SIARANBOLA – Everton secara resmi membatalkan rencana penjualan gelandang muda Harrison Armstrong ke Nottingham Forest setelah mendapat tekanan besar dari para pendukung klub. Nottingham Forest sebelumnya mengajukan tawaran senilai £40 juta plus klausul penjualan di masa depan untuk pemain berusia 19 tahun tersebut. Keputusan pembatalan ini diambil langsung oleh dewan klub yang dipimpin ketua Dan Friedkin, menyusul aksi protes keras suporter Everton saat laga tandang melawan Bournemouth.
1. Kronologi: Dari Tawaran £40 Juta hingga Pembatalan
Nottingham Forest Mengajukan Tawaran Mengejutkan
Beberapa hari sebelum penutupan bursa transfer musim panas 2026, Nottingham Forest melancarkan tawaran ambisius untuk merekrut Harrison Armstrong. The Athletic mengungkapkan bahwa negosiasi antara kedua klub telah memasuki tahap lanjut, dengan pembahasan berpusat pada paket transfer senilai sekitar £40 juta ($54,2 juta) ditambah klausul penjualan di masa depan.
Baca Juga: Nottingham Forest Sepakati Transfer Daniel Munoz dari Crystal Palace
Tawaran ini muncul sebagai upaya Forest untuk memperkuat lini tengah setelah kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai transfer £116 juta. Manajer Forest, Oliver Glasner, awalnya enggan mendatangkan gelandang baru sebelum batas waktu transfer Selasa malam, namun akhirnya membuat langkah mengejutkan untuk Armstrong.
Fans Everton Memanas – Nyanyian Protes di Vitality Stadium
Kabar potensi kepergian Armstrong langsung memicu kemarahan besar di kalangan suporter Everton. Saat laga tandang melawan Bournemouth pada Sabtu (29/8/2026), para pendukung Everton yang berada di Vitality Stadium menunjukkan protes mereka dengan cara yang sangat vokal.
Sepanjang pertandingan, para suporter menyanyikan lagu protes dengan lirik:
“Don’t sell Armstrong, Harrison Armstrong, I just don’t think you understand. If you sell Armstrong, Harrison Armstrong, you’re going to have a riot on your hands.”
Lagu ini dinyanyikan dengan nada Achy Breaky Heart milik Billy Ray Cyrus dan menjadi sorotan utama sepanjang laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut. Para pendukung bahkan mengancam akan terjadi “kerusuhan” jika Armstrong benar-benar dijual.
Everton Membatalkan Kesepakatan
Menghadapi tekanan luar biasa dari para pendukung, dewan Everton yang dipimpin The Friedkin Group akhirnya mengambil keputusan drastis. Klub menelepon Nottingham Forest pada hari Minggu pagi untuk menginformasikan pembatalan transfer.
The Telegraph melaporkan bahwa Everton sebelumnya telah menerima tawaran senilai £35 juta plus tambahan dari Forest sebelum sentimen fans menjadi jelas. Armstrong bahkan telah diberikan izin untuk terbang ke Nottingham guna menyelesaikan proses kepindahannya. Namun, reaksi keras suporter mengubah segalanya.
BBC Sport melaporkan bahwa dewan klub, dengan keterlibatan langsung ketua Dan Friedkin, akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran Forest.
2. Siapa Harrison Armstrong?
Bakat Murni Didikan Finch Farm
Harrison Armstrong adalah produk asli akademi Everton Finch Farm yang telah bergabung dengan klub sejak usia lima tahun. Gelandang kelahiran Liverpool ini kini berusia 19 tahun (lahir 19 Januari 2007) dengan tinggi 185 cm dan berposisi sebagai gelandang tengah.
Perjalanan Karier
-
Debut Premier League: Awal musim 2024/25
-
Total penampilan Everton: 24 penampilan tim utama
-
Musim 2025/26: 10 penampilan Premier League, meraih penghargaan Young Player of the Season Everton
-
Musim 2026/27: Memulai tiga pertandingan pertama musim ini
-
Peminjaman: Derby County (2024/25) dan Preston North End (paruh pertama 2025/26)
-
Tim nasional: Pemain internasional Inggris U-19
Gaya Bermain
Armstrong dikenal sebagai gelandang serba bisa yang dapat bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang. Secara statistik, ia unggul dalam duel fisik (tingkat keberhasilan 60%) dan aktif dalam pressing (skor 2.0 per 90 menit).
Manajer David Moyes pernah memujinya pada Januari lalu: “Dia tidak terlihat asing di Premier League. Itu pujian terbesar yang bisa saya berikan kepada Harrison.”
Legenda Liverpool Steven Gerrard juga memberikan pujian: “Saya sudah cukup sering melihatnya—dia pemain yang gerakannya indah, atlet yang hebat. Ini akan menjadi kerugian besar bagi Everton.”
3. Mengapa Everton Hampir Menjual Armstrong?
Tekanan Regulasi Keuangan
Meskipun Armstrong adalah aset berharga, Everton berada di bawah tekanan dari regulasi Squad Cost Ratio (SCR) Premier League yang mengharuskan klub menjual pemain. Armstrong, bersama Iliman Ndiaye yang juga menjadi target Manchester City, adalah aset paling berharga Everton.
Kontradiksi Visi The Friedkin Group
Yang membuat situasi ini kontroversial adalah kontradiksi dengan visi yang dicanangkan The Friedkin Group saat mengambil alih klub pada Desember 2024. Mereka berjanji akan memberikan jalur bagi talenta didikan akademi untuk masuk ke tim utama.
Penjualan Armstrong akan menjadi kontradiksi tajam terhadap komitmen tersebut. CEO Angus Kinnear bahkan telah menyatakan ekspektasi bahwa Everton akan bersaing di kompetisi Eropa dan piala domestik—target yang sulit dicapai jika menjual pemain muda terbaik.
4. Reaksi David Moyes
Manajer Everton David Moyes merespons situasi ini dengan nada yang menggambarkan frustrasinya. Usai pertandingan melawan Bournemouth, Moyes mengatakan:
“Saya pikir Anda selalu harus mempertimbangkan pendukung; pendukung tidak selalu salah. Tetapi ada juga saat-saat di mana saya pernah berada di klub dengan orang-orang yang sangat berkuasa dan membuat keputusan sulit. Tidak semua keputusan populer, dan terkadang mereka harus melakukannya karena alasan yang berbeda.”
Ketika ditanya apakah ia memiliki pesan untuk para pendukung, Moyes menjawab singkat: “Manajer mereka adalah seorang Evertonian.”
Moyes juga menegaskan bahwa keputusan penjualan Armstrong sepenuhnya berada di tangan klub: “Ada tawaran. Selain itu, saya rasa tidak banyak yang bisa saya katakan, ini keputusan klub.”
Ia juga menyampaikan frustrasinya atas kurangnya pemain baru yang didatangkan klub musim panas ini.
5. Dampak bagi The Friedkin Group
Kerusakan Reputasi
Meskipun keputusan membatalkan transfer disambut lega oleh para pendukung, episode ini tetap menjadi momen merusak bagi The Friedkin Group. Liverpool Echo menggambarkannya sebagai “episode yang merusak bagi The Friedkin Group”.
Kesediaan klub untuk memajukan negosiasi penjualan Armstrong akan memunculkan pertanyaan besar tentang kepemilikan TFG, ambisi mereka untuk klub, dan kegagalan mereka untuk lebih memahami basis pendukung sejak pengambilalihan.
Langkah Diam-diam di Media Sosial
The Friedkin Group bahkan mengambil langkah tidak biasa dengan menonaktifkan balasan (replies) di unggahan media sosial mereka tentang Armstrong di tengah gelombang kemarahan fans–—sebuah indikasi jelas betapa panasnya situasi yang mereka hadapi.
6. Sejarah Menjual Bintang Muda – Luka Lama Fans Everton
Kemarahan suporter Everton bukan tanpa alasan. Klub memiliki sejarah panjang menjual talenta muda terbaiknya:
| Tahun | Pemain | Klub Tujuan |
|---|---|---|
| 2001 | Michael Ball | Rangers |
| 2001 | Francis Jeffers | Arsenal |
| 2004 | Wayne Rooney | Manchester United |
| 2018 | Ross Barkley | Chelsea |
| 2023 | Anthony Gordon | Newcastle United |
Armstrong dianggap sebagai talenta terbaik yang lahir dari akademi Everton sejak Anthony Gordon enam tahun lalu—dan yang pertama muncul sejak masalah keuangan besar klub di era kepemilikan Farhad Moshiri. Menjualnya akan terasa seperti pengulangan trauma lama bagi para pendukung.
FAQ
1. Berapa nilai transfer Harrison Armstrong yang ditawarkan Nottingham Forest?
Nottingham Forest mengajukan tawaran senilai £40 juta ($54,2 juta) plus klausul penjualan di masa depan untuk Harrison Armstrong. Beberapa laporan menyebutkan angka £35 juta plus tambahan. Kesepakatan ini mencapai tahap lanjut sebelum akhirnya dibatalkan.
2. Mengapa Everton membatalkan penjualan Harrison Armstrong?
Everton membatalkan penjualan karena mendapat reaksi keras dari para pendukung klub. Para suporter menyanyikan lagu protes sepanjang pertandingan melawan Bournemouth dan mengancam akan terjadi “kerusuhan” jika Armstrong dijual. Dewan klub yang dipimpin Dan Friedkin akhirnya memutuskan untuk menolak tawaran Forest.
3. Siapa Harrison Armstrong dan mengapa ia begitu penting bagi Everton?
Harrison Armstrong adalah gelandang berusia 19 tahun yang bergabung dengan Everton sejak usia lima tahun dan merupakan produk akademi Finch Farm. Ia dinobatkan sebagai Young Player of the Season Everton 2025/26– dan dianggap sebagai talenta terbaik dari akademi Everton sejak Anthony Gordon. Ia telah membuat 24 penampilan tim utama dan memulai tiga pertandingan pertama musim ini.
Kesimpulan
Kisah transfer Harrison Armstrong dari Everton ke Nottingham Forest menjadi salah satu drama paling menarik di bursa transfer musim panas 2026. Tawaran senilai £40 juta dari Forest hampir membawa pergi salah satu talenta terbaik Everton—hingga para pendukung berbicara dengan suara lantang.
Keputusan The Friedkin Group untuk membatalkan transfer menunjukkan bahwa kekuatan suporter masih memiliki pengaruh nyata dalam sepak bola modern. Namun, episode ini juga meninggalkan luka: mengapa klub hampir menjual aset termuda dan paling berharga? Apakah ini pertanda masalah keuangan yang lebih dalam, atau sekadar keputusan bisnis yang salah perhitungan?
Yang jelas, Harrison Armstrong tetap menjadi bagian dari Everton—setidaknya untuk sekarang. Dan para pendukung Everton telah membuktikan bahwa mereka tidak akan tinggal diam saat klub mencoba menjual masa depannya.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah keputusan Everton membatalkan transfer ini adalah langkah yang tepat? Atau £40 juta adalah tawaran yang terlalu bagus untuk ditolak? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!










