siaranbola – Kontroversi kembali melanda FIFA setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendapat gelombang kritik atas rencana penjualan operasi komersial dan penyelenggaraan acara organisasi tersebut. Menyikapi situasi yang semakin memanas, Infantino memanggil para petinggi FIFA untuk menghadiri pertemuan penting di Rabat, Maroko, pada Rabu.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencari jalan keluar atas polemik yang muncul setelah proposal FIFA Forward Enterprise menuai penolakan dari sejumlah tokoh sepak bola dunia. siaranbola mencatat bahwa isu ini menjadi salah satu topik paling banyak diperbincangkan di lingkungan sepak bola internasional dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga : Negosiasi Arsenal Rekrut Guimaraes, SIARANBOLA Update Terbaru
Infantino Kumpulkan Pimpinan FIFA di Maroko
Gianni Infantino telah berada di Maroko selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya menggelar pertemuan eksekutif di Rabat. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas kontroversi terkait FIFA Forward Enterprise, sebuah rencana yang berkaitan dengan pengelolaan bisnis komersial dan penyelenggaraan berbagai event FIFA.
Keputusan ini diambil setelah sejumlah pejabat senior FIFA secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap proposal tersebut.
Arsene Wenger Tegaskan Pentingnya Transparansi
Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menjadi salah satu sosok yang menyuarakan penolakannya. Dalam pernyataan resmi yang dirilis FIFA, mantan pelatih Arsenal itu menilai pembatalan rencana tersebut merupakan langkah yang sangat diperlukan.
“Membatalkan rencana ini benar-benar diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi,” tegas Wenger.
Wenger juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam penyusunan strategi tersebut. Ia mengaku baru mengetahui proyek tersebut setelah membaca laporan media.
Menurut Wenger, FIFA harus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan integritas dalam setiap kebijakan yang diambil.
Sekretaris Jenderal FIFA Ikut Mengkritik
Kritik juga datang dari Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. Dalam email internal kepada para staf FIFA, ia menggambarkan situasi yang terjadi sebagai “serangkaian peristiwa yang menyedihkan dan tercela.”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa polemik ini tidak hanya mendapat sorotan dari pihak luar, tetapi juga memunculkan kekhawatiran di lingkungan internal FIFA.
Pangeran Ali Soroti Dugaan Tekanan Politik
Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali, turut melontarkan kritik keras kepada FIFA. Ia menilai organisasi tersebut telah menciptakan situasi yang “setara dengan pemerasan.”
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan pembayaran uang hadiah yang belum diselesaikan serta dugaan adanya kaitan antara dukungan terhadap pemilihan kembali Gianni Infantino dengan pencairan dana tersebut.
Pernyataan itu semakin memperbesar tekanan terhadap kepemimpinan Infantino di tengah sorotan publik.
Wenger Pernah Mendukung Gagasan Infantino
Menariknya, Arsene Wenger sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung gagasan Gianni Infantino untuk menggelar Piala Dunia pria setiap dua tahun sekali.
Sejak bergabung dengan FIFA pada 2019, Wenger bertanggung jawab atas berbagai program pengembangan sepak bola global, termasuk analisis data pertandingan, pelatihan daring FIFA, hingga kompetisi kelompok usia muda.
Namun, dalam kontroversi terbaru ini, Wenger memilih mengambil sikap berbeda dengan menegaskan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan.
Dengan semakin banyaknya kritik dari pejabat senior FIFA, hasil pertemuan di Maroko akan menjadi penentu arah kebijakan organisasi dalam waktu dekat. siaranbola akan terus mengikuti perkembangan terbaru terkait polemik yang melibatkan Gianni Infantino dan jajaran FIFA.










