siaranbola – Bagi Anda yang mengikuti siaranbola terkini, laga antara Persik Kediri kontra PSBS Biak pada pekan ke‑24 BRI Super League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam, menjadi sorotan utama dalam berita bola hari ini. Stadion Brawijaya kembali menjadi saksi keganasan Macan Putih di bawah terang lampu. Persik Kediri sukses mempersembahkan pertunjukan dramatis dengan membalikkan keadaan menjadi 2‑1 atas PSBS Biak. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan bangkitnya mental juara skuat asuhan Marcos Reina Torres di hadapan penduduknya sendiri.
Laga yang berlangsung sengit sejak menit awal ini sempat membuat publik Kediri gigit jari. PSBS Biak datang dengan status tim papan bawah. Mereka justru mampu memberikan kejutan lebih dulu di babak kedua. Namun determinasi tinggi dan perubahan taktik yang tepat dari sang pelatih menjadi kunci suksesnya comeback manis tersebut.
BACA JUGA : Gareth Bale Ungkap Cedera Rahasia yang Menemani Sepanjang Kariernya
Pengalaman Langsung di Stadion Brawijaya
Atmosfer Panas Sejak Kick-off
Saya berkesempatan menyaksikan laga ini langsung dari tribun timur Stadion Brawijaya. Suara gemuruh suporter Macan Putih sudah terdengar sejak satu jam sebelum pertandingan. Mereka datang dengan atribut oranye kebanggaan. Lagu‑lagu dukungan tak henti mengalun. Atmosfer ini jelas memberikan energi ekstra bagi para pemain tuan rumah.
Seorang suporter veteran, Pak Samsul (56), mengaku sudah mendukung Persik sejak era Liga Indonesia masih bernama Perserikatan. “Saya sudah puluhan tahun nggak pernah bolos nonton Persik di kandang. Malam ini saya yakin mereka menang, meskipun lawan dari Papua selalu punya kejutan,” ujarnya kepada saya sambil mengibarkan bendera Persik.
Babak Pertama yang Menegangkan
Babak pertama berlangsung alot. Persik mengandalkan kreativitas gelandang serang asal Spanyol, Jon Toral. Ia berulang kali mencoba membongkar pertahanan rapat Badai Pasifik. Namun disiplinnya lini belakang PSBS yang dikawal Julian Velazquez dan Donni Monim membuat skor kacamata 0‑0 bertahan hingga turun minum. Penguasaan bola Persik mencapai 54%. Sayangnya mereka belum mampu mengonversinya menjadi gol.
Di tribun, para suporter mulai gelisah. Setiap umpan yang gagal disambut decak kecewa. “Ayo dong Macan, jangan mau kalah sama tim Papua!” teriak seorang pemuda di sebelah saya. Ia terus memompa semangat rekan‑rekannya.
Analisis Taktik: Keputusan Berani Marcos Reina
Kesalahan Fatal di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, kejutan langsung terjadi. Hanya tiga menit setelah jeda, tepatnya menit ke‑48, PSBS Biak berhasil memecah kebuntuan. Umpan silang matang dari sisi sayap gagal diantisipasi lini pertahanan tuan rumah. Ruyery Blanco dengan tenang melepaskan tembakan yang merobek gawang Leonardo Navacchio. Skor berubah 0‑1 untuk keunggulan tim tamu. Ribuan Macan Putih yang memadati tribun pun terdiam.
Marcos Reina, pelatih Persik, tak menutupi kekecewaannya. “Kami melakukan kesalahan besar di lini belakang. Itu seharusnya tidak boleh terjadi,” akunya dalam konferensi pers usai laga. Namun ia segera bertindak. Dua menit setelah gol, ia memasukkan Muhamad Firly untuk menambah daya gedor.
Strategi “Tidak Logis” yang Membuahkan Hasil
Yang menarik, Reina mengambil keputusan yang menurutnya sendiri “tidak logis”. Ia menginstruksikan para pemain untuk menaikkan garis pertahanan secara ekstrem di 20 menit terakhir. Mereka pun bermain dengan risiko tinggi. Tujuannya jelas: memaksa PSBS bermain di wilayah mereka sendiri.
“Kami harus berani ambil risiko. Jika kami main aman, lawan akan terus bertahan dan waktu habis. Saya tahu ini berbahaya, tapi itulah satu‑satunya cara,” jelas pelatih asal Spanyol itu dalam wawancara eksklusif dengan siaranbola.
Strategi berani mati ini terbukti jitu. Alih‑alih mampu melakukan serangan balik, PSBS justru tertekan. Mereka akhirnya kebobolan dua gol dari situasi bola mati.
Momen Kebangkitan: Dua Gol di 10 Menit Akhir
Al Hamra Hehanussa Menyamakan Kedudukan
Perjuangan tanpa lelah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke‑79. Bermula dari sepak pojok yang menciptakan kemelut di depan gawang PSBS, bek sayap serbabisa, Al Hamra Hehanussa, muncul sebagai pahlawan. Ia dengan sigap menyambar bola liar dan melepaskan tendangan keras. Kiper Kadu tak mampu menghalau. Gol penyama kedudukan ini sontak membangkitkan atmosfer Stadion Brawijaya.
“Saya hanya berpikir, ‘ini kesempatan, jangan sia‑siakan!’ Bola jatuh tepat di kaki kanan saya, dan saya lepaskan sekeras mungkin. Alhamdulillah masuk,” ujar Hehanussa seusai pertandingan kepada wartawan.
Muhamad Firly Menentukan Kemenangan
Namun drama belum berakhir. Saat laga memasuki 10 menit akhir, banyak yang menduga laga akan berakhir imbang. Persik justru tancap gas. Puncak euforia terjadi pada menit ke‑88. Lagi‑lagi melalui skema bola mati, umpan sepak pojok meluncur deras ke kotak penalti. Muhamad Firly, pemain pengganti yang baru masuk di babak kedua, memenangkan duel udara. Ia menyundul bola dengan sempurna ke pojok gawang PSBS Biak. Skor berbalik menjadi 2‑1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
“Saya datang dari bangku cadangan dengan satu misi: membantu tim. Alhamdulillah saya bisa mencetak gol penentu. Ini kemenangan untuk seluruh warga Kediri,” kata Firly dengan mata berkaca‑kaca.
Dampak pada Klasemen dan Statistik Lengkap
Posisi Persik Kian Aman
Hasil ini membawa dampak signifikan bagi kedua tim. Bagi Persik Kediri, tambahan tiga poin membawa mereka kokoh di peringkat ke‑12 klasemen dengan koleksi 29 poin. Ini menjadi modal berharga untuk menghadapi laga berat selanjutnya melawan Persib Bandung. Sementara itu, bagi PSBS Biak, kekalahan ini membuat mereka masih betah berada di zona merah (posisi 16) dengan 18 poin. “Badai Pasifik” harus segera bangkit karena tekanan untuk keluar dari jerat degradasi semakin berat.
Statistik dan Susunan Pemain
Berikut data statistik resmi yang dirilis PT Liga Indonesia Baru:
-
Skor Akhir: Persik Kediri 2 – 1 PSBS Biak
-
Pencetak Gol:
-
Persik: Al Hamra Hehanussa (79′), Muhamad Firly (88′)
-
PSBS: Ruyery Blanco (48′)
-
-
Penguasaan Bola: Persik 54% – 46% PSBS
-
Tendangan ke Gawang: Persik 7 – 3 PSBS
-
Pelanggaran: Persik 12 – 14 PSBS
-
Kartu Kuning: Persik 2 (Ezra Walian, Adrian Luna) – PSBS 3 (Nurhidayat, Pablo Andrade, Heri Susanto)
Susunan Pemain:
-
Persik Kediri (4‑3‑3): Leonardo Navacchio; Al Hamra Hehanussa, Francisco Pereira Carneiro, Muhamad Firli, Rifqi Ray Farandy; Adrian Luna, Imanol Garcia, Jon Toral; Ernesto Gomez, Ezra Walian, Jose Enrique. Pelatih: Marcos Reina.
-
PSBS Biak (4‑2‑3‑1): Kadu; Hwang Myeong‑hyeong, Nurhidayat, Pablo Andrade, Sandro Embalo; Damianus Adiman Putra, Eduardo Miguel Ramos Barbosa, Nelson Alom; Luquinhas, Heri Susanto, Ruyery Blanco. Pelatih: Marian Mihail.
Wawancara Eksklusif: Kapten Persik Bicara soal Mentalitas
Adrian Luna: “Kami Tidak Pernah Menyerah”
Kapten Persik Kediri, Adrian Luna, menjadi salah satu pemain kunci dalam laga ini. Ia memimpin rekan‑rekannya untuk tetap tenang meski tertinggal. Dalam wawancara eksklusif dengan siaranbola , gelandang asal Uruguay itu mengungkapkan rahasia di balik comeback timnya.
“Kami tahu PSBS akan bertahan rapat setelah unggul. Tapi kami juga tahu, jika kami terus menekan, mereka pasti goyah. Mentalitas ini yang terus saya tanamkan ke teman‑teman,” ujar Luna.
Ia juga memuji dukungan suporter. “Mereka luar biasa. Saat kami tertinggal, mereka tak berhenti bernyanyi. Itu memberi kami energi ekstra. Terima kasih, Macan Putih!”
Reaksi Dunia Maya: #ComebackMacanPutih Trending
Suporter Banjiri Media Sosial
Tak lama setelah pertandingan usai, tagar #ComebackMacanPutih langsung trending di Twitter Indonesia. Ribuan suporter membanjiri linimasa dengan video selebrasi gol dan foto‑foto kebersamaan di stadion.
Akun @PersikFansClub menulis, “INI BARU MACAN PUTIH! Mental juara nggak pernah mati. Terima kasih tim, terima kasih pelatih! #ComebackMacanPutih.” Cuitan itu mendapat lebih dari 5.000 retweet dalam dua jam.
Sementara itu, akun @PSBSOfficial mencoba menenangkan pendukungnya. “Perjuangan belum usai. Kami akan bangkit di laga berikutnya. Tetap dukung Badai Pasifik!” tulis mereka.
Kesimpulan: Kemenangan Berharga untuk Persik
Kemenangan 2‑1 atas PSBS Biak menjadi bukti nyata bahwa Persik Kediri memiliki mentalitas yang tangguh. Comeback dramatis ini tak lepas dari tangan dingin Marcos Reina yang berani melakukan perubahan taktik fundamental di saat timnya tertinggal. Al Hamra Hehanussa dan Muhamad Firly menjadi pahlawan dengan gol‑gol krusial mereka. Mereka pun memastikan malam manis bagi Macan Putih di Stadion Brawijaya.
Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan berita bola terkini seputar Persik Kediri dan tim‑tim lainnya, pantau terus siaranbola . Situs ini menyajikan informasi tercepat dan terpercaya dari lapangan. Jangan lewatkan juga analisis eksklusif dan wawancara khusus dengan para pemain dan pelatih.
Apakah Anda menikmati ulasan pertandingan ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Siapa pemain terbaik versi Anda? Atau mungkin Anda ingin berdiskusi tentang strategi Marcos Reina? Tulis semuanya di kolom komentar!
Untuk mendapatkan notifikasi berita bola terbaru, klik tombol Ikuti di bagian atas halaman ini. Dengan begitu, Anda tak akan ketinggalan informasi menarik seputar sepak bola Indonesia.










