SIARANBOLA – Inter Milan tengah mengalami periode sulit yang belum pernah terjadi dalam tiga tahun terakhir. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh Fiorentina di Stadio Artemio Franchi, Minggu (22/3/2026) malam WIB, I Nerazzurri kini mencatatkan tiga pertandingan beruntun tanpa kemenangan di Serie A . Tren negatif ini menjadi yang terburuk bagi Inter Milan sejak musim 2023/2024.
Baca Juga : Enzo Fernandez ke Real Madrid: Tunggu Piala Dunia, SiaranBola Ungkap Strategi
Tiga Laga Tanpa Kemenangan: Apa yang Terjadi?
Inter Milan yang sempat memimpin klasemen dengan nyaman kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan inkonsistensi. Dalam tiga laga terakhir di Serie A, Cristian Chivu gagal membawa timnya meraih kemenangan sempurna.
Perjalanan buruk dimulai saat Inter takluk 0-1 dari AC Milan dalam Derby della Madonnina pada 9 Maret lalu di San Siro . Kekalahan ini memangkas keunggulan mereka menjadi tujuh poin atas Rossoneri. Pekan berikutnya, mereka kembali gagal menang setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Como di kandang sendiri .
Puncaknya, pada laga tandang melawan Fiorentina akhir pekan lalu, Inter kembali gagal meraih tiga poin. Meski unggul cepat lewat gol Pio Esposito pada menit pertama, anak asuh Chivu harus puas berbagi angka setelah Cher Ndour menyamakan kedudukan pada menit ke-77 .
Faktor-Faktor Penyebab Tren Negatif
Kelelahan Akibat Jadwal Padat
Asisten pelatih Inter, Aleksandar Kolarov, mengakui bahwa faktor kelelahan menjadi salah satu penyebab penurunan performa tim.
“Kami tidak dalam performa terbaik dan kami tidak dalam kondisi terbaik. Tapi kami unggul enam poin, jadi semuanya ada di tangan kami. Kami kehilangan sedikit agresivitas dan kelincahan, mungkin karena kelelahan dari semua pertandingan yang telah kami mainkan,” ujar Kolarov setelah laga melawan Fiorentina .
Krisis Cedera Pemain Kunci
Absennya sejumlah pemain inti juga menjadi pukulan berat bagi Inter Milan. Lautaro Martinez dan Marcus Thuram harus absen dalam beberapa laga terakhir akibat cedera . Tanpa duet penyerang andalan, lini depan Inter kehilangan ketajaman yang biasa menjadi andalan.
Tekanan dari Pesaing
Legenda pelatih Italia, Arrigo Sacchi, telah memperingatkan Inter tentang potensi tren negatif ini jauh sebelum terjadi. Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Sacchi melihat tanda-tanda penurunan performa Nerazzurri.
“Namun, saya akui bahwa saya melihat mereka sedikit menurun dibandingkan periode lain di musim ini. Mungkin itu karena absennya beberapa pemain, atau mungkin mereka kurang bertekad dan efektif daripada sebelumnya. Karena alasan ini, mereka harus berhati-hati: hanya butuh sesaat untuk jatuh ke dalam tren negatif, dan kemudian memulihkannya menjadi masalah,” seru Sacchi .
Peringatan ini kini terbukti, dengan AC Milan dan Napoli mulai menekan dari belakang.
Dampak di Klasemen: Keunggulan Kian Tergerus
Tiga laga tanpa kemenangan membuat keunggulan Inter Milan di puncak klasemen Serie A tergerus drastis. Saat ini, I Nerazzurri mengoleksi 69 poin dari 30 pertandingan, unggul enam poin atas AC Milan di posisi kedua dan tujuh poin atas Napoli di peringkat ketiga .
Statistik kunci Inter Milan dalam tiga laga terakhir:
-
vs AC Milan (tandang): Kalah 0-1
-
vs Como (kandang): Imbang 0-0
-
vs Fiorentina (tandang): Imbang 1-1
-
Gol: Hanya 1 gol dari 3 pertandingan
-
Clean sheet: Hanya 1 dari 3 laga
Surat kabar Italia, Il Mattino, dengan tegas menyebut bahwa Inter sedang dalam krisis dan persaingan Scudetto kembali terbuka.
“Ya, Inter sedang dalam krisis, kejuaraan dibuka kembali. Mereka tidak menang dalam tiga pertandingan, tidak lebih dari hasil imbang di Florence (1-1) dan memberi makan mimpi comeback Allegri dan Conte: Milan sekarang terpaut enam poin, Napoli tujuh poin,” tulis Il Mattino .
Kabar Baik: Stabilitas Finansial dan Fokus Penuh
Di tengah tren negatif ini, ada kabar baik bagi Inter Milan. Presiden klub, Giuseppe Marotta, memastikan bahwa kegagalan di Liga Champions—yang membuat pendapatan turun drastis dari 136,6 juta euro menjadi 71,27 juta euro—tidak akan mengganggu rencana belanja tim musim panas nanti .
Dengan tersingkirnya Inter dari Liga Champions usai dikalahkan Bodo/Glimt, fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada Serie A. Arrigo Sacchi menilai situasi ini bisa menjadi keuntungan tersendiri.
“Inter hanya memiliki satu tugas: meraih poin dan mempertahankan selisih poin. Scudetto adalah satu-satunya tujuan yang tersisa, dan karena itu Nerazzurri akan memberikan segalanya untuk mencapainya,” ujar Sacchi .
Agenda Berat Setelah Jeda Internasional
Setelah jeda internasional, Inter Milan akan menghadapi jadwal berat yang bisa menentukan nasib mereka dalam perburuan Scudetto. Dalam dua laga berturut-turut, mereka akan menjamu AS Roma di Giuseppe Meazza, kemudian bertandang ke markas Como .
Dua laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental juara Inter. Jika kembali gagal meraih kemenangan, keunggulan enam poin bisa lenyap dan persaingan gelar akan semakin panas.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Tren Negatif Inter Milan
1. Kapan terakhir kali Inter Milan mengalami tiga laga tanpa kemenangan di Serie A?
Inter Milan terakhir kali mengalami tiga laga beruntun tanpa kemenangan di Serie A pada musim 2023/2024, sebelum era kepelatihan Cristian Chivu .
2. Siapa pemain kunci yang absen dalam tiga laga terakhir Inter?
Lautaro Martinez dan Marcus Thuram harus absen dalam beberapa laga terakhir akibat cedera, membuat lini depan Inter kehilangan ketajaman .
3. Berapa keunggulan Inter Milan saat ini di puncak klasemen Serie A?
Inter Milan saat ini unggul enam poin atas AC Milan di posisi kedua dan tujuh poin atas Napoli di peringkat ketiga dengan sisa delapan pertandingan .
4. Apa kata Arrigo Sacchi tentang performa Inter Milan?
Legenda pelatih Italia, Arrigo Sacchi, memperingatkan bahwa Inter menunjukkan tanda-tanda penurunan performa dan harus waspada agar tidak terperosok lebih dalam ke dalam tren negatif .
Kesimpulan: Ujian Mental Juara
Tiga laga tanpa kemenangan menjadi alarm keras bagi Inter Milan. Keunggulan di puncak klasemen Serie A yang sempat mencapai 10 poin kini tergerus menjadi hanya enam poin. Faktor kelelahan, krisis cedera, dan tekanan dari pesaing menjadi tantangan besar yang harus diatasi oleh Cristian Chivu dan skuadnya.
Namun, pengalaman dan stabilitas finansial yang dimiliki Inter di bawah kepemimpinan Giuseppe Marotta menjadi modal berharga. Dengan fokus penuh hanya pada Serie A setelah tersingkir dari kompetisi Eropa, Nerazzurri masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Dua laga berat setelah jeda internasional—melawan Roma dan Como—akan menjadi penentu apakah Inter mampu bangkit dan mengamankan Scudetto, atau justru membiarkan keunggulan mereka sirna di tangan AC Milan dan Napoli.
Ikuti terus perkembangan Serie A dan berita Inter Milan terkini hanya di SIARANBOLA.










