SIARANBOLA – Perdebatan soal kemampuan Trent Alexander-Arnold bermain sebagai gelandang kembali mencuat. Kali ini, Jose Mourinho menjadi pelatih terbaru yang mencoba memainkan bek kanan asal Inggris itu di lini tengah Real Madrid.
Dalam laga Liga Champions melawan Inter Milan di Santiago Bernabeu, Selasa (8/9/2026), Mourinho menempatkan Alexander-Arnold berduet dengan Federico Valverde di jantung permainan. Keputusan ini langsung memicu pertanyaan besar: apakah Alexander-Arnold benar-benar mampu bermain sebagai gelandang secara permanen?
Baca Juga: Man City Sukses Lewati Ujian Berat di Markas Porto
Jawaban Singkat: Bisa, Tapi Bukan Posisi Alaminya
Jawaban singkatnya: Alexander-Arnold bisa dimainkan di lini tengah, tetapi itu bukan posisi terbaiknya.
Mourinho sendiri dengan tegas menyatakan hal tersebut usai pertandingan. “Dia pernah bermain di lini tengah bersama Inggris dan Liverpool… tetapi dia bukan gelandang,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Meski demikian, Mourinho mengapresiasi performa pemain berusia 27 tahun tersebut. “Dia bermain sangat baik. Dia menafsirkan apa yang dibutuhkan dengan sangat baik, secara taktis. Baik dia maupun Valverde bekerja sangat baik di level ini,” pujinya.
Mengapa Mourinho Memainkan Alexander-Arnold di Lini Tengah?
Krisis Pemain di Sektor Gelandang Real Madrid
Keputusan Mourinho menempatkan Alexander-Arnold di lini tengah bukanlah bagian dari rencana taktik jangka panjang. Ini adalah langkah darurat.
Real Madrid masuk ke laga melawan Inter Milan dalam kondisi krisis di sektor gelandang. Tiga pemain — Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva — harus menjalani skorsing dan tidak bisa dimainkan. Dengan opsi yang sangat terbatas, Mourinho terpaksa berkreasi dan menarik Alexander-Arnold dari posisi bek kanan ke lini tengah.
Situasi ini diperparah dengan persaingan ketat di posisi bek kanan. Real Madrid mendatangkan Denzel Dumfries pada musim panas 2026, dan pemain Belanda itu telah menjadi pilihan utama Mourinho di sisi kanan pertahanan. Dumfries telah menjadi starter dalam tiga dari empat laga La Liga musim ini. Akibatnya, menit bermain Alexander-Arnold di posisi aslinya semakin terbatas.
Bagaimana Performanya Saat Melawan Inter Milan?
Penampilan Alexander-Arnold sebagai gelandang saat melawan Inter Milan memberikan gambaran yang mencampurkan sisi positif dan negatif.
Catatan Positif: Kreasi dan Umpan Silang
Dari sisi ofensif, Alexander-Arnold tetap menunjukkan kualitas yang membuatnya dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia. Ia menciptakan dua peluang dan melepaskan umpan silang lebih banyak dibandingkan pemain Real Madrid lainnya selama berada di lapangan.
Kemampuan passing, crossing, umpan terobosan, dan sepak bola mati tetap menjadi kekuatan utama permainannya. Ini adalah aset yang membuatnya selalu berbahaya di area pertahanan lawan, dari posisi mana pun ia bermain.
Catatan Negatif: Akurasi Umpan dan Duel
Namun, ada sisi lain yang perlu dicatat. Akurasi umpannya turun menjadi 83,3 persen — angka yang tergolong rendah untuk standar seorang gelandang tengah elite. Yang lebih mengkhawatirkan, ia gagal memenangkan satu pun tekel selama bertugas di lini tengah.
Mourinho menyadari penurunan performa ini dan mengaitkannya dengan perbedaan posisi. “Dia kehilangan beberapa bola karena tidak sama bermain di posisi ini dibandingkan di bek kanan,” jelas Mourinho.
Alexander-Arnold akhirnya ditarik keluar pada menit-menit akhir setelah Inter mencetak gol balasan di menit 76. Mourinho mengatakan pemainnya sudah “tidak punya lagi yang bisa diberikan” setelah bermain penuh tenaga.
Apa Kata Mourinho Soal Eksperimen Ini?
Mourinho tidak main-main dalam memberikan penilaian. Ia dengan tegas menolak gagasan menjadikan Alexander-Arnold sebagai gelandang permanen.
“Saya berterima kasih kepada Trent Alexander-Arnold atas usahanya bermain di posisi yang bukan posisinya,” kata Mourinho. “Sangat jelas bahwa kualitasnya dibuat untuk posisi bek sayap, bukan untuk lini tengah.”
Pelatih yang dijuluki The Special One itu juga menyoroti perbedaan fisik yang signifikan antara kedua posisi tersebut. “Sulit bagi Trent. Saya menghargai usaha yang dia lakukan, tetapi dengan karakteristiknya, tuntutan spesifik untuk bermain sebagai bek sayap atau gelandang tengah, itu sepenuhnya berbeda secara fisik,” ujarnya.
“Dia sudah beberapa kali bermain di sana bersama Liverpool dan tim nasional, tetapi itu sepenuhnya berbeda. Dia tidak punya lagi yang bisa diberikan,” tambah Mourinho.
Bukan Pertama Kalinya Alexander-Arnold Dimainkan di Tengah
Eksperimen Mourinho ini sebenarnya bukan hal baru. Alexander-Arnold sudah beberapa kali dimainkan di lini tengah oleh pelatih sebelumnya.
Eksperimen Gareth Southgate di Timnas Inggris
Gareth Southgate mencoba memainkan Alexander-Arnold sebagai gelandang saat Euro 2024. Namun, eksperimen itu hanya bertahan dua pertandingan di fase grup sebelum Southgate mengakhirinya. Ia kemudian memainkan Alexander-Arnold kembali ke posisi bek kanan.
Meski demikian, Alexander-Arnold pernah menunjukkan performa apik di lini tengah. Pada Juni 2023, ia mengenakan nomor punggung 10 timnas Inggris dalam kemenangan 4-0 atas Malta dan mencetak gol dari posisi gelandang. Saat itu, ia mengatakan posisi tersebut “terasa alami” dan “bisa melihat dirinya bermain di sana”.
Peran “Inverted Full-back” ala Jurgen Klopp
Di Liverpool, Jurgen Klopp juga kerap mendesain sistem permainan yang membiarkan Alexander-Arnold bergerak ke area tengah dari posisinya sebagai bek kanan. Namun, ini berbeda dengan memainkannya sebagai gelandang murni sejak menit pertama.
Klopp memanfaatkan kemampuan passing Alexander-Arnold untuk mengatur serangan dari dalam, tetapi ia tetap memulai pertandingan sebagai bek kanan. Peran “inverted full-back” ini memungkinkan Alexander-Arnold menggunakan keahlian distribusi bolanya tanpa harus kehilangan kontribusi bertahan dari sisi sayap.
Apa Perbedaan Utama Antara Bek Kanan dan Gelandang Tengah?
Mourinho menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua posisi tersebut. “Bermain dengan seluruh lapangan di depan Anda, berbeda dengan bermain dengan setengah lapangan di belakang Anda,” jelasnya.
Seorang bek kanan memiliki seluruh lapangan di depannya saat membangun serangan. Ia memiliki ruang dan waktu lebih untuk melihat opsi umpan. Sebaliknya, seorang gelandang tengah harus beroperasi di area yang lebih padat, dengan lawan di semua sisi dan lebih sedikit ruang untuk bergerak.
Perbedaan lain:
-
Intensitas fisik: Gelandang tengah harus menutup lebih banyak area dan terlibat dalam lebih banyak duel
-
Tanggung jawab bertahan: Gelandang tengah harus membantu merebut bola di area tengah, bukan hanya di sisi lapangan
-
Pola pikir spasial: Bek sayap terbiasa melihat permainan dari sisi, sementara gelandang tengah harus membaca permainan dari tengah dengan tekanan dari berbagai arah
Apakah Alexander-Arnold Akan Jadi Gelandang Permanen?
Tidak. Setidaknya selama Jose Mourinho masih menjadi pelatih Real Madrid.
Mourinho dengan tegas menyatakan bahwa eksperimen ini hanya solusi jangka pendek akibat krisis pemain. Begitu Camavinga, Guler, dan Bernardo Silva kembali, Alexander-Arnold akan kembali bersaing dengan Dumfries untuk posisi bek kanan.
BBC Sport melaporkan bahwa Mourinho memang terkesan dengan fleksibilitas dan kemampuan Alexander-Arnold untuk bergerak ke area tengah. Namun, ia memandang hal itu sebagai nilai tambah dari seorang bek kanan, bukan alasan untuk mengubah posisinya secara permanen.
Situasi Alexander-Arnold di Real Madrid memang tidak mudah. Setelah pindah dari Liverpool pada musim panas 2025, ia harus beradaptasi dengan persaingan ketat di posisi bek kanan. Musim debutnya terganggu cedera yang membuatnya melewatkan 22 pertandingan. Kini dengan kehadiran Dumfries, menit bermainnya semakin terbatas.
Kesimpulan
Trent Alexander-Arnold bisa dimainkan sebagai gelandang, tetapi bukan posisi terbaiknya.
Mourinho sudah memberikan jawaban tegas: Alexander-Arnold adalah bek kanan, bukan gelandang. Eksperimen melawan Inter Milan adalah langkah darurat akibat krisis pemain, bukan awal dari konversi posisi permanen.
Dari sisi performa, Alexander-Arnold menunjukkan kualitas ofensifnya dengan menciptakan peluang dan melepaskan umpan silang. Namun, akurasi umpan yang turun dan kegagalan memenangkan tekel menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya nyaman dengan tuntutan posisi gelandang tengah.
Bagi Alexander-Arnold, jalan terbaik untuk mendapatkan menit bermain di Real Madrid adalah kembali fokus pada posisi aslinya dan memenangkan persaingan dengan Dumfries di bek kanan. Fleksibilitasnya untuk bermain di lini tengah bisa menjadi nilai tambah dalam situasi darurat, tetapi bukan solusi jangka panjang.
Intinya: Alexander-Arnold adalah bek kanan kelas dunia yang kebetulan bisa bermain di lini tengah — bukan gelandang kelas dunia yang kebetulan bisa bermain di bek kanan.
5. FAQ
1. Apakah Trent Alexander-Arnold pernah bermain sebagai gelandang sebelumnya?
Ya. Gareth Southgate pernah memainkannya di lini tengah saat Euro 2024, meski eksperimen itu berakhir setelah dua pertandingan. Ia juga pernah mencetak gol dari posisi gelandang saat timnas Inggris menang 4-0 atas Malta pada Juni 2023.
2. Mengapa Mourinho memainkan Alexander-Arnold di lini tengah?
Karena krisis pemain. Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva absen karena skorsing, sehingga Mourinho kehabisan opsi di lini tengah.
3. Bagaimana performa Alexander-Arnold saat jadi gelandang lawan Inter Milan?
Ia menciptakan dua peluang dan melepaskan umpan silang terbanyak, tetapi akurasi umpannya turun ke 83,3% dan gagal memenangkan tekel.
4. Apa kata Mourinho soal masa depan Alexander-Arnold di lini tengah?
Mourinho menegaskan Alexander-Arnold “bukan gelandang” dan kualitasnya “dibuat untuk posisi bek sayap”. Eksperimen ini hanya solusi jangka pendek, bukan rencana permanen.
5. Siapa pesaing Alexander-Arnold di posisi bek kanan Real Madrid?
Denzel Dumfries, yang direkrut dari Inter Milan pada musim panas 2026. Dumfries telah menjadi starter di tiga dari empat laga La Liga musim ini.
6. Apakah Alexander-Arnold bisa menjadi gelandang permanen Real Madrid?
Tidak menurut Mourinho. Pelatih asal Portugal itu dengan tegas menolak konversi posisi tersebut. Alexander-Arnold akan kembali bersaing di posisi bek kanan setelah para gelandang yang diskors kembali tersedia










