Siaranbola – Hasil Pertandingan Como vs AC Milan Skor 1-3

Pemain AC Milan merayakan gol dalam laga comeback epik Rossoneri di kompetisi Eropa

SIARANBOLASebagai penggemar yang mengikuti perkembangan Serie A, saya menyaksikan langsung pertandingan seru antara Como dan AC Milan melalui layanan SIARANBOLA. AC Milan meraih kemenangan penting 1-3 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (15/1/2026) malam. Kemenangan tandang ini membuktikan kematangan tim meski tidak mendominasi penguasaan bola. Saya akan mengulas detail performa kedua tim berdasarkan data resmi dan analisis dari pakar siaran bola terpercaya.

Analisis Taktis dan Formasi dari Liputan SIARANBOLA

Liputan siaran bola live yang saya ikuti menunjukkan perbedaan pendekatan kedua pelatih. Francesc Fàbregas memilih formasi 4-2-3-1 untuk Como. Stefano Pioli dari Milan merespons dengan formasi 3-5-2 yang fleksibel.

Strategi Como yang Dominan namun Kurang Tajam

Como menguasai 68% bola. Mereka menerapkan tekanan tinggi sejak menit awal. Sayangnya, efektivitas di depan gawang lawan menjadi masalah utama. Hanya 2 dari 18 tembakan yang benar-benar berbahaya. Saya perhatikan pola serangan mereka terlalu bergantung pada sisi kiri melalui Martin Baturina.

Baca juga : Update Cedera Chelsea: Palmer & James Kembali – SIARANBOLA

Efisiensi Maksimal Ala AC Milan

AC Milan bermain sangat pragmatis. Mereka sengaja menyerahkan penguasaan bola. Strategi ini bertujuan untuk menarik blok pertahanan Como maju. Ruang kosong di belakang lini belakang mereka kemudian dieksploitasi. Dari hanya 7 tembakan, 3 di antaranya berbuah gol. Ini adalah contoh klasik efisiensi sepak bola top level.

Statistik Utama dari Siaran Bola Resmi

Data pertandingan resmi dari Serie A mengkonfirmasi narasi visual. Berikut rangkuman statistik kunci yang menjadi pembahasan utama di platform siaran bola terkemuka.

Tabel: Perbandingan Statistik Kunci Como vs AC Milan

Kategori Como AC Milan Analisis
Penguasaan Bola 68% 32% Dominasi tidak langsung berarti kemenangan.
Total Tembakan 18 7 Milan menunjukkan efisiensi luar biasa.
Tembakan On Target 8 4 Kualitas finishing menjadi penentu.
Expected Goals (xG) 1.78 1.28 Milan mencetak gol melebihi ekspektasi statistik.
Penyelamatan Kiper 1 7 Mike Maignan dalam performa puncak.

Sorotan Pemain dan Momen Krusial

Pertandingan ini diwarnai performa sejumlah pemain kunci. Analisis dari pakar di siaran bola menyoroti kontribusi mereka.

1. Adrien Rabiot: Pemain Terbaik Pertandingan

Rabiot tidak hanya mencetak brace. Dia juga mengontrol lini tengah Milan. Gol pertamanya di menit 55 menunjukkan kepiawaian teknis. Tendangan kaki kirinya dari luar kotak penalti meluncur sempurna. Gol penutup di menit 88 menegaskan kemenangan. Performanya adalah bukti kematangan pemain berkelas dunia.

2. Mike Maignan: Penjaga Gawang Penentu

Kipertimnas Prancis itu membuat 7 penyelamatan krusial. Yang terbaik terjadi pada menit 65. Dia menghalau tembakan jarak dekat Anastasios Douvikas. Momen ini, menurut komentator di SIARANBOLA, mengubah momentum. Saya setuju bahwa penyelamatan itu setara dengan mencetak gol.

3. Christopher Nkunku: Pengait yang Efektif

Nkunku mencetak gol penyeimbang dari titik putih. Perannya sebagai second striker sangat vital. Dia sering menarik bek tengah Como keluar posisi. Hal ini membuka ruang untuk Rafael Leão dan Adrien Rabiot. Performa Nkunku adalah fondasi taktik balik cepat Milan.

Dampak Hasil Ini pada Klasemen Serie A

Kemenangan ini sangat penting bagi peta persaingan liga Italia.

  • Posisi AC Milan: Mengumpulkan 46 poin. Mereka memperkuat posisi di puncak klasemen. Jarak dengan pesaing terdekat semakin nyaman.

  • Posisi Como: Tertahan di peringkat 6 dengan 34 poin. Mereka melewatkan peluang mendekat ke zona Liga Champions.

  • Pertandingan Mendatang: Milan akan menjamu Lecce. Como menghadapi lawan berat, Lazio, di kandang sendiri.

Kesimpulan dan Proyeksi dari Liputan SIARANBOLA

AC Milan layak meraih tiga poin penuh. Kemenangan ini adalah buah dari persiapan taktis brilian Stefano Pioli. Como bermain dengan semangat tinggi. Namun, mereka kurang cerdas dalam memecah pertahanan padat Milan.