bilang “beri dia kesempatan, semua orang berhak memperbaiki kesalahan”. Tapi ada juga yang berpendapat “timnas adalah kehormatan tertinggi, dan pemainnya harus bersih dari kontroversi berat”.

Persaingan Ketat di Lini Depan Three Lions

Mari kita realistis. Meski Greenwood bermain baik di Marseille, jalan menuju skuad Inggris Piala Dunia 2026 sangatlah terjal. Southgate memiliki begitu banyak opsi di lini depan:

  1. Harry Kane – Kapten dan striker utama yang tak tergantikan

  2. Bukayo Saka – Sudah menjadi andalan di sayap kanan

  3. Phil Foden – Kreativitasnya sulit diabaikan

  4. Ollie Watkins – Performa konsisten di Aston Villa

  5. Cole Palmer – Ledakan performa di Chelsea musim ini

Greenwood harus bersaing dengan minimal 5-6 pemain lain untuk 2-3 tempat yang tersedia. Belum lagi talenta muda seperti Jude Bellingham yang bisa ditempatkan di berbagai posisi.

Yang menarik, beberapa pelatih yang saya kenal di akademi sepak bola Inggris justru berpendapat lain. “Kalau kita bicara bakat murni, Greenwood masih lebih baik dari beberapa nama yang sering dipanggil,” ujar salah satu pelatih yang enggan disebutkan namanya. “Tapi sepak bola level internasional 70% mental, 30% teknik. Di sinilah pertanyaannya: apakah mental Greenwood sudah siap?”

Apa Kata Southgate dan The FA?

Hingga artikel ini ditulis, baik Southgate maupun perwakilan The FA belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan pemanggilan Greenwood. Namun dari pola seleksi Southgate selama ini, kita bisa membaca beberapa kecenderungan:

  • Southgate lebih memilih pemain yang rutin bermain di klubnya

  • Ia sangat menghargai loyalitas dan konsistensi

  • Faktor “gangguan media” minimalisir sebisa mungkin

  • Kimiawi antar pemain menjadi pertimbangan utama

Dalam satu konferensi pers beberapa bulan lalu, Southgate pernah ditanya tentang kriteria pemain timnas. Jawabannya cukup jelas: “Kami mencari pemain yang tidak hanya hebat di lapangan, tapi juga bisa menjadi representasi baik untuk Inggris di level internasional.”

Kalimat itu sendiri sudah memberikan gambaran. Representasi negara melampaui sekadar kemampuan mencetak gol. Ini tentang menjadi duta bangsa, menjadi inspirasi bagi anak-anak, dan menjaga nama baik seragam Three Lions.

Kesimpulan: Antara Hati Nurani dan Taktik

Jadi, kembali ke pertanyaan awal: pantaskah Mason Greenwood masuk skuad Inggris Piala Dunia 2026?

Dari sudut pandang sepak bola murni, YA. Kemampuannya tak diragukan, dan performanya di Marseille membuktikan ia masih kelas elite. Tapi dari sudut pandang manajemen tim secara keseluruhan, ini keputusan yang jauh lebih kompleks.

Southgate akan menghadapi dilema berat:

  • Memanggil Greenwood berarti mengambil risiko gangguan media dan potensi perpecahan di ruang ganti

  • Tidak memanggilnya berarti mengabaikan salah satu talenta terbaik generasinya yang sedang dalam masa pemulihan

Menurut analisis saya, kemungkinan terbesar adalah Southgate akan menunggu. Ia akan mengamati perkembangan Greenwood selama satu musim lagi. Jika striker itu bisa menjaga konsistensi tanpa insiden di luar lapangan, mungkin pintu akan sedikit terbuka untuk percakapan serius.

Tapi satu hal yang pasti: keputusan apapun yang diambil Southgate akan menuai pro-kontra. Inilah konsekuensi ketika sepak bola modern harus berhadapan dengan isu-isu kompleks di luar garis lapangan.