SIARANBOLA – Raheem Sterling, 31 tahun, akan menghadapi sidang di Basingstoke Magistrates’ Court pada 15 September 2026 atas tiga dakwaan: mengemudi berbahaya, kepemilikan nitrous oxide untuk inhalasi yang salah, dan gagal memberikan spesimen setelah kecelakaan Lamborghini senilai £270.000 di M3 pada 28 Mei 2026. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara hingga dua tahun.
Kronologi Kecelakaan di M3
Pada 28 Mei 2026, sekitar pukul 09.00 pagi, Raheem Sterling terlibat dalam kecelakaan tunggal yang melibatkan Lamborghini hitamnya di jalur selatan M3, dekat Minley Interchange, Hampshire.
Baca Juga: Manchester United Resmi Datangkan Carlos Baleba dari Brighton dengan Nilai £70 Juta
Kecelakaan ini bermula ketika Sterling mengemudikan kendaraannya secara tidak stabil. Rekaman dashcam yang diperoleh Daily Mail menunjukkan Sterling melaju tidak menentu dan melintasi ketiga jalur M3 sesaat sebelum kecelakaan. Seorang pengemudi lain yang menyaksikan kejadian tersebut melaporkan bahwa ia mencoba membunyikan klakson berulang kali untuk memperingatkan Sterling.
Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Tiga Dakwaan yang Dihadapi Sterling
Kepolisian Hampshire dan Isle of Wight secara resmi mendakwa Sterling dengan tiga pelanggaran:
-
Mengemudi berbahaya (dangerous driving) – pelanggaran serius di bawah hukum lalu lintas Inggris
-
Kepemilikan nitrous oxide untuk inhalasi yang salah – nitrous oxide atau “laughing gas” diklasifikasikan sebagai obat Golongan C sejak November 2023
-
Gagal memberikan spesimen – setelah penangkapan, Sterling dilaporkan menolak memberikan sampel
Ancaman Hukuman
Jika terbukti bersalah atas dakwaan mengemudi berbahaya dan kepemilikan nitrous oxide, Sterling terancam hukuman penjara hingga dua tahun untuk masing-masing pelanggaran.
Selain hukuman penjara, mengemudi berbahaya juga dapat mengakibatkan larangan mengemudi wajib, sementara kepemilikan nitrous oxide dapat dikenai perintah layanan masyarakat. Untuk dakwaan gagal memberikan spesimen, hukumannya dapat berupa denda, perintah komunitas, dan larangan mengemudi.
Latar Belakang Hukum Nitrous Oxide di Inggris
Nitrous oxide secara resmi diklasifikasikan sebagai obat Golongan C di bawah Misuse of Drugs Act 1971 sejak November 2023. Kepemilikan untuk tujuan rekreasi adalah ilegal di bawah Psychoactive Substances Act, dan individu yang terbukti memiliki zat ini secara ilegal dapat menghadapi denda, sementara produksi atau suplai dapat mengakibatkan hukuman penjara yang lebih berat.
Krisis Karier Sterling
Kasus hukum ini datang di saat karier Sterling sedang berada di titik terendah. Pemain berusia 31 tahun yang pernah membela Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan timnas Inggris (82 caps, 20 gol) saat ini berstatus pemain tanpa klub (free agent).
Sterling meninggalkan Chelsea pada Januari 2026 setelah kontraknya diakhiri secara sepihak, melepas sisa kontrak 18 bulan yang bernilai sekitar £27,3 juta. Ia sempat bergabung dengan Feyenoord Rotterdam pada Februari 2026, namun hanya tampil dalam delapan pertandingan tanpa mencetak gol dan kontraknya berakhir pada musim panas 2026.
Selama masa pencarian klub baru, Sterling menyibukkan diri dengan melatih di RS7 Academy, akademi sepak bola yang ia dirikan sendiri.
Dampak pada Reputasi dan Masa Depan
Kasus ini menambah deretan kontroversi dalam karier Sterling. Sebelumnya, pada 2015, ia pernah difoto menggunakan shisha pipe dan menghirup nitrous oxide saat masih bersama Liverpool.
Sumber yang dekat dengan Sterling mengungkapkan bahwa tekanan psikologis yang ia hadapi sangat besar. “Ia adalah pemain internasional produktif yang membawa skuad Inggris ke pencapaian signifikan selama dekade terakhir, namun dibuat merasa tidak berharga. Beban psikologis yang menimpanya tidak terukur,” demikian pernyataan sumber kepada SIARANBOLA
FAQ
Kapan Raheem Sterling akan diadili?
Sterling dijadwalkan menghadapi sidang di Basingstoke Magistrates’ Court pada 15 September 2026.
Apa saja dakwaan yang dihadapi Raheem Sterling?
Sterling menghadapi tiga dakwaan: mengemudi berbahaya, kepemilikan nitrous oxide untuk inhalasi yang salah, dan gagal memberikan spesimen setelah kecelakaan.
Berapa ancaman hukuman yang dihadapi Sterling?
Jika terbukti bersalah, Sterling terancam hukuman penjara hingga dua tahun untuk dakwaan mengemudi berbahaya dan kepemilikan nitrous oxide, ditambah larangan mengemudi wajib.–
Kesimpulan
Raheem Sterling, mantan bintang Premier League dan timnas Inggris, kini menghadapi masa depan yang tidak pasti baik di pengadilan maupun di lapangan hijau. Dengan sidang yang dijadwalkan pada 15 September 2026 dan ancaman hukuman penjara hingga dua tahun, kasus ini menjadi titik kritis dalam karier dan kehidupan pribadinya. Dukung terus perkembangan berita sepak bola dunia hanya di SIARANBOLA, sumber terpercaya untuk berita sepakbola dan informasi nonton bola gratis.










