SIARANBOLA – Thomas Tuchel masih mencari solusi di sisi sayap timnas Inggris jelang fase gugur PIALA DUNIA 2026. Pelatih asal Jerman itu telah mencoba sembilan kombinasi berbeda di kedua sisi sayap sepanjang 270 menit babak grup. Ini menjadi pekerjaan rumah terbesar Tuchel menjelang laga melawan DR Kongo di Atlanta.
Sembilan Kombinasi dalam Tiga Pertandingan
SIARANBOLA mencatat, Tuchel telah menggunakan delapan pemain berbeda di posisi sayap dan full-back. Total ada sembilan kombinasi yang sudah dicoba dalam tiga laga grup PIALA DUNIA 2026. Angka ini menunjukkan pelatih 51 tahun itu belum menemukan formula ideal.
Baca Juga: Stephen Eustaquio Jadi Pahlawan, Kanada Lolos ke 16 Besar Piala Dunia untuk Pertama Kalinya
Bukayo Saka menjadi salah satu penyebab utama. Pemain Arsenal itu mengalami penurunan performa akibat kelelahan fisik. Data menunjukkan expected goals (xG) dan efisiensi mencetak gol Saka per 90 menit menurun sejak musim 2023-24. Saka telah bermain lebih dari 15.000 menit di Premier League sebelum usia 24 tahun.
Gary Neville, legenda Manchester United, menyatakan keprihatinannya. “Bukayo Saka tidak terlihat baik-baik saja. Dia biasanya ceria dan kompetitif, tapi sekarang dia tidak baik,” kata Neville di podcast Stick to Football. Saka baru mendapatkan start perdana pada laga melawan Panama setelah dua laga sebelumnya hanya menjadi pemain cadangan.
Dilema Sayap Kiri: Gordon vs Rashford
SIARANBOLA mengamati perdebatan sengit di posisi sayap kiri. Anthony Gordon dan Marcus Rashford bersaing ketat untuk menjadi pilihan utama Tuchel. Kedua pemain membawa karakteristik yang sangat berbeda.
Gordon unggul dalam intensitas pressing. Statistik Liga Champions menunjukkan Gordon melakukan 14 pressing tinggi lebih banyak per pertandingan dibandingkan Rashford. Namun performanya di dua laga awal grup disebut “tidak efektif” oleh Tuchel.
Rashford justru tampil impresif sebagai pemain pengganti. Ia mencetak gol saat masuk dari bangku cadangan melawan Kroasia–. Saat diturunkan sebagai starter melawan Panama, Rashford memberikan lebar serangan dan ritme ofensif yang lebih baik–. Media Spanyol bahkan memprediksi Rashford akan menjadi pilihan permanen di sisi kiri.
Tuchel sendiri mengakui sisi kiri timnya “tidak nyambung”. “Unit di sisi kiri belum memberikan kualitas yang sama. Saya tidak tahu alasannya,” ujar Tuchel kepada wartawan.
Solusi dari Bangku Cadangan
Noni Madueke menjadi temuan menarik di sisi kanan. Pemain Arsenal itu tampil gemilang saat melawan Kroasia. Madueke memenangkan penalti yang dieksekusi Harry Kane untuk membawa Inggris unggul–. Kemampuannya menciptakan terobosan dalam waktu singkat menjadi opsi strategis penting bagi Tuchel.
SIARANBOLA menilai Madueke bisa menjadi kunci jika Saka belum pulih sepenuhnya. Tuchel memiliki opsi rotasi yang mumpuni di sisi kanan.
Filosofi Tim di Atas Nama Besar
Tuchel membawa filosofi berbeda dibandingkan pendahulunya, Gareth Southgate. Ia lebih mengutamakan kolektif yang berfungsi daripada sekadar mengumpulkan bintang. Ini menjelaskan keputusan kontroversialnya mencoret Phil Foden dan Cole Palmer dari skuad PIALA DUNIA 2026.
“Kami membangun tim, bukan merakit pemain paling berbakat,” tegas Tuchel. Ia lebih memilih pemain seperti Gordon, Rashford, dan Madueke yang memiliki peran jelas. Mereka memberikan kecepatan dan gerakan menembus pertahanan, melengkapi gaya bermain Harry Kane yang sering turun ke bawah.
SIARANBOLA mencatat pendekatan ini sudah teruji saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2. Serangan terstruktur dan pola gerakan yang terlatih menjadi ciri khas Tuchel.
Tiga Masalah Utama di Sisi Sayap
Berdasarkan analisis SIARANBOLA, ada tiga masalah utama yang masih dihadapi Tuchel:
-
Kebugaran Saka – Pemain sayap kanan andalan belum bugar 100%. Ini memaksa Tuchel mencari alternatif di sisi kanan.
-
Ketidakseimbangan Sisi Kiri – Gordon dan Rashford belum memberikan ancaman konsisten. Tuchel bahkan mengakui sisi kiri “belum nyambung”.
-
Kombinasi Full-back dan Winger – Cedera Reece James dan Tino Livramento memaksa Tuchel terus bereksperimen dengan kombinasi di kedua sisi.
Apa Kata Para Pengamat?
Alan Shearer, legenda Inggris, mengungkapkan kekhawatirannya di BBC. “Tuchel masih mencari solusi setelah tiga pertandingan. Kami belum tahu tim terbaik kami,” tulis Shearer. Ia menambahkan bahwa Inggris belum memberikan ancaman konsisten dari sisi sayap.
Namun Shearer juga optimistis. “Kami tahu pemain-pemain besar kami akan tampil. Jude Bellingham luar biasa, Harry Kane mencetak gol lagi,” katanya.
SIARANBOLA melihat optimisme ini beralasan. Inggris lolos sebagai juara grup L dengan rekaam sempurna. Tuchel memenangkan sembilan dari sepuluh pertandingan sebagai pelatih Inggris. Kontraknya bahkan diperpanjang hingga 2028.
Bullet Points: Fakta Cepat
-
9 kombinasi sayap-fullback sudah dicoba dalam 270 menit
-
8 pemain berbeda terlibat di posisi sayap
-
61 gol Harry Kane musim lalu untuk Bayern Munich
-
14 pressing lebih tinggi Gordon per game di Liga Champions
-
9 kemenangan dari 10 laga sebagai pelatih Inggris
FAQ Section
1. Mengapa Tuchel masih mencari solusi di sisi sayap?
Tuchel menghadapi tiga masalah utama: kebugaran Bukayo Saka yang menurun, ketidakseimbangan performa di sisi kiri antara Gordon dan Rashford, serta cedera yang memaksa rotasi full-back. Ia telah mencoba sembilan kombinasi berbeda dalam tiga laga grup.
2. Siapa pilihan utama Tuchel di sayap kanan?
Bukayo Saka masih menjadi pilihan utama jika fit. Namun Noni Madueke tampil impresif saat melawan Kroasia dan menjadi opsi rotasi penting–. Tuchel juga memiliki Eberechi Eze sebagai alternatif–.
3. Apakah keputusan mencoret Foden dan Palmer berdampak negatif?
Tuchel mencoret Foden dan Palmer demi keseimbangan tim. Ia lebih memilih pemain dengan peran jelas seperti Gordon dan Rashford. Hasilnya Inggris lolos sebagai juara grup dengan performa solid, meski sisi sayap masih perlu perbaikan.
Kesimpulan
SIARANBOLA menilai Tuchel masih dalam proses menemukan formula terbaik di sisi sayap. Sembilan kombinasi yang sudah dicoba menunjukkan fleksibilitas, sekaligus ketidakpastian. Cedera dan kebugaran pemain menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusannya.
Namun Inggris memiliki modal kuat. Lolos sebagai juara grup dengan rekor sempurna, kemenangan 4-2 atas Kroasia, dan skuad yang solid di lini tengah menjadi fondasi positif. PIALA DUNIA 2026 masih panjang. Tuchel punya waktu untuk menyelesaikan teka-teki di sisi sayap.
Jika Saka pulih, Rashford dan Gordon menemukan konsistensi, serta Madueke terus berkembang, Inggris bisa menjadi ancaman serius. Tuchel telah membuktikan kemampuannya di klub-klub top Eropa. Kini saatnya membuktikan di panggung PIALA DUNIA 2026.










