siaranbola – Aksi invasi lapangan oleh pendukung Celtic dan Rangers usai laga Old Firm di Scottish Cup berujung petaka. Polisi Skotlandia mengecam keras tindakan “memalukan” tersebut yang menyebabkan petugas keamanan dan masyarakat terluka. Peristiwa ini terjadi setelah Celtic menyingkirkan rival beratnya melalui adu penalti di Stadion Ibrox, Minggu (8/3/2026) malam WIB.
Kericuhan pecah saat ribuan suporter membanjiri lapangan, memicu bentrok dan pelemparan flare. SIARANBOLA akan mengulas tuntas kekacauan yang mencoreti wajah sepak bola Skotlandia ini.
Invasi Lapangan Warnai Kemenangan Dramatis Celtic
Laga perempat final Piala Skotlandia antara Rangers dan Celtic berlangsung sengit selama 120 menit. Skor kacamata 0-0 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Celtic akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 setelah penendang Rangers, James Tavernier dan Djeidi Gassama, gagal melaksanakan tugasnya dengan sempurna.
Baca Juga: Hasil AC Milan 1-0 Inter Milan 9 Maret 2026 – SIARANBOLA
Namun, euforia kemenangan Celtic berubah menjadi malapetaka. Tomas Cvancara, eksekutor penalti kemenangan, langsung diserbu puluhan pendukung Celtic yang invasi lapangan. Aksi ini segera dibalas oleh ratusan fans Rangers yang juga turun ke rumput, menciptakan kekacauan di Ibrox.
Pihak kepolisian dan steward kewalahan membendung amuk massa. Mereka terpaksa membentuk barikade manusia di tengah lapangan untuk memisahkan kedua kubu yang saling serang.
Petugas Terluka dan Investigasi Digelar
Insiden ini tidak hanya merusak esensi olahraga, tetapi juga membahayakan nyawa. Polisi Skotlandia mengonfirmasi bahwa sejumlah ofisial dan anggota masyarakat menjadi korban dalam “tontonan keji” tersebut. Seorang anggota staf kepelatihan Celtic dilaporkan diserang, sementara bek Celtic, Julian Araujo, juga didorong oleh oknum suporter tuan rumah saat mencoba melerai kekacauan.
Akibat insiden ini, Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) bergerak cepat. Mereka mengumumkan investigasi formal sesuai dengan Protokol Panel Yudisial.
“Perilaku sejumlah suporter sangat memalukan. Hal ini harus dikutuk oleh semua pihak yang terlibat dalam sepak bola dan masyarakat luas.”
— Kepala Superintenden Kate Stephen, Polisi Skotlandia.
Dampak Kebijakan Tiket dan Masa Depan Old Firm
Laga ini seharusnya menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak 2018, otoritas mengizinkan 7.500 suporter tandang (Celtic) memenuhi stadion dalam derbi Old Firm. Alokasi penuh ini awalnya dimaksudkan untuk mengembalikan atmosfer klasik laga.
Namun, keputusan tersebut justru menjadi bumerang. Kericuhan sebelum, selama, dan sesudah pertandingan membuktikan bahwa tensi antar suporter masih sangat tinggi. Invasi lapangan ini diprediksi akan mengubur kembali wacana tersebut.
Analisis: Luka Lama Sepak Bola Skotlandia
Kekacauan di Ibrox membuka luka lama rivalitas Old Firm. Berikut adalah fakta cepat terkait insiden tersebut:
-
Korban: Sejumlah polisi dan steward mengalami luka-luka.
-
Penangkapan: Polisi mengonfirmasi telah melakukan beberapa penangkapan terkait kerusuhan.
-
Dominasi: Rangers melepaskan 24 tembakan tanpa hasil, sementara Celtic tidak punya tembakan tepat sasaran selama 120 menit.
-
Sanksi: SFA menginvestigasi insiden untuk menjatuhkan sanksi tegas.
Pelatih Celtic, Martin O’Neill, menyayangkan insiden yang menodai performa timnya. “Ada euforia alami saat memenangkan pertandingan. Jika ini sudah melampaui batas, itu sangat mengecewakan,” ujarnya.
Di sisi lain, manajer Rangers, Danny Rohl, memilih fokus pada performa timnya yang gagal memanfaatkan peluang meski mendominasi penguasaan bola.
Pertanyaan Seputar Invasi Lapangan Ibrox
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum terkait insiden invasi lapangan ini:
Apa penyebab utama invasi lapangan di laga Rangers vs Celtic?
Pemicu utamanya adalah kemenangan Celtic di babak adu penalti. Ratusan suporter Celtic yang euforia langsung invasi lapangan, yang kemudian memicu kemarahan dan serangan balik dari pendukung Rangers.
Bagaimana respons pihak berwajib atas insiden ini?
Polisi Skotlandia merespons dengan cepat dan mengerahkan personel untuk membentuk barikade. Mereka mengecam aksi “memalukan” tersebut dan telah meluncurkan investigasi besar-besaran dengan mengamankan rekaman CCTV.
Apa sanksi yang akan diterima oleh klub?
SFA telah membuka investigasi formal. Rangers dan Celtic berpotensi mendapat denda besar, kewajiban main tanpa penonton, atau sanksi berat lainnya. Kebijakan alokasi tiket tandang juga dipastikan akan dievaluasi ulang.
Kesimpulan: Coreng Hitam Sepak Bola Skotlandia
Invasi lapangan di Ibrox adalah pengingget kelam bahwa rivalitas Old Firm masih menyimpan potensi kekerasan yang tinggi. Aksi brutal yang melukai petugas dan mengganggu jalannya pertandingan ini harus menjadi pelajaran berharga. Polisi Skotlandia dan SFA harus bertindak tegas memberikan efek jera.
Dampak ke depan, kita mungkin akan kembali menyaksikan laga Old Firm tanpa penonton tandang untuk waktu yang lama. Sepak bola Spanyol yang menjunjung tinggi fair play tentu jauh dari hiruk-pikuk kekerasan semacam ini. SIARANBOLA akan terus memantau perkembangan investigasi dan sanksi yang akan dijatuhkan kepada kedua klub.










