Siaranbola – dari Stadion Allianz menyuguhkan kisah dramatis tentang runtuhnya dominasi “Si Nyonya Tua”. Pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB, Siaranbola menyaksikan langsung bagaimana Juventus dipermalukan di kandang sendiri oleh Como 1907 dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini membuka mata publik bahwa Liga Italia musim ini menyimpan kejutan besar dari tim promosi yang diasuh Cesc Fabregas.
Bukan sekadar kalah, Juventus tumbang dengan cara yang memalukan. Dua gol tamu lahir dari kesalahan fatal lini belakang tuan rumah. Liga Italia pekan ke-26 ini akan dikenang sebagai titik balik perjalanan kedua tim. Como naik ke peringkat enam, hanya terpaut satu poin dari Juventus yang kini terlempar dari zona Eropa. Siaranbola mengulas tuntas drama 90 menit yang menggetarkan Turin.
Sorotan Siaranbola: Retakan “Benteng” Juventus dan Kejutan Taktis Fabregas
Laga baru berjalan sebelas menit ketika mimpi buruk dimulai. Weston McKennie kehilangan bola di tengah. Mergim Vojvoda, mantan pemain Torino, memanfaatkan celah dengan sempurna. Liputan langsung Siaranbola mencatat tembakan Vojvoda seharusnya bisa diamankan. Namun Michele Di Gregorio melakukan kesalahan fatal. Bola lolos dari sarung tangannya. Stadion membeku.
Baca juga : Tiga Kali Runner-up, Ancaman Pemecatan untuk Mikel Arteta di Arsenal
Statistik yang dihimpun Siaranbola menunjukkan fakta mengerikan. Ini kebobolan ke-13 musim ini dari tembakan pertama lawan. Liga Italia belum pernah melihat tim sekelas Juventus begitu rapuh secara mental. Luciano Spalletti hanya bisa menatap lapangan dengan wajah pucat.
Analisis Taktik Siaranbola: Skema Bertahan Como yang Sempurna
Cesc Fabregas datang ke Turin dengan misi besar. Pelatih asal Spanyol itu menyusun strategi bertahan yang disiplin. Siaranbola mengamati bagaimana Como menutup ruang gerak Kenan Yildiz dan Dusan Vlahovic. Mereka tidak memberi sedikitpun ruang tembak.
“Kami datang untuk menang,” ujar Fabregas dalam wawancara eksklusif dengan Siaranbola usai laga. “Bukan sekadar bertahan. Kami punya rencana menyerang yang matang.” Pernyataan itu terbukti di babak kedua.
Liga Italia memang dikenal dengan taktik defensif ala Italia. Namun Fabregas membawa angin segar. Ia memadukan disiplin ala Italia dengan serangan balik cepat ala Premier League. Hasilnya mematikan.
Babak Pertama Versi Siaranbola: Kartu Mati yang Menghancurkan
Setelah gol Vojvoda, Juventus mencoba bangkit. Namun usaha mereka selalu kandas. Koleksi video Siaranbola menunjukkan bagaimana Koopmeiners melakukan kesalahan individu. Back-pass lemahnya hampir menjadi gol kedua. Beruntung mistar gawang menyelamatkan.
Data statistik Liga Italia mencatat penguasaan bola Juventus mencapai 58 persen di babak pertama. Namun tembakan tepat sasaran hanya satu. Como justru lebih berbahaya dengan tiga tembakan mengarah ke gawang. Siaranbola menilai ini bukti ketidakberesan sistem Spalletti.
Detail Krusial: Blunder Di Gregorio
Michele Di Gregorio menjadi sorotan tajam Siaranbola. Kiper yang musim lalu jadi pahlawan kini berubah menjadi duri dalam daging. Gol pertama Como sepenuhnya kesalahannya. Bola tembakan Vojvoda tidak keras. Seharusnya mudah diamankan.
Media Italia ramai mengkritik performa Di Gregorio. Siaranbola mencatat ini kesalahan kelima musim ini yang berujung gol. Juventus jelas butuh kiper berkualitas jika ingin bersaing di papan atas Liga Italia.
Babak Kedua Rekaman Siaranbola: Serangan Balik Mematikan Fabregas
Memasuki babak kedua, Spalletti memasukkan Francisco Conceicao. Pemain Portugal itu sedikit menghidupkan sayap kanan Juventus. Namun justru di momen Juventus menekan, Como menghukum.
Tayangan ulang Siaranbola memperlihatkan skema serangan balik sempurna. Berawal dari sepak pojok Juventus yang gagal. Sergi Roberto menginisiasi transisi dengan cepat. Bola mengalir ke Maximo Perrone. Lalu ke Lucas Da Cunha di sisi kanan.
Momen Gol Kedua yang Indah
Maxence Caqueret menjadi bintang di menit 61. Siaranbola mendokumentasikan bagaimana Da Cunha membaca pergerakan Caqueret. Umpan tarik mendatar disambut first-time strike. Bola meluncur mulus ke gawang kosong. 2-0.
Performa Caqueret sepanjang laga luar biasa. Liga Italia mendapatkan gelandang berkualitas tinggi. Ia tak hanya mencetak gol, tetapi juga memenangkan 7 duel dan melakukan 4 tebersihan. Siaranbola memberinya rating 8.5/10.
Analisis Eksklusif Siaranbola: Dampak Kekalahan bagi Klasemen
Kekalahan ini membuat klasemen Liga Italia semakin panas. Juventus tertahan di peringkat lima dengan 47 poin. Como naik ke peringkat enam dengan 46 poin. Hanya selisih satu angka. Perburuan tiket Eropa semakin sengit.
Data xG (Expected Goals) yang dirilis Siaranbola menunjukkan Como lebih berbahaya. Como mencatat xG 1.41, sedangkan Juventus hanya 0.7. Ini membuktikan kemenangan Como bukan kebetulan.
Wawancara Eksklusif Pelatih
Cesc Fabregas berbicara kepada Siaranbola usai laga. “Saya bangga dengan para pemain. Mereka menjalankan instruksi dengan sempurna. Ini kemenangan bersejarah untuk klub.” Como memang mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya sejak April 1951, mereka menang di kandang Juventus.
Di sisi lain, Luciano Spalletti terpuruk. “Kami melakukan terlalu banyak kesalahan individu. Ini tidak bisa terjadi di level ini,” ujarnya singkat. Tekanan publik semakin besar. Berita Transfer menyebut Spalletti bisa dipecat jika kalah dari AS Roma pekan depan.
Fakta dan Data Siaranbola: Statistik Lengkap Laga
Tabel Statistik Pertandingan:
| Parameter | Juventus | Como |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 0 | 2 |
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Total Tembakan | 12 | 9 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 3 | 5 |
| Umpan Sukses | 487 | 342 |
| Akurasi Umpan | 86% | 81% |
| Pelanggaran | 14 | 11 |
| Kartu Kuning | 1 | 2 |
| Offside | 2 | 1 |
| Tendangan Sudut | 6 | 3 |
| Expected Goals (xG) | 0.7 | 1.41 |
Pencetak Gol:
-
11′ – Mergim Vojvoda (Como)
-
61′ – Maxence Caqueret (Como)
Susunan Pemain:
*Juventus (4-2-3-1):* Di Gregorio; Savona, Gatti, Kalulu, Cambiaso; Locatelli, McKennie; Yildiz, Koopmeiners, Mbangula; Vlahovic. Pelatih: Luciano Spalletti.
*Como (4-4-2):* Butez; Vojvoda, Goldaniga, Dossena, Moreno; Da Cunha, Caqueret, Perrone, Strefezza; Cutrone, Gabrielloni. Pelatih: Cesc Fabregas.
Stadion: Allianz Stadium, Turin
Wasit: Daniele Doveri
Penonton: 38.421 orang
Kesimpulan Siaranbola: Como Berani Mimpi, Juventus Terjaga dalam Mimpi Buruk
Hasil Liga Italia pekan ini membuktikan sepak bola modern tidak mengenal kata kecil. Como datang ke Turin dengan keberanian dan taktik jenius. Mereka pulang dengan kemenangan bersejarah. Siaranbola mencatat ini sebagai salah satu kejutan terbesar musim ini.
Juventus harus segera bangkit. Jadwal Liga Italia pekan depan membawa mereka ke markas AS Roma. Jika kalah, posisi Spalletti pasti terancam. Berita bola terus mengikuti perkembangan situasi di Turin.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, link live streaming pertandingan selanjutnya bisa diakses melalui platform resmi. Siaranbola akan terus menyajikan liputan mendalam Liga Italia dan kompetisi Eropa lainnya.
Tetap bersama Siaranbola untuk berita bola terkini dan analisis eksklusif!










