Irak Minta Penundaan Play-off Piala Dunia 2026 Akibat Konflik AS–Israel dan Iran

siaranbola – Tim nasional Irak menghadapi situasi sulit menjelang pertandingan penting play-off antarbenua Piala Dunia 2026. Laga penentuan yang seharusnya digelar pada akhir Maret terancam ditunda akibat meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak langsung pada perjalanan tim.

Pelatih kepala Irak, Graham Arnold, mengungkapkan kekhawatiran bahwa timnya mungkin tidak dapat berangkat ke Meksiko karena penutupan wilayah udara Irak sejak akhir Februari.

Situasi ini membuat persiapan Irak menuju pertandingan paling penting dalam beberapa dekade terakhir menjadi sangat terganggu.

Baca juga : Invasi Lapangan Celtic Vs Rangers Dikecam Keras Polisi

Iraq manager urges Fifa to delay his team's World Cup play-off due to  Iran-US war - Yahoo Sports

Jadwal Play-off Penentuan Tiket Piala Dunia

Irak dijadwalkan menghadapi pemenang antara Bolivia atau Suriname pada 31 Maret di Monterrey, Meksiko. Pertandingan tersebut merupakan bagian dari play-off antarbenua yang akan menentukan satu tempat terakhir di Piala Dunia 2026.

Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni.

Laga ini sangat penting bagi Irak karena kemenangan akan membawa mereka kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Antusiasme penggemar sepak bola Irak juga sangat besar, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan tim melalui berbagai platform berita dan siaranbola internasional.


Konflik Timur Tengah Mengganggu Perjalanan Tim

Masalah utama yang dihadapi Irak adalah penutupan wilayah udara nasional. Sejak 28 Februari, bandara di Irak tidak beroperasi setelah serangan awal dari AS dan Israel terhadap Iran memicu balasan berupa peluncuran rudal dan drone.

Serangan balasan Iran tidak hanya menyasar Israel, tetapi juga beberapa negara di kawasan Teluk dan wilayah sekitarnya. Situasi keamanan ini menyebabkan pembatasan penerbangan di banyak wilayah Timur Tengah.

Akibatnya, federasi sepak bola Irak kesulitan mengatur perjalanan pemain dan staf menuju Meksiko.


Pelatih Irak Khawatir Tidak Bisa Menurunkan Tim Terbaik

Graham Arnold yang baru menangani Irak sejak Mei 2025 menegaskan bahwa kondisi ini bisa merugikan timnya secara besar.

Menurutnya, jika Irak hanya mengandalkan pemain yang bermain di luar negeri, maka kekuatan tim tidak akan maksimal.

Arnold menyebut pertandingan ini sebagai laga terbesar bagi sepak bola Irak dalam hampir 40 tahun terakhir.

Ia juga menyoroti besarnya kecintaan masyarakat Irak terhadap sepak bola, yang membuat tekanan untuk tampil maksimal semakin tinggi. Banyak penggemar berharap bisa menyaksikan perjuangan tim melalui berbagai platform siaranbola saat pertandingan berlangsung.


Upaya Mencari Solusi Alternatif

Meski menghadapi berbagai kendala, Arnold mengatakan pihak tim nasional dan federasi sepak bola Irak terus bekerja keras mencari solusi perjalanan alternatif.

Beberapa opsi sedang dipertimbangkan, termasuk rute penerbangan melalui negara lain yang masih membuka jalur udara internasional.

Namun hingga saat ini, keputusan mengenai kemungkinan penundaan pertandingan masih menunggu perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.