Pelatih Chelsea Frustrasi dengan Inkonsistensi Wasit: “Sulit untuk Dipahami”

siaranbola – Enzo Maresca, pelatih Chelsea, mengungkapkan kefrustrasiannya. Perlu dicatat, penyebabnya bukan sekadar kartu merah yang diterima Moises Caicedo saat melawan Arsenal, Minggu lalu, tetapi lebih pada kurangnya konsistensi dalam keputusan wasit.

Maresca memiliki alasan kuat untuk protes. Sebagai contoh, bulan lalu, gelandang Tottenham, Rodrigo Bentancur, hanya diberi kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Reece James. Lebih lanjut, keputusan itu bahkan telah dikonfirmasi oleh VAR (asisten wasit video) sebagai hal yang benar.

Baca juga : Fakta John Herdman untuk Timnas Indonesia dari Perspektif siaranbola

Siaranbola.net

Namun, dalam pertandingan terbaru, terjadi perbedaan yang mencolok. Ketika Caicedo melakukan pelanggaran serupa terhadap Mikel Merino, intervensi VAR justru menghasilkan kartu merah.

Maresca: “Kami Benar-Benar Bingung”

“Pelanggaran Caicedo memang layak mendapat kartu merah. Tapi, mengapa pelanggaran Bentancur terhadap Reece James saat kami lawan Spurs bukan kartu merah juga?” tanya Maresca, seperti dikutip siaranbola.

Selanjutnya, ia menambahkan, “Sebagai pelatih, kami benar-benar kesulitan memahami mengapa penilaian untuk dua insiden serupa bisa sangat berbeda. Pada dasarnya, dua-duanya adalah pelanggaran berbahaya yang mestinya berakhir dengan kartu merah. Kenyataannya, hanya satu yang dihukum tegas. Lalu, mengapa bisa berbeda?”

Membedah Perbedaan Kedua Insiden

Lantas, apa yang membedakan keputusan untuk kedua insiden tersebut? Pada intinya, perbedaan hasil sangat bergantung pada siapa yang menjadi wasit dan petugas VAR saat itu. Faktor subjektivitas inilah yang membuat konsistensi menjadi sangat sulit dicapai.

Secara teknis, tidak ada dua pelanggaran yang benar-benar identik. Berikut adalah analisis perbandingannya:

  1. Dari Sisi Gerakan: Pertama-tama, tekel Bentancur lebih sekadar “masuk” ke dalam. Sebaliknya, Caicedo terlihat sedikit melompat dan titik kontaknya lebih tinggi.

  2. Dampak yang Terlihat: Selain itu, cedera pergelangan kaki Merino terlihat jelas. Perlu diingat, cedera sering kali menjadi faktor yang dicari VAR untuk menilai adanya “penggunaan kekuatan berlebihan”. Ditambah lagi, sepatu Caicedo terpental ke udara, menandakan benturan yang keras.

  3. Penilaian Resmi: Di sisi lain, Panel Insiden Pertandingan Utama (KMI) Liga Premier sebelumnya mendukung keputusan kartu kuning untuk Bentancur. Alasannya, tekel dianggap rendah, hanya sedikit terlambat, dan bersifat sembrono, bukan jahat.

Konsistensi yang Terus Berubah

Meskipun demikian, keputusan kartu merah untuk Caicedo didukung oleh panel. Namun, Chelsea menunjukkan situasi ini bisa berubah. Dengan kata lain, sangat mungkin di masa depan, pelanggaran dengan karakteristik serupa hanya akan dianggap sebagai kartu kuning.

Sebagai bukti, data sejak awal musim 2023-24 mengungkap masalah ini. Pada kenyataannya, Panel KMI telah mencatat 12 kesalahan dalam tinjauan pelanggaran serius. Oleh karena itu, ini membuktikan bahwa inkonsistensi adalah masalah nyata yang terus dihadapi klub dan pelatih seperti Maresca.