Maroko Menang Dramatis 4-2 atas Haiti, Rahimi dan Yassine Jadi Penentu

siaranbola – Maroko meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Haiti pada laga terakhir Grup C Piala Dunia di Atlanta. Gol-gol telat dari Soufiane Rahimi dan Gessime Yassine memastikan kemenangan Singa Atlas sekaligus menggagalkan Haiti meraih poin pertama mereka dalam sejarah turnamen.

Meski menang, Maroko gagal finis sebagai juara grup karena Brasil berhasil mengalahkan Skotlandia dengan meyakinkan di pertandingan lain. Hasil tersebut membuat Maroko harus bersiap menghadapi Belanda, Jepang, atau Swedia di babak 32 besar.

Baca juga : Hasil Piala Dunia 2026: Brasil 3-0 Skotlandia, Vini Jr. Bintang Lapangan

Head to Head Maroko vs Haiti, Singa Atlas Tak Terkalahkan dalam Lima Laga

Haiti Tampil Berani dan Dua Kali Unggul

Haiti yang sudah dipastikan tersingkir sebelum laga ini tetap tampil penuh semangat. Tim peringkat ke-83 dunia itu bahkan dua kali berhasil unggul atas Maroko dan mencetak dua gol yang menjadi tambahan berharga dalam sejarah mereka di Piala Dunia.

Gol pembuka tercipta pada menit ke-10 melalui situasi yang melibatkan Lenny Joseph. Namun, gol tersebut akhirnya dicatat sebagai gol bunuh diri setelah bola melambung melewati kiper Maroko, Yassine Bounou, sebelum masuk ke gawang.

Momen itu sempat menggagalkan peluang Joseph untuk menyamai Emmanuel Sanon sebagai pencetak gol Haiti di Piala Dunia. Sanon hingga kini masih menjadi satu-satunya pemain Haiti yang mencetak gol di turnamen tersebut, dengan dua gol pada edisi 1974.

Hakimi dan Saibari Menjaga Harapan Maroko

Maroko berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-39 melalui Achraf Hakimi. Bek sayap Paris Saint-Germain itu memanfaatkan bola muntah setelah kiper Haiti, Johny Placide, gagal menghalau tembakan Brahim Diaz dengan sempurna.

Namun, hanya dua menit sebelum turun minum, Haiti kembali unggul lewat gol spektakuler Wilson Isidor. Striker Sunderland tersebut melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 yard yang meluncur ke sudut atas gawang dan memicu sorak-sorai para pendukung Haiti.

Keunggulan Haiti tidak bertahan lama. Pada masa injury time babak pertama, Ismael Saibari mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan matang dari Hakimi dalam sebuah kerja sama apik. Gol tersebut menjadi gol ketiga Saibari di turnamen ini.

Bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan turnamen melalui siaranbola, pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menghibur di fase grup berkat intensitas dan banyaknya peluang yang tercipta.

Placide Tampil Gemilang, Namun Tak Mampu Menahan Maroko

Sepanjang babak kedua, Johny Placide tampil impresif di bawah mistar Haiti. Mantan kiper Oldham Athletic itu melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat Maroko frustrasi.

Namun, pertahanan Haiti akhirnya runtuh menjelang akhir pertandingan. Soufiane Rahimi yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol pada menit-menit akhir setelah tembakannya membentur bek Ricardo Ade dan mengecoh Placide.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan memberikan keunggulan pertama bagi Maroko.

Yassine Pastikan Kemenangan di Menit Akhir

Saat Haiti berusaha mengejar ketertinggalan, Maroko kembali menghukum lawannya. Dengan satu menit waktu normal tersisa, Gessime Yassine mencetak gol keempat setelah Rahimi berhasil menjaga bola tetap berada di dalam lapangan.

Keputusan tersebut sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), sebelum akhirnya gol disahkan. Gol Yassine memastikan kemenangan 4-2 bagi Maroko sekaligus mengakhiri perlawanan gigih Haiti.

Meski harus pulang tanpa poin, Haiti meninggalkan kesan positif berkat performa berani mereka melawan salah satu tim kuat turnamen. Sementara itu, Maroko melangkah ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi dan harapan untuk kembali menciptakan kejutan seperti yang mereka lakukan pada Piala Dunia 2022.

Para pencinta sepak bola yang mengikuti berita melalui siaranbola tentu akan menantikan bagaimana perjalanan Maroko di babak 32 besar dan siapa lawan yang akan mereka hadapi selanjutnya.