SIARANBOLA – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi mendakwa Chelsea atas dugaan perilaku diskriminatif oleh sebagian penggemar mereka. Dakwaan ini muncul dari insiden nyanyian sektarian yang terdengar saat Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage pada 24 Agustus 2026. FA menilai Chelsea gagal memastikan penggemar mereka tidak berperilaku ofensif dan diskriminatif selama pertandingan berlangsung.
Dakwaan ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ia menyentuh prinsip strict liability dalam regulasi FA, di mana klub bertanggung jawab atas perilaku penggemarnya di dalam stadion, bahkan ketika klub telah berupaya mencegahnya.
Baca Juga: Jalan Juventus Mendapatkan Alisson Becker Makin Lapang
Apa Isi Dakwaan FA terhadap Chelsea?
FA mendakwa Chelsea dengan pelanggaran FA Rule E21. Dakwaan ini disampaikan melalui pernyataan resmi juru bicara FA yang dikutip dari laman BBC Sport.
Pelanggaran Terjadi pada Menit ke-9
Menurut pernyataan FA, pelanggaran terjadi pada menit ke-9 pertandingan Liga Premier antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage, 24 Agustus 2026. Chelsea dianggap tidak memastikan penonton dan/atau pendukungnya berperilaku pantas selama pertandingan berlangsung.
Bunyi Pernyataan Resmi FA
“Chelsea FC telah didakwa melanggar FA Rule E21 selama menit ke-9 pertandingan Liga Premier melawan Fulham FC pada 24 Agustus. Diduga bahwa klub gagal memastikan penonton dan/atau pendukungnya tidak berperilaku tidak pantas, ofensif, kasar, atau menghina. Lebih lanjut diduga bahwa perilaku tersebut bersifat diskriminatif karena mengandung referensi, baik tersurat maupun tersirat, terhadap agama atau keyakinan.”
Pernyataan ini menegaskan dua hal penting. Pertama, pelanggaran terjadi dalam rentang waktu yang spesifik, yaitu menit ke-9. Kedua, FA tidak hanya menilai perilaku penggemar sebagai ofensif, tetapi juga secara eksplisit menyebutnya sebagai diskriminasi berbasis agama atau keyakinan.
Kronologi: Dari Kemenangan 3-2 hingga Dakwaan Resmi
Insiden ini bermula dari pertandingan pembuka musim Chelsea di Liga Premier 2026/2027. Laga berjalan dramatis di lapangan, tetapi sorotan kemudian bergeser ke tribune penonton.
Laga Fulham vs Chelsea, 24 Agustus 2026
Chelsea memulai era baru di bawah manajer Xabi Alonso dengan kemenangan 3-2 atas Fulham di Craven Cottage. Gol-gol Chelsea dicetak oleh João Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer, sementara Fulham membalas melalui Joshua King dan Gonzalo García.
Di tengah euforia kemenangan, sebagian penggemar Chelsea yang berada di tribune tamu terdengar menyanyikan nyanyian sektarian. Chelsea kemudian mengakui menerima “beberapa laporan tentang nyanyian sektarian dari sebagian kecil penggemar”.
Surat Peringatan Chelsea kepada Penggemar
Pada 26 Agustus 2026, dua hari setelah pertandingan, Chelsea mengirim surat resmi kepada para pendukungnya. Dalam surat tersebut, klub memperingatkan bahwa penggemar yang terbukti terlibat dalam nyanyian diskriminatif akan menghadapi “tindakan paling tegas yang mungkin”. Chelsea juga menegaskan bahwa mereka tidak menoleransi segala bentuk nyanyian diskriminatif.
Klub bahkan mengancam akan melarang penggemar yang terus menggunakan nyanyian tersebut untuk menghadiri pertandingan, dengan potensi sanksi berupa penangguhan tanpa batas waktu.
Dakwaan FA Dijatuhkan pada 25 September 2026
Sekitar satu bulan setelah pertandingan, tepatnya pada 25 September 2026, FA secara resmi mengumumkan dakwaan terhadap Chelsea. Pengumuman ini dikonfirmasi oleh beberapa media besar, termasuk BBC Sport.
Jeda waktu antara insiden dan dakwaan menunjukkan bahwa FA melakukan investigasi sebelum menjatuhkan tuduhan formal. Proses ini lazim dalam penegakan disiplin FA, terutama untuk kasus yang melibatkan perilaku penonton dan membutuhkan bukti yang cukup.
Apa Itu FA Rule E21 dan Mengapa Penting?
FA Rule E21 adalah aturan yang mengatur tanggung jawab klub terhadap perilaku penonton dan pendukungnya selama pertandingan berlangsung. Aturan ini menjadi dasar hukum bagi FA untuk menjatuhkan sanksi kepada klub ketika penggemar mereka melanggar batas perilaku yang dapat diterima.
Definisi dan Cakupan FA Rule E21
Secara garis besar, FA Rule E21 mewajibkan setiap klub untuk memastikan bahwa penonton dan/atau pendukungnya berperilaku tertib selama menghadiri pertandingan. Mereka dilarang menggunakan kata-kata atau berperilaku dengan cara yang tidak pantas, ofensif, kasar, tidak senonoh, atau menghina.
Aturan ini mencakup berbagai bentuk pelanggaran, termasuk kekerasan fisik antar-pendukung, nyanyian diskriminatif, gangguan terhadap jalannya pertandingan, dan invasi lapangan. Namun, nyanyian diskriminatif—terutama yang mengandung referensi terhadap agama, keyakinan, etnis, atau orientasi seksual—menjadi salah satu pelanggaran yang paling serius dalam kerangka aturan ini.
Prinsip Strict Liability dalam Regulasi FA
Salah satu aspek paling penting dari FA Rule E21 adalah penerapan prinsip strict liability. Dalam konteks ini, strict liability berarti klub dapat dianggap bertanggung jawab atas perilaku penggemarnya terlepas dari apakah klub secara langsung terlibat atau mengetahui tindakan tersebut.
Klub dapat mengajukan pembelaan berupa “due diligence”, yaitu menunjukkan bahwa mereka telah melakukan segala upaya yang wajar untuk mencegah perilaku diskriminatif. Namun, menurut panduan FA, tingkat upaya klub hanya dipertimbangkan sebagai faktor mitigasi, bukan sebagai pembebas dari tanggung jawab.
Artinya, bahkan jika Chelsea telah mengirim surat peringatan, memasang pesan di stadion, atau mengambil langkah pencegahan lainnya, klub tetap dapat didakwa jika nyanyian diskriminatif terjadi di area yang menjadi tanggung jawab mereka. Inilah yang membuat dakwaan terhadap Chelsea tetap muncul meskipun klub telah bertindak proaktif.
Nyanyian “Flute for 50 Pence” dan Konteks Sektariannya
Nyanyian yang menjadi pemicu dakwaan ini dikenal dengan sebutan “Flute for 50 Pence”. Liriknya mengandung frasa “F*** the Pope and the IRA”, sebuah seruan yang secara eksplisit merujuk pada Paus (pemimpin Gereja Katolik) dan IRA (Irish Republican Army).
Asal-Usul Nyanyian dan Hubungannya dengan Rangers
Penggunaan nyanyian ini oleh sebagian penggemar Chelsea bukanlah fenomena baru. Nyanyian ini telah lama dikaitkan dengan hubungan historis antara sebagian basis penggemar Chelsea dengan klub Skotlandia, Rangers FC.
Rangers dan Celtic adalah dua klub Glasgow yang memiliki rivalitas berbasis identitas religius. Rangers secara tradisional diasosiasikan dengan komunitas Protestan, sementara Celtic dengan komunitas Katolik. Nyanyian “Flute for 50 Pence” mengandung lirik yang menghina simbol-simbol Katolik, sehingga penggunaannya mencerminkan ketegangan sektarian yang berakar dari konteks Skotlandia, bukan dari konteks sepak bola Inggris murni.
Mengapa Nyanyian Ini Dianggap Diskriminatif
Dalam kerangka FA Rule E21, nyanyian ini dikategorikan sebagai diskriminatif karena mengandung referensi eksplisit terhadap agama atau keyakinan. FA memiliki kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk perilaku diskriminatif, dan nyanyian yang menyerang simbol atau tokoh agama masuk dalam kategori pelanggaran berat.
Perlu dicatat bahwa konteks historis atau budaya tidak menjadi pembenaran dalam regulasi FA. Apapun latar belakangnya, nyanyian yang menyerang agama atau keyakinan tetap melanggar aturan dan dapat memicu sanksi bagi klub yang pendukungnya terlibat.
Potensi Sanksi yang Menanti Chelsea
FA memiliki pedoman sanksi yang jelas untuk pelanggaran Rule E21, terutama yang melibatkan nyanyian diskriminatif. Sanksi dapat berupa kombinasi denda finansial, action plan, dan dalam kasus yang lebih serius, penutupan sebagian atau seluruh stadion.
Rentang Denda Berdasarkan Preseden FA
Berdasarkan pedoman FA, untuk klub Championship, rentang denda untuk pelanggaran Rule E21 adalah £5.000 hingga £75.000–. Namun, untuk klub Liga Premier, rentang denda bisa lebih tinggi. Sebagai perbandingan, West Ham didenda £120.000 pada Mei 2025 setelah penggemarnya terbukti melakukan nyanyian homofobik dalam pertandingan melawan Chelsea.
Hull City didenda £30.000 dan dikenai action plan setelah penggemarnya melakukan nyanyian diskriminatif dalam pertandingan Piala FA melawan Chelsea pada Februari 2026. Cardiff City didenda £15.000 karena nyanyian homofobik terhadap Chelsea pada Desember 2025.
Millwall, yang merupakan pelanggar berulang, didenda £45.000 pada Maret 2026 karena nyanyian diskriminatif terhadap penyandang disabilitas, dan action plan yang sudah ada sebelumnya diperpanjang.
| Klub | Denda | Pelanggaran | Waktu |
|---|---|---|---|
| West Ham | £120.000 | Nyanyian homofobik | Mei 2025 |
| Millwall | £45.000 | Nyanyian disabilitas | Maret 2026 |
| Hull City | £30.000 | Nyanyian homofobik | September 2026 |
| Cardiff City | £15.000 | Nyanyian homofobik | April 2026 |
Berdasarkan pola ini, Chelsea sebagai klub Liga Premier dengan kasus pertama terkait nyanyian diskriminatif dapat menghadapi denda dalam kisaran £50.000 hingga £100.000, tergantung pada tingkat keparahan dan faktor-faktor mitigasi yang ada.
Action Plan: Sanksi Non-Finansial yang Wajib Dijalani
Untuk pelanggaran pertama, FA merekomendasikan agar Regulatory Commission menjatuhkan action plan kepada klub. Action plan adalah serangkaian langkah praktis dan terukur yang harus diimplementasikan klub untuk meningkatkan operasional pertandingan dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Action plan dapat mencakup peningkatan pengawasan di tribune, kampanye edukasi anti-diskriminasi, pelatihan bagi staf keamanan, dan sistem pelaporan yang lebih efektif. Meskipun tidak selalu disertai denda besar, implementasi action plan bisa memakan biaya signifikan bagi klub.
FA menegaskan bahwa pelanggaran berulang akan ditangani dengan sangat serius. Penutupan sebagian atau seluruh stadion akan selalu dipertimbangkan untuk kasus-kasus selanjutnya.
Perbandingan dengan Kasus Serupa di Liga Inggris
Kasus Chelsea ini bukan yang pertama di Liga Premier. Pada September 2024, Tottenham Hotspur didenda £75.000 karena dua pelanggaran Rule E21 terkait nyanyian homofobik dalam pertandingan melawan Manchester United–. West Ham menerima denda terbesar dalam beberapa tahun terakhir, yaitu £120.000, untuk pelanggaran serupa.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa FA konsisten dalam menegakkan aturan, terlepas dari status klub. Besarnya denda bervariasi berdasarkan tingkat keparahan, riwayat pelanggaran klub, dan tingkat kerja sama klub dalam proses disiplin.
Apa Respons Chelsea?
Chelsea telah mengambil beberapa langkah proaktif bahkan sebelum FA menjatuhkan dakwaan. Respons klub menunjukkan bahwa mereka menyadari tanggung jawab mereka dan berupaya menanganinya secara serius.
Surat Peringatan kepada Penggemar
Seperti disebutkan sebelumnya, Chelsea mengirim surat kepada penggemar pada 26 Agustus 2026. Dalam surat tersebut, klub menyatakan bahwa mereka menerima “beberapa laporan tentang nyanyian sektarian dari sebagian kecil penggemar” dan menegaskan bahwa “segala bentuk perilaku diskriminatif sama sekali tidak dapat diterima”.
Klub juga memperingatkan bahwa penggemar yang terbukti terlibat akan menghadapi “tindakan paling tegas yang mungkin”, termasuk potensi larangan menghadiri pertandingan secara permanen.
Posisi Resmi Klub
Dalam pernyataan yang dikutip berbagai media, Chelsea menegaskan komitmennya untuk mencegah perilaku diskriminatif. Klub juga menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengidentifikasi individu-individu yang terlibat dalam nyanyian tersebut.
Pendekatan Chelsea ini sejalan dengan strategi klub-klub Liga Premier lainnya yang menghadapi situasi serupa. Klub-klub cenderung mengambil langkah proaktif untuk menunjukkan kepada FA bahwa mereka serius dalam menangani masalah ini, yang dapat menjadi faktor mitigasi dalam proses disiplin.
Mengapa Dakwaan Ini Tetap Muncul Meski Chelsea Sudah Bertindak?
Ini adalah pertanyaan yang sering muncul: jika Chelsea sudah mengirim surat peringatan dan mengutuk perilaku tersebut, mengapa FA tetap mendakwa klub? Jawabannya terletak pada prinsip strict liability dan perbedaan mendasar antara tanggung jawab klub dan tanggung jawab individu.
Perbedaan Tanggung Jawab Klub dan Individu
Dalam kerangka regulasi FA, klub bertanggung jawab atas perilaku penggemar di dalam stadion. Tanggung jawab ini bersifat strict, artinya klub dapat dianggap bertanggung jawab bahkan tanpa adanya kesalahan langsung dari pihak klub.
Individu penggemar yang terlibat dalam nyanyian diskriminatif juga dapat menghadapi konsekuensi hukum, termasuk penangkapan oleh polisi dan larangan menghadiri pertandingan. Namun, FA tidak menuntut individu secara langsung dalam kerangka disiplin mereka. FA menuntut klub, dan klublah yang harus memastikan penggemar mereka berperilaku sesuai aturan.
Batas “Due Diligence” dalam Pembelaan FA
Klub dapat mengajukan pembelaan due diligence, yaitu menunjukkan bahwa mereka telah melakukan segala upaya yang wajar untuk mencegah perilaku diskriminatif. Namun, FA menegaskan bahwa pembelaan ini hanya berfungsi sebagai faktor mitigasi, bukan sebagai pembebas dari tanggung jawab.
Artinya, Chelsea tetap bertanggung jawab atas insiden tersebut, tetapi upaya yang telah dilakukan klub dapat mempengaruhi beratnya sanksi yang dijatuhkan. Jika Regulatory Commission menilai Chelsea telah melakukan upaya yang signifikan, denda atau action plan yang dijatuhkan mungkin lebih ringan dibandingkan jika klub sama sekali tidak bertindak.
Inilah mengapa penting bagi klub untuk mendokumentasikan semua langkah pencegahan yang mereka lakukan, termasuk surat peringatan, kampanye edukasi, dan sistem pengawasan. Dokumentasi ini dapat menjadi bukti due diligence dalam proses disiplin.
5. FAQ
Apakah Chelsea akan dikurangi poinnya karena dakwaan FA ini?
Berdasarkan pedoman sanksi FA untuk pelanggaran Rule E21, pengurangan poin tidak termasuk dalam sanksi standar untuk klub Liga Premier. Sanksi yang paling mungkin adalah denda finansial dan action plan. Pengurangan poin hanya berlaku untuk klub di Step 7 ke bawah sepak bola pria dan klub di Tier 3 ke bawah piramida sepak bola wanita.
Berapa besar denda yang mungkin dijatuhkan kepada Chelsea?
Berdasarkan preseden FA, denda untuk klub Liga Premier dalam kasus nyanyian diskriminatif berkisar antara £75.000 hingga £120.000. Chelsea, sebagai pelanggar pertama dalam kategori ini, kemungkinan akan menghadapi denda di kisaran bawah hingga menengah, ditambah dengan action plan wajib. Faktor seperti kerja sama klub dan upaya pencegahan yang telah dilakukan dapat mempengaruhi besaran denda.
Apa itu action plan yang mungkin dijatuhkan FA kepada Chelsea?
Action plan adalah serangkaian langkah praktis dan terukur yang harus diimplementasikan klub untuk mencegah terulangnya perilaku diskriminatif. Ini dapat mencakup peningkatan pengawasan di tribune, kampanye edukasi anti-diskriminasi, pelatihan staf keamanan, dan sistem pelaporan yang lebih efektif. FA dapat meminta klub untuk menyusun dan melaksanakan action plan ini dalam jangka waktu tertentu.
Apakah penggemar yang terlibat bisa dihukum secara individu?
Ya. Selain sanksi klub, individu penggemar yang terlibat dalam nyanyian diskriminatif dapat menghadapi konsekuensi hukum. Di Inggris, nyanyian homofobik dan diskriminatif dapat dikategorikan sebagai hate crime oleh Crown Prosecution Service, yang berarti pelaku dapat ditangkap dan dituntut secara pidana–. Klub juga dapat melarang individu tersebut menghadiri pertandingan.
Mengapa Chelsea didakwa meskipun klub sudah mengirim surat peringatan?
FA menerapkan prinsip strict liability dalam Rule E21. Klub bertanggung jawab atas perilaku penggemar di stadion, dan upaya pencegahan hanya berfungsi sebagai faktor mitigasi, bukan pembebas tanggung jawab. Surat peringatan menunjukkan itikad baik klub, tetapi tidak menghapus tanggung jawab klub atas insiden yang terjadi.










