Riyad Mahrez Gantung Sepatu dari Timnas Aljazair usai Piala Dunia 2026

SIARANBOLA Kapten Aljazair, Riyad Mahrez, resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan mengejutkan ini disampaikan usai kekalahan 0-2 dari Swiss di BC Place, Vancouver, pada Jumat (3/7/2026). Melalui SIARANBOLA, kami menyajikan analisis mendalam tentang pensiunnya salah satu legenda terbesar sepak bola Afrika. Pengumuman ini menutup babak 12 tahun pengabdian Mahrez bersama The Desert Foxes.

Kekalahan Pahit di Vancouver yang Mengubah Segalanya

Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir bagi Riyad Mahrez bersama Aljazair. Pada laga babak 32 besar yang digelar di BC Place, Vancouver, Aljazair harus mengakui keunggulan Swiss melalui gol Breel Embolo (menit ke-10) dan Dan Ndoye (menit ke-46). Dua gol tersebut tercipta dari kesalahan fatal di lini pertahanan Aljazair.

Baca Juga: Prediksi Argentina Vs Cape Verde: Messi & Laga 32 Besar, 4 Juli 2026

Mahrez mengakui bahwa timnya sebenarnya mampu bersaing dalam pertandingan tersebut. Namun, dua kesalahan yang berujung gol membuat tim asuhan Vladimir Petkovic gagal melangkah lebih jauh. Swiss pun berhak melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang antara Kolombia dan Ghana.

Pernyataan Resmi Mahrez: “Ini Pertandingan Terakhir Saya”

Usai laga, Mahrez memberikan pernyataan emosional yang langsung menjadi perbincangan global. “Tujuannya adalah untuk melaju, dan saya pikir itu adalah pertandingan yang bisa kami menangkan,” ujar Mahrez dikutip dari BBC Sport. “Kami kebobolan dua gol karena kesalahan, dan di level ini, kami harus membayar mahal untuk itu.”

Ketika ditanya apakah kekalahan ini menjadi penampilan terakhirnya di turnamen empat tahunan, Mahrez menjawab tegas: “Ini penampilan terakhir saya bahkan bersama tim nasional. Ini adalah pertandingan terakhir saya.” Pernyataan ini menjadi penegasan resmi bahwa Riyad Mahrez pensiun dari timnas Aljazair setelah 12 tahun pengabdian.

Mahrez juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para penggemar. Sambil berjalan meninggalkan lapangan, ia memberikan acungan jempol, menepuk dadanya, dan melambaikan tangan kepada suporter. “Mewakili Aljazair adalah mimpi saya sejak kecil. Ini merupakan kehormatan besar dan sumber kebanggaan yang luar biasa,” katanya. Ia juga berpesan: “Sekarang giliran generasi baru untuk bermain.”

Statistik dan Warisan Sang Kapten

Mahrez mengakhiri karier internasionalnya dengan catatan 119 penampilan dan 40 gol untuk Aljazair. Ia menempati posisi kedua sebagai pemain dengan caps terbanyak, di bawah Aissa Mandi (123 penampilan), dan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak, di bawah Islam Slimani (49 gol).

Beberapa pencapaian penting Mahrez bersama Aljazair:

  • Juara Piala Afrika 2019 – mencetak gol tendangan bebas di menit akhir semifinal melawan Nigeria sebelum mengalahkan Senegal di final

  • Pemain Afrika Terbaik 2016 – mengukuhkan diri sebagai salah satu pesepak bola terbaik di benua Afrika

  • Rekor kontribusi gol di Piala Dunia – terlibat dalam tiga gol (dua gol vs Austria, satu assist vs Yordania) di Piala Dunia 2026, terbanyak bagi pemain Aljazair dalam satu edisi turnamen

  • Pemain Afrika tertua kedua yang memulai laga knockout Piala Dunia

Di level klub, Mahrez meraih lima gelar Premier League (satu bersama Leicester City, empat bersama Manchester City) serta satu gelar Liga Champions bersama Manchester City.

Analisis: Akhir dari Generasi Emas Aljazair

Pensiunnya Mahrez bukan sekadar kehilangan seorang kapten. Ini menandai berakhirnya era generasi emas Aljazair yang dimulai sekitar satu dekade lalu. Mahrez menjadi figur sentral yang membawa Aljazair meraih Piala Afrika 2019, gelar kontinental pertama sejak 1990.

Tim asuhan Vladimir Petkovic sebenarnya menunjukkan kemajuan di Piala Dunia 2026. Aljazair berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak 2014 setelah finis sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Namun, catatan kebobolan yang tinggi menjadi evaluasi besar bagi tim.

Dengan kepergian Mahrez dan beberapa pemain senior lainnya seperti Aïssa Mandi yang juga mengumumkan pensiun, Aljazair kini menghadapi tantangan regenerasi yang berat. Siapa yang akan mengisi peran sebagai pemimpin dan motor serangan? Nama-nama seperti Ibrahim Maza dan Farès Chaibi mungkin akan menjadi tulang punggung baru, tetapi menggantikan sosok sekelas Mahrez bukanlah tugas mudah.

Dampak bagi Sepak Bola Aljazair dan Afrika

Kepergian Mahrez dari timnas menciptakan kekosongan kepemimpinan yang signifikan. Sebagai kapten, ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga pemimpin di dalam dan luar lapangan. Pengalamannya di level tertinggi Eropa, bersama Leicester City dan Manchester City, memberikan pengaruh besar bagi perkembangan rekan-rekan setimnya.

Bagi sepak bola Afrika, pensiunnya Mahrez adalah kehilangan besar. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain Afrika yang berhasil menembus elit sepak bola Eropa dan memenangkan gelar bergengsi. Warisannya akan terus dikenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dihasilkan benua Afrika.

Fakta Cepat: Karier Internasional Riyad Mahrez

  • Debut timnas: 2013 (memilih Aljazair meski lahir di Prancis)

  • Total caps: 119 penampilan

  • Total gol: 40 gol

  • Total assist: 45 assist

  • Posisi di daftar caps Aljazair: ke-2

  • Posisi di daftar gol Aljazair: ke-2

  • Gelar utama: Piala Afrika 2019, 5 Premier League, 1 Liga Champions

  • Penghargaan individu: Pemain Afrika Terbaik 2016

FAQ

1. Kapan Riyad Mahrez resmi mengumumkan pensiun dari timnas Aljazair?
Riyad Mahrez mengumumkan pensiun pada Jumat, 3 Juli 2026, segera setelah laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Swiss di Vancouver.

2. Berapa caps dan gol Riyad Mahrez selama membela timnas Aljazair?
Mahrez mencatatkan 119 penampilan dan 40 gol sepanjang karier internasionalnya bersama Aljazair.

3. Apa prestasi terbesar Mahrez bersama Aljazair?
Prestasi terbesarnya adalah memimpin Aljazair meraih gelar Piala Afrika 2019, mengakhiri puasa gelar kontinental sejak 1990.

4. Siapa yang akan menggantikan peran Mahrez di timnas Aljazair?
Nama seperti Ibrahim Maza dan Farès Chaibi berpotensi menjadi tulang punggung baru, namun menggantikan sosok sekelas Mahrez adalah tantangan besar bagi Aljazair.

5. Mengapa Mahrez memutuskan pensiun setelah Piala Dunia 2026?
Mahrez menyatakan bahwa kekalahan dari Swiss menjadi pertandingan terakhirnya bersama timnas. Ia merasa sudah waktunya bagi generasi baru untuk mengambil alih.

Kesimpulan

Riyad Mahrez telah resmi pensiun dari timnas Aljazair setelah 12 tahun mengukir sejarah. Keputusannya menyusul kekalahan 0-2 dari Swiss di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menandai berakhirnya era keemasan sepak bola Aljazair. Dengan 119 caps, 40 gol, dan gelar Piala Afrika 2019, Mahrez meninggalkan warisan yang sulit ditandingi. Kini, tugas besar menanti generasi muda Aljazair untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang ditinggalkan sang kapten. Pantau terus perkembangan sepak bola internasional hanya di SIARANBOLA.