Pemilik Chelsea Mulai Menyesal Tunjuk Liam Rosenior Jadi Pelatih?

SIARANBOLA – Kabar kurang sedap datang dari Stamford Bridge. Hanya tiga bulan setelah menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala dengan kontrak hingga 2032, petinggi Chelsea dilaporkan mulai mempertanyakan keputusan tersebut . Rentetan hasil buruk, kritik pedas dari legenda klub, serta sorotan tajam terhadap gaya kepelatihannya membuat masa depan Rosenior di kursi panas Chelsea berada dalam ketidakpastian .

Baca Juga : Edin Dzeko Cedera, Inspirasi Bosnia Harus Berpacu di siaranbola

Awal Liam Rosenior yang Menjanjikan, Akhir yang Memilukan

Liam Rosenior resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Chelsea pada 5 Januari 2026, menggantikan Enzo Maresca yang dipecat di tengah musim . Manajemen BlueCo memberikan kontrak jangka panjang hingga 2032 sebagai bentuk kepercayaan terhadap mantan pelatih Strasbourg tersebut .

Awal karier Rosenior di Chelsea terbilang menjanjikan. Ia memenangkan enam dari tujuh pertandingan pertamanya di semua kompetisi, membawa harapan baru bagi para pendukung . Namun, bulan Maret 2026 menjadi mimpi buruk bagi pelatih berusia 41 tahun itu.

Chelsea menelan empat kekalahan beruntun di bulan Maret, termasuk tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain . Puncaknya, kekalahan telak 0-3 dari Everton akhir pekan lalu membuat Chelsea terlempar ke peringkat enam klasemen Premier League, tertinggal enam poin dari zona Liga Champions .

Statistik Chelsea di bawah Liam Rosenior (Premier League saja):

Periode Pertandingan Menang Imbang Kalah Poin
Januari – Februari 4 4 0 0 12
Maret 2026 6 1 2 3 5
Total 10 5 2 3 17

Data: Premier League table since Rosenior joined 

Kritik Pedas dari Legenda: “Dia Out of His Depth”

Tekanan terhadap Liam Rosenior semakin berat setelah legenda Chelsea, Emmanuel Petit, melontarkan kritik pedas. Mantan gelandang Prancis itu meragukan kemampuan Rosenior menangani klub sebesar Chelsea.

“Saya rasa dimensi Strasbourg sangat cocok dengan Rosenior. Memberinya tanggung jawab di klub sebesar Chelsea adalah lompatan yang sangat besar, terutama setelah mengambil alih dari Enzo Maresca,” ujar Petit dikutip dari berita lokal.

Petit juga menyoroti keputusan taktis Rosenior yang dinilai naif, terutama saat melawan PSG di Liga Champions.

“Saat Anda melihat Rosenior melawan PSG dan dia bermain dengan tiga bek di belakang, sungguh… Apakah Anda tahu siapa lawan Anda? Striker Paris Saint-Germain adalah pemain-pemain yang bisa membunuh Anda dalam duel satu lawan satu. Dan Anda bermain dengan tiga bek? Sungguh?” kritik Petit .

Tak hanya Petit, publik sepak bola juga menyoroti momen kontroversial saat Chelsea tertinggal 0-3 dari Everton. Rosenior tertangkap kamera tampak duduk termenung di bangku cadangan, lalu tiba-tiba berdiri setelah menyadari kamera mengarah padanya. Video tersebut viral dengan lebih dari 300.000 tayangan di X, memunculkan julukan baru bagi Rosenior: “LinkedIn Liam” .

Masalah yang Lebih Dalam: Struktur dan Rekrutmen

Namun, banyak pengamat menilai bahwa Liam Rosenior hanyalah korban dari sistem yang lebih bermasalah di Chelsea. The Athletic melaporkan bahwa pelatih asal Inggris itu sebenarnya adalah kandidat yang paling sesuai dengan filosofi BlueCo—namun justru itulah masalahnya .

Sejak diakuisisi BlueCo pada 2022, Chelsea telah menunjuk empat pelatih permanen. Rosenior adalah yang paling “BlueCo” di antara mereka, karena ia lahir dan dibesarkan dalam ekosistem multi-klub yang dibangun oleh Todd Boehly dan Behdad Eghbali .

Pendekatan rekrutmen Chelsea yang cenderung membeli pemain muda berbakat tetapi belum terbukti juga menjadi sorotan. Daily Express menyebut bahwa dari semua pemain yang didatangkan musim panas lalu, hanya Joao Pedro dan Estevao Willian yang terbukti berkontribusi signifikan .

“Masalah utamanya bukan Rosenior. Masalahnya ada di atas sana,” tulis Daily Express dalam analisisnya .

Isyarat dari Pemilik: Liam Rosenior Bertahan atau Angkat Kaki?

Laporan dari Give Me Sport menyebutkan bahwa kini ada “kekhawatiran serius” di antara pengambil keputusan kunci di Chelsea mengenai kemampuan Liam Rosenior memimpin tim dalam jangka panjang . Beberapa figur berpengaruh diyakini tidak yakin dengan pendekatan taktis dan manajemen pertandingan Rosenior, terutama saat tim berada dalam tekanan.

Namun, The Athletic melaporkan bahwa BlueCo cenderung akan bertahan dengan Rosenior, bahkan jika musim ini berakhir tanpa tiket Liga Champions . Alasannya sederhana: jika Rosenior gagal, maka pertanyaan yang lebih besar akan muncul—apakah ada pelatih mana pun yang mau dan mampu bekerja dalam struktur kepemilikan Chelsea saat ini?

Rosenior sendiri tetap menunjukkan keteguhan. Usai kekalahan dari Everton, ia mengakui rasa sakitnya tetapi menolak menyerah.

“Ini adalah masa yang mengecewakan bagi klub saat ini. Pekerjaan saya, ini menyakitkan. Terlepas dari posisi Anda, menyakitkan untuk kalah dalam pertandingan sepak bola,” ujar Rosenior .

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Masa Depan Liam Rosenior di Chelsea

1. Apakah Chelsea sudah memutuskan untuk memecat Liam Rosenior?
Belum ada keputusan resmi. Laporan menyebutkan bahwa manajemen BlueCo cenderung bertahan dengan Rosenior meski hasil buruk terjadi, karena mereka melihatnya sebagai bagian dari proyek jangka panjang .

2. Apa penyebab utama performa buruk Chelsea di bawah Rosenior?
Beberapa faktor: (1) pertahanan rapuh dengan kebobolan 8 gol dari PSG dalam dua laga; (2) inkonsistensi setelah awal yang menjanjikan; (3) tekanan jadwal padat dengan banyak kompetisi; (4) masalah struktural di level manajemen dan rekrutmen .

3. Siapa saja yang mengkritik Liam Rosenior belakangan ini?
Legenda Chelsea Emmanuel Petit menjadi yang paling vokal, menyebut Rosenior “out of his depth” dan mengkritik keputusan taktisnya saat melawan PSG . Media sosial juga melontarkan kritik dengan julukan “LinkedIn Liam” .

4. Berapa lama kontrak Liam Rosenior di Chelsea?
Rosenior menandatangani kontrak enam setengah tahun hingga 2032 saat ditunjuk pada Januari 2026 .

Kesimpulan: Antara Kesabaran dan Kenyataan

Liam Rosenior saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah kandidat yang paling sesuai dengan visi BlueCo—muda, berorientasi pengembangan pemain, dan paham dengan struktur multi-klub yang dibangun pemilik . Di sisi lain, hasil buruk dan kritik yang terus bermunculan membuat posisinya semakin tidak nyaman.

Pertanyaan besarnya: akankah Todd Boehly dan Behdad Eghbali bersikap sabar seperti yang mereka janjikan, atau mereka akan kembali melakukan rotasi pelatih yang sudah menjadi ciri khas era pasca-Abramovich? Apapun keputusannya, satu hal yang pasti—masalah Chelsea tidak hanya terletak di bangku cadangan, tetapi juga di ruang rapat para pemilik.

Sisa musim ini akan menjadi penentu. Jika Liam Rosenior mampu membalikkan keadaan dan membawa Chelsea ke zona Liga Champions, kisahnya bisa berubah dari ejekan menjadi kebanggaan. Jika tidak, Stamford Bridge mungkin akan kembali mencari pelatih keenam dalam empat tahun terakhir.

Ikuti terus perkembangan Chelsea dan berita Premier League terkini hanya di SIARANBOLA.