Mikel Arteta Akui Ada Momen Tidak Nyaman Saat Berinteraksi dengan Penggemar

siaranbola – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa dirinya selalu senang berinteraksi dengan para penggemar. Namun, ia juga mengakui ada situasi tertentu yang membuatnya merasa “terekspos” dan kurang nyaman, terutama ketika menyangkut faktor keamanan.

Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya sebuah video yang menunjukkan dirinya didatangi seorang pria usai pertandingan Piala FA melawan Wigan Athletic pada hari Minggu lalu.

Baca juga : SIARANBOLA – Hasil UCL Comeback Epik, AS Monaco vs PSG 2-3

Mikel Arteta after Arsenal lose to West Ham: 'Nowhere near the levels' -  Hayters

Video Viral Usai Laga di Stadion Emirates

Dalam video tersebut, Arteta dan istrinya terlihat berada di dalam mobil yang terjebak kemacetan di luar Emirates Stadium. Seorang pria tampak berulang kali meminta tanda tangan untuk jersey Arsenal yang disebutnya akan diberikan kepada putranya.

Arteta memilih untuk tidak membuka jendela mobilnya. Beberapa orang lain juga terlihat mengerumuni kendaraan tersebut sebelum akhirnya mundur. Pria yang meminta tanda tangan itu tetap mengikuti mobil yang berjalan perlahan di tengah kemacetan.

Momen tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola, termasuk di berbagai platform siaranbola.


Arteta: Saya Selalu Berusaha Menghormati

Menanggapi kejadian itu, Arteta menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha menghormati para penggemar.

“Saya selalu berusaha untuk sangat menghormati. Saya senang menandatangani dan berfoto sebanyak yang kami bisa. Saya pikir itu bagian dari peran kami.”

Menurutnya, berinteraksi dengan penggemar adalah bagian penting dari profesinya sebagai pelatih klub besar. Namun, ia menekankan bahwa ada batasan tertentu yang harus dijaga.

“Tetapi ada hal-hal tertentu dalam hal keamanan yang harus kita hormati. Terutama ketika orang-orang tertentu melakukannya bukan karena alasan yang benar.”


Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Utama

Arteta juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk setelah pertandingan Liga Champions pada bulan Oktober. Saat itu, istrinya disebut terlihat frustrasi karena seseorang mengambil foto selfie di samping kendaraan mereka saat terjebak macet.

Ia merasa pemberitaan media kala itu tidak sepenuhnya adil.

“Terakhir kali istri saya ada di sana, apa yang diberitakan di media benar-benar salah dan tidak adil,” tambahnya.

Bagi Arteta, keselamatan dan kenyamanan keluarga tetap menjadi prioritas utama, meskipun ia memahami antusiasme para penggemar.


Tetap Menghargai Penggemar yang Tulus

Di akhir pernyataannya, Arteta menegaskan bahwa ia tetap menghargai para pendukung yang datang dengan niat tulus.

Ia lebih memilih menyoroti para penggemar yang benar-benar ingin berinteraksi secara positif. Menurutnya, banyak orang yang mengenalnya tahu betapa ia menikmati momen bertemu dan berbincang dengan para pendukung.

Isu ini kembali menjadi pembahasan hangat di komunitas sepak bola dan siaranbola, terutama terkait batasan antara hak publik dan privasi figur publik.


Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik peran besar seorang pelatih klub top, tetap ada sisi pribadi yang perlu dihormati. Interaksi dengan penggemar memang bagian dari dunia sepak bola modern, tetapi keamanan dan privasi tetap tidak bisa diabaikan.