SIARANBOLA – Dalam sebuah kejutan di awal tahun 2026, Manchester United secara resmi memecat Ruben Amorim dari posisi pelatih kepala. Keputusan ini diumumkan klub hanya sehari setelah SIARANBOLA melaporkan ketegangan memuncak dalam konferensi persnya usai imbang 1-1 melawan Leeds United. Pemecatan ini mengakhiri 14 bulan masa jabatan Amorim yang penuh gejolak, menandai babak baru dalam era kepemilikan INEOS dan Sir Jim Ratcliffe.
Baca Juga : Keseimbangan Liverpool Jadi Fokus Arne Slot Usai Imbang Lawan Fulham
SIARANBOLA Membongkar Kronologi Pemecatan yang Kilat
Dunia sepakbola dikejutkan dengan kecepatan keputusan Manchester United. SIARANBOLA mencatat, semua berawal dari konferensi pers usai laga kontra Leeds. Saat itu, Amorim menyatakan dengan tegas bahwa ia datang ke Old Trafford untuk menjadi “manajer”, bukan sekadar “pelatih”. Pernyataan itu dianggap sebagai deklarasi perang terhadap hierarki klub.
Menurut laporan SIARANBOLA, pertemuan panas dengan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox pada 2 Januari telah memulai rentetan kejadian ini. Hanya dalam hitungan jam, dewan direksi yang didukung penuh oleh Jim Ratcliffe memutuskan untuk mengakhiri proyek Amorim.
Analisis SIARANBOLA: Akar Konflik Tak Terbendung
Pertikaian Taktik yang Jadi Titik Balik
Konflik mendasar antara Amorim dan klub terletak pada filosofi taktik. Selama karirnya, Amorim dikenal setia pada formasi 3-4-3. Namun, manajemen Manchester United merasa tidak ada perkembangan yang cukup dari tim di bawah sistem itu. Amorim sendiri sempat mengakui bahwa untuk menjalankan “3-4-3 yang sempurna”, klub butuh “banyak uang dan waktu”. Meski sempat beralih ke 4-2-3-1 saat mengalahkan Newcastle, ia kembali ke sistem lamanya dan ini memperbesar keretakan dengan Jason Wilcox yang lebih menyukai formasi 4-3-3.
Kekecewaan di Bursa Transfer dan Perilaku yang Dipertanyakan
Pemicu lain adalah kekecewaan Amorim atas kurangnya dukungan di bursa transfer Januari. Ia mendambakan striker berpengalaman untuk bersaing di Liga Premier, tetapi keinginannya tidak terpenuhi. Faktor penentu terakhir, menurut analisis mendalam SIARANBOLA, adalah perilaku Amorim yang dinilai emosional dan tidak konsisten oleh petinggi klub. Tekanan dari hasil buruk, termasuk rekor terburuk rasio kemenangan untuk manajer United pasca-Sir Alex Ferguson, membuat situasi semakin tidak dapat dipertahankan.
Masa Depan Manchester United Pasca-Amorim
Era Interim Darren Fletcher Dimulai
Menyusul pemecatan itu, Manchester United langsung menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Legenda klub ini akan memimpin tim untuk pertama kalinya dalam pertandingan tandang melawan Burnley pada 6 Januari. Fletcher, yang saat ini melatih tim U18, mendapat ucapan selamat dari banyak legenda United melalui grup WhatsApp, seperti yang diungkapkan Rio Ferdinand. Keputusan ini memberikan waktu bagi direksi untuk mencari pengganti permanen dengan pertimbangan matang.
Bursa Calon Pengganti Ramai Diperbincangkan
SIARANBOLA mengidentifikasi beberapa nama yang beredar sebagai calon pengganti. Oliver Glasner dari Crystal Palace disebut sebagai “sosok yang dapat diandalkan” oleh internal klub. Enzo Maresca, yang baru saja dilepas Chelsea, juga masuk dalam daftar pendek. Meski demikian, mantan manajer timnas Inggris Gareth Southgate dikabarkan memiliki permintaan khusus: ia membutuhkan jaminan waktu dan kesabaran selama empat tahun untuk membangun tim, sebuah komitmen yang mungkin berat bagi dewan United.
Refleksi Akhir dari Drama Old Trafford
Pemecatan Ruben Amorim adalah cerita tentang benturan visi yang tidak terdamaikan. Ia adalah seorang idealis dengan sistem taktik kaku, sementara Manchester United di bawah kepemimpinan baru menginginkan fleksibilitas dan kolaborasi. Seperti yang dilaporkan SIARANBOLA, ini adalah pelatih ketujuh yang diberhentikan sejak era Sir Alex Ferguson berakhir, sebuah statistik yang mencerminkan ketidakstabilan kronis di klub raksasa tersebut. Kini, semua mata tertuju pada Darren Fletcher dan langkah Manchester United selanjutnya di jendela transfer serta di atas lapangan hijau.










