SIARANBOLA – AC Milan akan menjamu Cagliari dalam laga pamungkas pekan ke-38 Serie A 2025/2026 di Stadion San Siro, Senin (25/5/2026) pukul 01.45 WIB. AC Milan yang saat ini duduk di peringkat ketiga dengan 70 poin masih harus berjuang memastikan tiket Liga Champions musim depan, karena hanya unggul dua poin dari Como dan Juventus di bawahnya. Sementara itu, Cagliari yang sudah aman dari degradasi datang tanpa beban setelah mengoleksi 40 poin di peringkat 16. Kemenangan akan mengunci langkah AC Milan ke kompetisi elite Eropa, sementara hasil buruk bisa membuka peluang bagi pesaing untuk menyalip di saat terakhir.
Baca Juga : Fernandes Pemain Terbaik Liga Premier Versi SIARANBOLA
Perebutan Tiket Liga Champions yang Panas
Persaingan di papan atas Serie A mencapai puncaknya di pekan terakhir. Inter Milan sudah tak terkejar di puncak dengan koleksi 86 poin setelah mengunci gelar Scudetto ke-21 mereka. Napoli berada di posisi kedua dengan 73 poin. Namun, sisa dua tiket Liga Champions justru menjadi ajang pertarungan sengit antara empat tim. Saat ini, AC Milan dan AS Roma sama-sama mengoleksi 70 poin di peringkat ketiga dan keempat. Di belakang mereka, Como 1907 dan Juventus membuntuti dengan raihan 68 poin. Hanya terpaut dua poin, situasi ini membuat laga pamungkas menjadi penentu nasib keempat tim secara bersamaan. Keempat pertandingan akan berlangsung pada waktu yang sama, menciptakan drama yang menegangkan di akhir musim.
Skenario kelolosan AC Milan:
-
AC Milan akan lolos otomatis jika berhasil mengalahkan Cagliari.
-
Jika AC Milan hanya bermain imbang, maka mereka harus berharap Como dan Juventus gagal memenangkan laga mereka.
-
Jika AC Milan kalah, maka mereka bisa tergeser dari zona Liga Champions jika Como atau Juventus meraih kemenangan.
Performa Terkini: Rossoneri di Atas Angin Namun Rekor Kandang Mengecewakan
AC Milan datang dengan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan penting 2-1 atas Genoa di Luigi Ferraris pada pekan lalu. Kemenangan itu membuat AC Milan kembali menguasai nasib mereka sendiri setelah sempat terancam tergeser dari zona Liga Champions. Namun, jika melihat lima laga terakhir, performa Rossoneri masih terbilang inkonsisten: mereka hanya meraih dua kemenangan (atas Hellas Verona dan Genoa), satu hasil imbang (kontra Juventus), dan dua kekalahan (dari Atalanta dan Sassuolo).
Faktor yang paling mengkhawatirkan justru datang dari rekor kandang mereka di San Siro. Dalam tiga laga kandang terakhir di Serie A, AC Milan hanya mampu meraih satu poin—sebuah catatan yang sangat buruk bagi tim yang berambisi tampil di Liga Champions. Lini belakang yang dikomandoi Fikayo Tomori dan Mike Maignan kebobolan delapan gol dalam empat laga kandang terakhir.
Cagliari: Misi Pengganggu di San Siro
Di sisi lain, Cagliari datang ke San Siro dengan status sudah aman dari degradasi. Tim asuhan Fabio Pisacane mengoleksi 40 poin dari 37 laga, unggul enam poin dari zona merah. Ini adalah pencapaian yang luar biasa mengingat klub berjuluk Rossoblu ini harus berjuang keras sepanjang musim untuk bertahan di kasta tertinggi. Dalam lima laga terakhir, Cagliari mencatatkan tiga kemenangan (atas Torino, Cremonese, dan Lecce) serta dua kekalahan—momen terbaik mereka sepanjang musim. Pelatih berusia 40 tahun yang menyelamatkan Cagliari dari degradasi musim lalu ini berhasil memoles skuadnya menjadi tim yang cukup merepotkan di akhir musim.
Meski tak memiliki target lagi, Fabio Pisacane menegaskan timnya akan datang ke San Siro dengan misi menjadi “party spoiler”—mengganggu pesta tuan rumah yang mengincar tiket Liga Champions. Sejarah mencatat, Cagliari pernah melakukan hal serupa di tahun 2021 saat berhasil menahan imbang AC Milan di San Siro pada laga pamungkas.
Head to Head: Dominasi Total Rossoneri di San Siro
Dalam sejarah pertemuan AC Milan melawan Cagliari, tuan rumah memiliki rekor yang sangat dominan. Dari 32 pertemuan terakhir di semua kompetisi, AC Milan meraih 22 kemenangan, sementara Cagliari hanya 11 kali menang, dan tujuh laga berakhir imbang.
Catatan yang lebih mencengangkan adalah rekor AC Milan di kandang sendiri. AC Milan berhasil memenangkan 18 dari 21 pertemuan kandang terakhir melawan Cagliari di Serie A—sebuah statistik yang menjadi modal besar jelang laga penentuan ini.
Pada pertemuan pertama musim ini yang berlangsung di Sardinia Arena, 2 Januari 2026, AC Milan berhasil pulang dengan kemenangan 1-0 melalui gol tunggal yang membawa pulang tiga poin penting. Kemenangan ini menjadi momentum bagi Rossoneri untuk menjaga dominasi atas Cagliari. Dalam 11 laga kandang terakhir di Serie A melawan Cagliari, AC Milan hanya kalah satu kali. Rekor ini jelas menjadi sinyal positif bagi tim tuan rumah yang membutuhkan kemenangan.
Luka Modric: “Superhero Bertopeng” Siap Membantu
Kabar terbesar jelang laga ini adalah potensi kembalinya Luka Modric ke starting XI. Gelandang veteran asal Kroasia berusia 40 tahun itu diperkirakan akan tampil dengan mengenakan pelindung wajah khusus, setelah menjalani operasi tulang pipi yang retak akibat insiden dalam laga imbang 0-0 melawan Juventus pada 4 Mei lalu.
Luka Modric menjadi salah satu pemain terbaik AC Milan musim ini, memulai 32 dari 34 pertandingan liga sebelum cedera dan hanya sekali duduk di bangku cadangan. Kemunculannya kembali di laga penentuan ini diharapkan bisa menjadi suntikan moral sekaligus kreativitas ekstra di lini tengah, yang selama lima laga terakhir kerap kehilangan ritme permainan.
Selain Modric, Christian Pulisic diperkirakan akan kembali menjadi starter setelah pulih dari cedera otot gluteal. Pemain asal Amerika Serikat itu bermain selama 15 menit terakhir saat kemenangan atas Genoa dan langsung membantu menciptakan gol krusial. Namun, yang lebih penting baginya adalah mengakhiri puasa gol yang sudah berlangsung selama 18 pertandingan liga berturut-turut—terakhir kali ia mencetak gol pada 28 Desember 2025.
Kabar Cedera dan Suspensi
AC Milan mendapat kabar baik di laga krusial ini: tidak ada satu pun penggawa Rossoneri yang mengalami cedera atau larangan tampil. Skuad asuhan Massimiliano Allegri dalam kondisi paling fit sepanjang musim, dengan Rafael Leao, Alexis Saelemaekers, dan Pervis Estupinan juga kembali setelah menjalani skorsing. Formasi 3-5-2 yang menjadi andalan Allegri sepanjang musim akan kembali dimainkan dengan kekuatan penuh.
Sementara itu, Cagliari justru dilanda badai cedera di momen paling krusial. Setidaknya enam pemain dipastikan absen: Joseph Liteta, Luca Mazzitelli, Mattia Felici, Riyad Idrissi, Leonardo Pavoletti, dan Michael Folorunsho. Ketiadaan beberapa pilar penting ini jelas menjadi pukulan telak bagi ambisi Rossoblu untuk mengganggu pesta tuan rumah. Pelatih Fabio Pisacane harus meracik strategi dengan skuad yang tersisa.
Prediksi Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2):
-
Kiper: Mike Maignan
-
Belakang: Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Strahinja Pavlovic
-
Tengah: Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi
-
Depan: Santiago Giménez, Christopher Nkunku
-
Pelatih: Massimiliano Allegri
Cagliari (3-5-1-1 / 4-4-2):
-
Kiper: Elia Caprile
-
Belakang: Gabriele Zappa, Yerry Mina, Alberto Dossena
-
Tengah: Marco Palestra, Michel Adopo, Gianluca Gaetano, Alessandro Deiola, Adam Obert
-
Serang: Sebastiano Esposito, Paul Mendy / Semih Kiliçsoy
-
Pelatih: Fabio Pisacane (pelatih berusia 40 tahun yang menyelamatkan Cagliari dari degradasi dua musim beruntun)
Performa kunci Cagliari:
-
Sebastiano Esposito menjadi top skor tim dengan 7 gol dan juga penyedia assist terbanyak (5 assist), serta akan bermain di hadapan mantan klub yang pernah membesarkan namanya.
-
Paul Mendy menjadi ujung tombak utama yang berduet dengan Esposito di lini depan.
-
Marco Palestra disebut-sebut akan hengkang ke Inter Milan pada bursa transfer musim panas dan ini bisa menjadi laga perpisahannya bersama Cagliari.
Analisis Taktik: Allegri vs Pisacane
Allegri harus berani tampil menyerang
Massimiliano Allegri menghadapi tekanan besar di laga terakhir musim ini. Ia tidak punya pilihan selain tampil menyerang sejak menit pertama, menggunakan formasi 3-5-2 yang menjadi andalannya. Kembalinya Luka Modric dan Rafael Leao memberikan dimensi baru di lini tengah dan sayap.
Pertanyaan terbesar adalah, akankah Allegri tetap bermain aman seperti yang biasa ia lakukan sepanjang musim—yang kerap menuai kritik dari penggemar—atau kali ini ia benar-benar melepas skema ofensif untuk mengamankan tiket Liga Champions? Dengan catatan buruk di kandang (hanya satu poin dari tiga laga kandang terakhir), Allegri harus meracik strategi yang lebih agresif.
Pisacane: Misi Mengganggu Pesta Tuan Rumah
Di sisi lain, Fabio Pisacane datang ke San Siro dengan pendekatan pragmatis. Timnya yang sudah tidak memiliki target dan kehilangan banyak pemain karena cedera diperkirakan akan memainkan formasi bertahan 3-5-1-1, dengan Sebastiano Esposito menjadi satu-satunya ujung tombak di depan.
Pisacane berharap Cagliari bisa memanfaatkan serangan balik cepat—sebuah strategi yang terbukti berhasil saat mereka membungkam Torino 2-1 pekan lalu. Bagi mantan pemain yang menyelamatkan klub dari degradasi dua musim beruntun ini, hasil imbang atau bahkan kemenangan di San Siro akan menjadi penutup musim yang spektakuler.
Data dan Fakta Penting
-
Kompetisi: Serie A 2025/2026 (Pekan ke-38/Pamungkas)
-
Tanggal: Senin, 25 Mei 2026 dini hari
-
Kick-off: 01.45 WIB
-
Stadion: San Siro (Giuseppe Meazza), Milan
-
Kapasitas: 75.923 penonton
-
Wasit: Marco Guida
-
VAR: Digunakan
-
AC Milan memenangkan 18 dari 21 pertemuan kandang terakhir melawan Cagliari di Serie A.
-
AC Milan hanya meraih 1 poin dari 3 laga kandang terakhir di Serie A.
-
Cagliari sudah 6 laga tandang tanpa kemenangan di Serie A.
-
Cagliari tidak pernah kebobolan lebih dari 2 gol tandang dalam 6 laga terakhir di Serie A—mereka kehilangan 11 gol di periode itu, rata-rata hampir 2 gol per laga.
-
Christian Pulisic belum mencetak gol dalam 18 laga liga beruntun—terakhir 28 Desember 2025.
-
Luka Modric diperkirakan akan memulai pertandingan dengan pelindung wajah kurang dari sebulan setelah operasi tulang pipi retak.
-
Ini bisa menjadi laga terakhir Allegri sebagai pelatih AC Milan, mengingat kontraknya habis di akhir musim dan belum ada tanda perpanjangan.
-
Keempat tim perebut tiket Liga Champions akan bermain pada waktu yang sama (Senin, 01.45 WIB).
Prediksi Skor
Laga ini diprediksi akan berjalan intens dengan tekanan luar biasa di pundak tuan rumah. AC Milan yang unggul kualitas skuad, bermain di kandang, dan memiliki rekor apik atas Cagliari, jelas menjadi favorit mutlak. Kembalinya Luka Modric dan Rafael Leao akan memberikan dimensi serangan baru yang sebelumnya sempat hilang.
Namun, catatan buruk Rossoneri di San Siro (hanya satu poin dari tiga laga kandang terakhir) dan status Cagliari sebagai tim tanpa beban menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Jika AC Milan gagal mencetak gol cepat, tekanan justru akan berbalik menghampiri mereka seiring berjalannya waktu.
Dengan dukungan penuh suporter di San Siro yang diprediksi akan terisi penuh, serta ambisi mengamankan tiket Liga Champions, AC Milan diprediksi akan bermain dengan determinasi tinggi.
Prediksi Akhir: AC Milan 2 – 0 Cagliari
AC Milan diperkirakan akan memecah kebuntuan di babak pertama melalui gol Christopher Nkunku atau Santiago Giménez, kemudian menambah satu gol lagi di babak kedua untuk memastikan kemenangan. Kemenangan ini akan mengunci posisi AC Milan di Liga Champions musim depan, sekaligus menjadi penutup manis bagi Massimiliano Allegri—yang mungkin akan mengakhiri masa baktinya di San Siro dengan tiket ke kompetisi elite Eropa.
Hasil ini juga akan mempertahankan dominasi AC Milan atas Cagliari yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, serta menjaga rekor kandang mereka yang cukup meyakinkan di laga-laga krusial.
Fakta Cepat Jelang Laga
-
Poin Milan: 70 (Peringkat 3) — Poin Cagliari: 40 (Peringkat 16)
-
Target Milan: Menang untuk lolos otomatis ke Liga Champions 2026/27.
-
Target Cagliari: Sudah aman, bermain untuk kebanggaan.
-
Rekor pertemuan kandang Milan di Serie A: 18 kemenangan dari 21 laga terakhir melawan Cagliari.
-
Rekor kandang Milan musim ini: 50% kemenangan dari 18 laga.
-
Formasi andalan Allegri: 3-5-2 yang akan kembali dimainkan dengan kekuatan penuh.
-
Luka Modric akan memulai laga dengan pelindung wajah kurang dari 30 hari setelah operasi.
-
Fabio Pisacane (40 tahun) menjadi pelatih termuda di Serie A yang berhasil menyelamatkan tim dari degradasi dua musim beruntun.
-
Pertandingan berlangsung bersamaan dengan tiga laga lain perebut tiket Liga Champions (Roma vs Hellas Verona, Torino vs Juventus, Cremonese vs Como).
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Kapan dan jam berapa pertandingan AC Milan vs Cagliari?
Pertandingan digelar pada Senin, 25 Mei 2026, pukul 01.45 WIB dini hari di Stadion San Siro, Milan. Laga ini merupakan pekan ke-38 (pamungkas) Serie A 2025/2026.
2. Apa yang dibutuhkan AC Milan untuk lolos ke Liga Champions?
AC Milan harus mengalahkan Cagliari untuk memastikan tiket Liga Champions secara otomatis tanpa bergantung pada hasil tim lain. Jika hanya imbang, mereka berharap Como dan Juventus gagal menang. Jika kalah, mereka bisa tergeser dari posisi keempat.
3. Siapa pemain kunci yang dipastikan absen dan yang kembali?
Cagliari kehilangan setidaknya enam pemain (Liteta, Mazzitelli, Felici, Idrissi, Pavoletti, Folorunsho). AC Milan mendapat kabar baik: tidak ada cedera atau skorsing, serta Luka Modric, Rafael Leao, dan Alexis Saelemaekers kembali setelah pulih atau menjalani hukuman.
4. Apakah Luka Modric benar-benar akan bermain?
Diperkirakan Luka Modric akan memulai pertandingan dengan mengenakan pelindung wajah khusus, setelah menjalani operasi tulang pipi retak pada awal Mei. Ia menjadi salah satu pemain kunci AC Milan musim ini, memulai 32 dari 34 pertandingan liga sebelum cedera.
5. Bagaimana prediksi skor AC Milan vs Cagliari?
Prediksi: AC Milan 2-0 Cagliari. Rossoneri diprediksi akan mengamankan tiket Liga Champions dengan kemenangan di kandang, meskipun catatan kandang mereka belakangan ini cukup buruk.
6. Apakah ini laga terakhir Massimiliano Allegri sebagai pelatih AC Milan?
Kemungkinan besar. Kontrak Allegri habis di akhir musim dan belum ada tanda-tanda perpanjangan. Fabio Capello bahkan menyebut laga ini bisa menjadi perpisahan manajer asal Livorno itu dengan San Siro, dan ia akan berusaha “waltz away in style” (pergi dengan gaya) jika itu benar-benar terjadi.
Kesimpulan
Laga pamungkas Serie A antara AC Milan dan Cagliari di San Siro pada 25 Mei 2026 adalah lebih dari sekadar pertandingan biasa. Ini adalah final mini bagi Rossoneri yang taruhannya adalah tiket ke Liga Champions—kompetisi elite Eropa yang menjadi target utama klub setiap musim. Dengan hanya unggul dua poin dari Como dan Juventus, AC Milan tidak punya pilihan selain menang.
Fabio Pisacane dan Cagliari datang ke San Siro dengan status sebagai pengganggu yang berbahaya—tim tanpa beban yang sudah mengamankan status Serie A untuk musim depan. Namun, dengan absennya enam pemain kunci dan catatan tandang yang buruk (enam laga tanpa kemenangan), tantangan bagi tim tamu sangat berat.
Kembalinya Luka Modric (dengan pelindung wajahnya yang ikonik), Rafael Leao, dan Alexis Saelemaekers memberikan suntikan kekuatan signifikan bagi lini tengah dan serangan AC Milan. Christopher Nkunku dan Santiago Giménez yang tajam di depan diprediksi akan menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Cagliari yang sudah rapuh tanpa bek-bek terbaik mereka.
Prediksi akhir: AC Milan 2 – 0 Cagliari.
Dengan dukungan penuh Bobot San Siro yang diprediksi akan terisi penuh, serta determinasi tinggi para pemain yang mengincar tiket Liga Champions, AC Milan diprediksi akan mengamankan kemenangan dengan cukup meyakinkan. Hasil ini akan mempertahankan rekor dominasi mereka atas Cagliari di kandang sendiri, sekaligus mengamankan langkah ke kompetisi elite Eropa musim depan. Jangan lewatkan laga seru ini dan dapatkan update hasil pertandingan hanya di SIARANBOLA!










