Gareth Bale Ungkap Cedera Rahasia yang Menemani Sepanjang Kariernya

siaranbola – Legenda sepak bola Wales, Gareth Bale, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia bermain sepanjang karier profesionalnya dengan cedera serius yang selama ini tidak diketahui publik. Cedera tersebut akhirnya menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya untuk pensiun lebih cepat dari dunia sepak bola.

Pemain yang dikenal sebagai salah satu bintang terbesar generasinya ini mengakhiri karier pada usia 33 tahun setelah tampil bersama Tim Nasional Wales di Piala Dunia FIFA 2022 di Doha, Qatar.

Pengakuan tersebut ia sampaikan dalam podcast Stick to Football dan langsung menarik perhatian banyak penggemar sepak bola, termasuk pembaca siaranbola.

Baca juga : Dilema Man City di Perebutan Gelar: Antara Pasrah dan Berjuang

El Clasico: Is this Gareth Bale's last chance to save his Real Madrid  career? - BBC Sport

Cedera Punggung Sejak Usia 18 Tahun

Bale mengungkapkan bahwa masalah tersebut bermula saat ia masih berusia 18 tahun dan bermain untuk Tottenham Hotspur.

Ia mengalami robekan pada cakram tulang belakang yang kemudian memengaruhi kondisi tubuhnya sepanjang karier.

Menurut Bale, cedera itu sebenarnya bisa dikendalikan pada awalnya. Namun seiring berjalannya waktu, dampaknya semakin terasa dan mulai memengaruhi performa serta kebugarannya di lapangan.

“Saya mengalami robekan cakram tulang belakang saat berusia 18 tahun di Tottenham. Saya bermain sepanjang karier saya dengan cedera itu,” ungkap Bale.

Meski begitu, ia memilih untuk tidak mengungkapkan kondisi tersebut kepada publik saat masih aktif bermain.


Penyebab Berulangnya Cedera Betis

Cedera punggung tersebut ternyata berdampak langsung pada bagian tubuh lainnya, terutama betis. Bale mengaku bahwa banyak cedera betis yang ia alami selama karier sebenarnya berkaitan dengan masalah di punggungnya.

Karena kondisi itu, ia harus sangat berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan untuk hal sederhana seperti menyikat gigi pun ia harus berdiri dengan posisi tertentu agar tidak memicu cedera.

“Saya bahkan harus menyikat gigi sambil berdiri di atas tumit karena risiko cedera pada betis saya,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kondisi yang ia alami selama bertahun-tahun.


Real Madrid Mengetahui Kondisi Bale

Ketika Bale pindah ke Real Madrid pada tahun 2013 dengan rekor transfer dunia saat itu, klub raksasa Spanyol tersebut sebenarnya sudah mengetahui masalah pada punggungnya.

Meski demikian, mereka menilai kondisi tersebut masih bisa dikelola dengan perawatan dan program kebugaran yang tepat.

Bersama Real Madrid, Bale tetap mampu mencatatkan karier luar biasa. Ia memenangkan lima gelar Liga Champions UEFA dan menjadi bagian penting dari era kejayaan klub di Eropa.

Banyak momen ikoniknya yang masih dikenang hingga kini, termasuk gol spektakuler di final Liga Champions.


Cedera yang Akhirnya Mengubah Segalanya

Walaupun berhasil meraih banyak prestasi, cedera tersebut perlahan-lahan memberikan dampak jangka panjang bagi tubuhnya.

Masalah pada punggung dan betis yang terus muncul akhirnya membuat Bale memutuskan bahwa waktunya di sepak bola profesional sudah cukup.

Kini, setelah pensiun, Bale merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita tentang kondisi yang selama ini ia rahasiakan dari publik.

Pengakuan ini memberi perspektif baru bagi para penggemar sepak bola tentang perjuangan seorang atlet di balik kesuksesan besar yang terlihat di lapangan, sebagaimana juga dibahas oleh banyak pengamat sepak bola di siaranbola.