Resmi! Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak di Timnas Inggris

Thomas Tuchel tersenyum lebar mengenakan kemeja biru muda dan jas gelap sambil memegang jersey putih Timnas Inggris; berlatar belakang tribun stadion merah dengan logo "Three Lions" yang besar, terdapat logo SIARANBOLA.NET hijau di pojok kiri atas dan teks "Resmi! Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak di Timnas Inggris" pada bilah hijau terang di bagian bawah.

Resmi! Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak di Timnas Inggris hingga 2028, Setan Merah Gigit Jari

SIARANBOLA – Thomas Tuchel resmi memperpanjang masa baktinya sebagai pelatih kepala Timnas Inggris. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengumumkan perpanjangan kontrak pelatih asal Jerman itu hingga Euro 2028 pada Kamis (12/2/2026) waktu setempat. Keputusan ini sekaligus memupus harapan Manchester United yang santer mengincar Thomas Tuchel dalam beberapa pekan terakhir.

Kontrak anyar ini memastikan Thomas Tuchel akan memimpin The Three Lions setidaknya hingga putaran final Euro 2028. Turnamen bergengsi itu akan digelar di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia. Sebelumnya, kontrak Thomas Tuchel hanya berlaku hingga Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Setan Merah menjadikan Thomas Tuchel sebagai kandidat kuat pelatih permanen. Kini, peluang itu sirna sudah. Thomas Tuchel telah memilih jalannya sendiri.

Baca Juga : Hasil Ratchaburi 3-0 Persib : Maung Bandung Takluk di ACL 2 | SIARANBOLA

1. Detail Resmi Perpanjangan Kontrak Thomas Tuchel

Thomas Tuchel dan seluruh staf kepelatihannya kini terikat kontrak hingga musim panas 2028. FA mengonfirmasi kesepakatan ini dalam konferensi pers yang digelar di Wembley StadiumAnthony BarryHenrique HilarioNico Mayer, dan James Melbourne juga meneken perpanjangan kontrak.

CEO FA Mark Bullingham menjelaskan alasan di balik keputusan ini. “Kami ingin menciptakan stabilitas jangka panjang,” ujarnya. “Dengan mengamankan kontrak Thomas Tuchel lebih awal, kami menyingkirkan potensi gangguan negosiasi selama turnamen.”

Thomas Tuchel sendiri mengaku tidak ragu menerima tawaran perpanjangan. Pelatih peraih trofi Liga Champions bersama Chelsea itu menyebut pekerjaannya di Timnas Inggris sebagai dream job. Ia mengaku kembali bergairah setelah sempat kelelahan di level klub.

“Saya sangat senang dan bangga bisa memperpanjang waktu saya bersama Inggris,” kata Thomas Tuchel. “Bukan rahasia lagi bahwa saya menikmati setiap menit bekerja dengan para pemain dan staf pelatih.”

1.1 Isi Kontrak Baru Thomas Tuchel

Kontrak baru Thomas Tuchel mencakup dua turnamen besar. Pertama, Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Kedua, Euro 2028 yang akan menjadi turnamen kandang bagi Inggris. FA juga menyertakan klausul evaluasi kinerja berkala.

Nilai kontrak tidak diungkapkan secara resmi. Namun, sumber internal FA menyebut Thomas Tuchel menerima kenaikan gaji signifikan. Ini bentuk apresiasi atas performa impresifnya selama masa kualifikasi.

1.2 Pernyataan Resmi Thomas Tuchel

Dalam pernyataan resminya, Thomas Tuchel menekankan komitmen jangka panjangnya. “Saya datang ke sini dengan durasi pendek karena ingin merasakan atmosfernya,” tuturnya. “Ternyata, pengalaman ini melebihi ekspektasi saya.”

Thomas Tuchel juga menyebut hubungannya dengan para pemain sebagai faktor kunci. “Kami membangun sesuatu yang spesial bersama,” tambahnya. “Saya tidak ingin meninggalkannya di tengah jalan.”

2. Alasan Thomas Tuchel Bertahan di Timnas Inggris

Mengapa Thomas Tuchel memilih bertahan? Jawabannya terletak pada Euro 2028. Turnamen dua tahunan itu akan menjadi perhelatan spesial. Untuk pertama kalinya, Inggris Raya dan Irlandia menjadi tuan rumah bersama.

Thomas Tuchel melihat ini sebagai kesempatan langka. “Euro 2028 akan menjadi turnamen yang sangat istimewa,” tuturnya. “Sebagai pelatih, tidak ada yang lebih Anda inginkan selain bersaing di panggung terbesar di kandang sendiri.”

Sikap Thomas Tuchel ini kontras dengan ekspektasi awal. Ketika pertama kali ditunjuk sebagai penerus Gareth Southgate pada Oktober 2024, banyak pihak menduga ia hanya akan menjalani kontrak jangka pendek. Durasi 18 bulan, lalu kembali ke klub.

Thomas Tuchel sendiri yang mendorong durasi singkat itu. Ia ingin merasakan terlebih dulu atmosfer pekerjaan barunya. Ternyata, pengalaman itu melebihi ekspektasinya.

2.1 Faktor Keluarga dan Kenyamanan

Thomas Tuchel mengaku nyaman tinggal di Inggris. Keluarganya juga betah. Ini menjadi pertimbangan penting dalam keputusannya. Sebelumnya, ia sempat mengalami masa sulit di Bayern Munich.

Dukungan penuh dari FA juga membuatnya betah. Mark Bullingham dan Direktur Teknik John McDermott selalu memberinya keleluasaan bekerja. Tidak ada intervensi berlebihan dalam urusan taktik dan pemilihan pemain.

2.2 Proyek Jangka Panjang FA

FA memang sedang membangun proyek jangka panjang. Mereka tidak ingin sekadar menjadi tim kejutan di turnamen besar. Targetnya adalah konsistensi di puncak dan gelar juara.

Thomas Tuchel menjadi arsitek utama proyek ini. Ia diberi kewenangan membangun tim dari akar rumput hingga tim senior. Ini adalah tantangan yang tidak pernah ia dapatkan di level klub.

3. Rekor Sempurna Thomas Tuchel Membungkam Keraguan

Kepercayaan FA kepada Thomas Tuchel bukan tanpa alasan. Hasil kerjanya di lapangan sungguh impresif. Thomas Tuchel membawa Timnas Inggris melaju mulus di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

Anak asuhnya menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan. Lebih fenomenal lagi: Inggris tidak kebobolan satu gol pun dalam delapan laga itu. Mereka mencetak 20 gol dan memasukkan nol gol ke gawang sendiri.

Ini adalah rekor kualifikasi sempurna yang langka. The Three Lions menunjukkan pertahanan kokoh di bawah arsitek Jerman itu. Mereka tergabung di Grup K bersama Albania, Serbia, Latvia, dan Andorra.

Berkat pencapaian ini, Inggris kini bertahan di peringkat lima besar dunia selama tujuh setengah tahun berturut-turut. Thomas Tuchel berhasil mempertahankan warisan Gareth Southgate sekaligus menyempurnakannya.

3.1 Statistik Lengkap Thomas Tuchel

Berikut adalah ringkasan pencapaian Thomas Tuchel bersama Timnas Inggris:

Aspek Detail Pencapaian
Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 8 laga
Hasil 8 menang (100%)
Gol Dicetak 20 gol
Gol Kemasukan 0 gol
Rata-rata Gol per Laga 2.5 gol
Peringkat FIFA Peringkat 4 (Maret 2026)
Status Kontrak Baru Hingga Euro 2028 (2026-2028)

3.2 Pujian dari Mark Bullingham untuk Thomas Tuchel

CEO FA Mark Bullingham tak ragu memuji Thomas Tuchel. “Dia adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini ketika bergabung,” ujarnya. “Reputasinya semakin kuat selama kualifikasi.”

“Kami tahu para pemain berada di belakangnya,” tegas Bullingham. “Kebersamaan dalam kelompok itu terlihat oleh semua orang. Tidak ada kandidat yang lebih baik yang tersedia di sepak bola dunia saat ini.”

4. Dampak Keputusan Thomas Tuchel bagi Manchester United

Kabar ini bak air dingin bagi Manchester United. Sejak Ruben Amorim dipecat, nama Thomas Tuchel terus dikaitkan dengan kursi panas Old Trafford. Apalagi, pelatih sementara Michael Carrick yang tampil impresif pun belum diangkat permanen.

Spekulasi semakin menjadi ketika muncul laporan bahwa Thomas Tuchel pernah bertemu dengan salah satu pemilik MU, Sir Jim Ratcliffe, di Prancis pada 2024. Saat itu, klub sedang mempertimbangkan opsi mengganti Erik ten Hag.

Kini, semua spekulasi itu harus dipendam dalam-dalam. Thomas Tuchel telah menutup pintu Old Trafford rapat-rapat. Ia memilih membawa Inggris juara di kandang sendiri pada Euro 2028.

4.1 Kandidat Pengganti yang Tersisa

Manchester United kini harus memutar otak. Beberapa nama muncul sebagai kandidat pengganti. Gareth Southgate disebut-sebut sebagai opsi darurat. Zinedine Zidane juga masih tersedia di pasar.

Namun, Thomas Tuchel adalah pilihan utama sejak awal. Kehilangan dia membuat MU harus memulai perburuan dari awal lagi. Ini adalah kemunduran signifikan bagi rencana jangka panjang klub.

4.2 Klub Lain yang Gigit Jari

Tottenham Hotspur juga disebut-sebut sebagai salah satu klub yang memasang radar pada Thomas Tuchel. Namun, nasib mereka sama dengan Setan Merah. Thomas Tuchel bukan lagi pelatih yang bisa dikejar.

Menarik mencermati keputusan Thomas Tuchel. Ia adalah pelatih dengan jam terbang tinggi di level klub. Borussia DortmundParis Saint-GermainChelsea, dan Bayern Munich pernah diasuhnya. Trofi Liga Champions bersama Chelsea, gelar juara liga di Jerman dan Prancis, semua sudah digenggam.

Biasanya, pelatih sekelasnya akan kembali ke klub setelah tugas internasional singkat. Tapi Thomas Tuchel justru melakukan yang sebaliknya. Ini menunjukkan betapa nyamannya ia di St George’s Park.

5. Tantangan Thomas Tuchel ke Depan

Perpanjangan kontrak ini bukan tanpa risiko. Jika Inggris gagal di Piala Dunia 2026, pertanyaan akan segera muncul. Tekanan publik dan media Inggris yang terkenal keras bisa menjadi bumerang bagi Thomas Tuchel.

Namun, FA optimistis. Rekor Thomas Tuchel sejauh ini membuat mereka percaya ini bukan langkah berisiko. Mark Bullingham dan jajarannya melihat Thomas Tuchel sebagai investasi jangka panjang.

5.1 Piala Dunia 2026: Ujian Pertama Thomas Tuchel

Piala Dunia 2026 akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Inggris tergabung di Grup C bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Ini grup yang relatif bersahabat, meski Kroasia tetap lawan tangguh.

Jika lolos sebagai juara grup, Inggris berpotensi berjumpa tuan rumah Meksiko di babak 16 besar. Perempat final bisa mempertemukan mereka dengan Brasil. Ujian sesungguhnya baru dimulai di fase gugur.

Thomas Tuchel harus membuktikan diri di turnamen besar. Reputasi di kualifikasi tidak cukup. Gelar adalah satu-satunya ukuran kesuksesan bagi pelatih sekelasnya.

5.2 Euro 2028: Misi Besar Thomas Tuchel

Setelah Piala Dunia, agenda berikutnya adalah Nations League yang dimulai September 2026. Kemudian, kualifikasi Euro 2028 yang akan berlangsung di kandang sendiri. Thomas Tuchel akan menjalani siklus penuh.

Euro 2028 adalah misi besar. Ini adalah kesempatan emas mengakhiri puasa gelar 62 tahun. Terakhir kali Inggris juara turnamen besar adalah Piala Dunia 1966Thomas Tuchel bisa menjadi pahlawan yang dinantikan publik Inggris.

Thomas Tuchel mengakhiri pernyataannya dengan nada penuh tekad. “Ini adalah kesempatan luar biasa,” ujarnya. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat negara ini bangga.”

Publik Inggris menanti. Akankah Thomas Tuchel mengakhiri puasa gelar 62 tahun? Atau akankah kisah ini berakhir seperti pendahulunya? Waktu yang akan menjawab.

Satu hal yang pasti: Thomas Tuchel bukan lagi sekadar pelatih sementara. Ia adalah arsitek jangka panjang The Three Lions. Proyek besarnya baru saja dimulai.