siaranbola – Mantan pemain sayap Chelsea dan Manchester City, Raheem Sterling, resmi bergabung dengan Feyenoord dengan kontrak hingga akhir musim. Kepindahan ini menandai babak baru dalam karier pemain internasional Inggris tersebut setelah berstatus bebas transfer.
Sterling meninggalkan Chelsea pada Januari lalu melalui kesepakatan bersama. Ia menyetujui paket penyelesaian kontrak untuk sisa 18 bulan masa baktinya di Stamford Bridge, yang sebelumnya bernilai lebih dari £300.000 per minggu.
Kabar transfer ini tentu menjadi sorotan penggemar sepak bola Eropa dan ramai diperbincangkan di berbagai platform, termasuk siaranbola.
Baca juga : Resmi! Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak di Timnas Inggris

Pilihan Matang Setelah Tinggalkan Chelsea
Setelah resmi berpisah dari Chelsea, Sterling tidak terburu-buru menentukan klub barunya. Pemain berusia 31 tahun itu menghabiskan waktu untuk mempertimbangkan berbagai opsi yang tersedia sebelum akhirnya memilih Feyenoord.
Dalam pernyataannya, Sterling mengungkapkan bahwa status bebas transfer memberinya kesempatan untuk benar-benar mengontrol langkah karier berikutnya.
“Sebagai pemain bebas transfer, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, saya memiliki kesempatan untuk mengendalikan langkah selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya ingin memahami dengan jelas peran yang akan diberikan oleh klub dan pelatih sebelum mengambil keputusan.
Peran Robin van Persie dalam Kepindahan Sterling
Feyenoord saat ini berada di posisi kedua klasemen Eredivisie dan dilatih oleh mantan striker Manchester United dan Arsenal, Robin van Persie. Sosok Van Persie disebut menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan Sterling.
Setelah berdiskusi secara mendalam, Sterling merasa yakin bahwa Feyenoord adalah tempat yang tepat untuk melanjutkan kariernya.
“Setelah berbicara secara detail dengan Robin, saya yakin Feyenoord adalah tempat di mana saya bisa bahagia dan memantapkan diri sebagai anggota tim yang berharga. Bermain di luar negeri adalah tantangan baru bagi saya — dan saya siap untuk menghadapinya,” kata Sterling.
Tantangan bermain di luar Inggris menjadi pengalaman baru dalam kariernya, dan ia mengaku sangat bersemangat untuk segera memulai petualangan tersebut.
Ambisi Feyenoord di Paruh Kedua Musim
Feyenoord saat ini tertinggal 17 poin dari pemimpin klasemen PSV. Kehadiran Sterling diharapkan dapat memberikan dampak instan bagi performa tim di paruh kedua musim.
Van Persie menyambut kedatangan Sterling dengan antusias.
“Tentu saja ini adalah prestasi fantastis bahwa kami berhasil meyakinkan pemain sekaliber Raheem untuk bergabung dengan kami. Rekam jejak sepak bolanya berbicara sendiri. Dia adalah pemain yang kualitasnya dapat mengubah hasil pertandingan tanpa diragukan lagi,” ujar Van Persie.
Dengan pengalaman panjang di Premier League bersama Manchester City dan Chelsea, Sterling diyakini mampu menambah daya gedor serta mental juara di skuad Feyenoord.
Bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan transfer dan kompetisi Eropa melalui siaranbola, kepindahan ini menjadi salah satu momen paling menarik jelang penentuan akhir musim.
Babak Baru dalam Karier Raheem Sterling
Kepindahan ke Belanda menjadi langkah berani bagi Sterling. Di usia 31 tahun, ia memilih keluar dari zona nyaman dan mencoba atmosfer kompetisi baru di Eredivisie.
Dengan motivasi tinggi dan dukungan pelatih serta tim, Sterling bertekad membuktikan dirinya masih mampu tampil di level tertinggi dan menjadi sosok penting bagi Feyenoord dalam perburuan target musim ini.










